Humaniora

BNPB Maksimalkan OMC untuk Atasi Asap Karhutla di Kalbar

1788590693_e7efdcb7390f34f53f54
Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Asap Karhutla di Kalbar Belum Berangsur: BNPB Gerakkan Dua Pesawat Cassa untuk Operasi Modifikasi Cuaca
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Asap Karhutla di Kalbar Belum Berangsur: BNPB Gerakkan Dua Pesawat Cassa untuk Operasi Modifikasi Cuaca

Beritabaru1.com – Langit Kalimantan Barat masih diselimuti kabut tebal pada awal September 2026. Meskipun jumlah titik api di berbagai kawasan telah menunjukkan tren penurunan, lapisan asap yang menggantung di udara tetap menjadi ancaman nyata bagi kesehatan dan aktivitas harian warga. Kondisi ini memaksa pemerintah pusat mengambil langkah darurat yang lebih agresif: memaksimalkan potensi awan hujan yang diprediksi hadir pada 4–8 September untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) berskala besar di wilayah tersebut.

Penyebab Asap yang “Nempel” di Lahan Gambut

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut menjadi faktor utama mengapa asap bertahan jauh lebih lama dibandingkan kebakaran di jenis tanah lain. Pada gambut, api dapat merambat di bawah permukaan tanah tanpa terlihat dari atas. Sekalipun titik api di permukaan berhasil dipadamkan, sisa bahan organik yang masih membara di kedalaman gambut terus melepaskan partikel halus ke atmosfer. Akibatnya, masyarakat tetap terpapar kabut pekat meskipun angka kebakaran secara statistik sudah turun.

“Jadi memang terjadi penurunan, meskipun sangat pekat asapnya, kabutnya ini bisa selesai itu setelah datang hujan yang deras. Mudah-mudahan tanggal 4 September 2026 informasinya Pak Menteri sampai tanggal 10 kita bisa lakukan OMC,” ujar Suharyanto dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hujan deras, bukan sekadar penyemprotan air dari darat, merupakan satu-satunya mekanisme yang efektif untuk membersihkan partikel asap dari kolom udara sekaligus membasahi lapisan gambut secara menyeluruh.

Dua Pesawat Cassa Siaga di Kalbar

Untuk mengejar jendela cuaca yang terbatas, BNPB mengalokasikan dua unit pesawat Cassa yang akan bertugas menyemai bibit awan di atas wilayah Kalimantan Barat. Operasi ini bukan sekadar upaya menurunkan hujan di titik kebakaran; ia juga diarahkan untuk meningkatkan kelembapan tanah dan menaikkan tinggi muka air gambut, sehingga risiko kebakaran baru dapat ditekan secara preventif.

“Untuk Kalimantan Barat kami rencanakan untuk dua unit pesawat Cassa ini untuk melaksanakan OMC. Asap itu biasanya hanya oleh hujan, apinya sudah padam tetapi asapnya ini yang mengganggu kehidupan masyarakat,” kata Suharyanto.

Koordinasi dengan BMKG dan Dukungan hingga 13 September

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengonfirmasi bahwa data BMKG menunjukkan potensi pembentukan awan hujan di atas Kalbar pada rentang 4–8 September. Potensi tersebut akan dieksploitasi secara maksimal: setiap bibit awan yang teridentifikasi akan disemai, bahkan jika lokasinya tidak berdekapan langsung dengan area kebakaran aktif.

“Alhamdulillah tadi dengan BMKG ada potensi awan hujan di Kalimantan Barat ini dari tanggal 4 sampai tanggal 8. Tadi Pak Danlanud sudah sepakat, sampai tengah malam pun kalau potensi awan hujan ada, jalan,” ujar Raja Antoni.

Raja Antoni menambahkan bahwa dukungan armada pesawat untuk pelaksanaan OMC akan disiagakan hingga 13 September. Perpanjangan masa siaga ini memberi ruang bagi tim operasi untuk memanfaatkan setiap peluang cuaca yang muncul, bukan hanya pada tanggal-tanggal yang semula diprediksi. Dengan demikian, penanganan karhutla tidak lagi bergantung pada satu jendela waktu sempit, melainkan pada ketersediaan aktual awan di atmosfer.

“Di mana pun ada bibit awan gitu ya, kita semai, meskipun tidak langsung terkait dengan lokasi terjadinya karhutla, kita hajar. Pembasahan, meninggikan tinggi muka air tanah, supaya tidak akan terjadi kebakaran,” tegasnya.

Implikasi bagi Masyarakat dan Ekosistem Gambut

Asap karhutla di Kalimantan Barat bukan sekadar gangguan visual. Partikel halus (PM2.5) yang terbawa kabut dapat memperburuk penyakit pernapasan, menurunkan jarak pandang hingga mengganggu penerbangan dan transportasi darat, serta menekan produktivitas sektor pertanian dan perikanan di hilir. Bagi ekosistem gambut sendiri, kekeringan yang berkepanjangan meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran berulang; setiap siklus bakar-panas merusak struktur mikro tanah dan mempercepat pelepasan karbon tersimpan, memperparah emisi gas rumah kaca.

Operasi modifikasi cuaca yang dirancang BNPB dan Kementerian Kehutanan pada dasarnya berupaya memutus siklus tersebut. Dengan menurunkan curah hujan di atas kawasan gambut, tinggi muka air akan naik, lapisan atas tanah menjadi jenuh, dan peluang api baru menyala secara drastis berkurang. Pada saat yang sama, tetes air dari hujan akan mengikat partikel asap di udara dan membawanya turun ke permukaan, sehingga kualitas udara membaik secara bertahap.

Keberhasilan operasi ini tetap bergantung pada faktor meteorologis di luar kendali manusia: arah angin, kelembapan relatif, dan keberadaan awan kumulus yang cukup matang untuk disemai. Oleh karena itu, koordinasi intensif antara BMKG, TNI Angkatan Udara (melalui Danlanud setempat), dan tim OMC menjadi prasyarat agar setiap menit jendela cuaca tidak terbuang. Dengan dua pesawat Cassa yang telah disiapkan dan mandat operasional hingga pertengahan September, pemerintah berharap asap yang selama berminggu-minggu menyelimuti Kalbar dapat segera terurai, mengembalikan udara yang layak hirup bagi jutaan warga di provinsi tersebut.

Frequently Asked Questions

What is BNPB Maksimalkan OMC untuk Atasi Asap?

BNPB Maksimalkan OMC untuk Atasi Asap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BNPB Maksimalkan OMC untuk Atasi Asap matter?

BNPB Maksimalkan OMC untuk Atasi Asap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment