Ekonomi

Pameran Waralaba Perluas Peluang Kemitraan dan Jejaring Bisnis

1789584260_c5e0477b552dd2b03907
Foto : Matthew Martin - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. FLEI Business Show 2026 Buka Ruang Baru bagi Kemitraan dan Ekspansi Usaha
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

FLEI Business Show 2026 Buka Ruang Baru bagi Kemitraan dan Ekspansi Usaha

Beritabaru1.com – Pelaku usaha yang ingin mencari mitra, investor, distributor, maupun peluang ekspansi regional akan berkumpul dalam Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) Business Show 2026. Pameran franchise dan lisensi edisi ke-27 ini berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.

Panorama Media menghadirkan ratusan merek dari beragam bidang dalam ajang tersebut. Pertemuan tatap muka menjadi elemen utama karena calon pengusaha dapat memeriksa peluang bisnis secara lebih menyeluruh, sementara pemilik merek memiliki kesempatan mengenal profil calon mitra mereka.

FLEI Business Show 2026 tidak hanya mempertemukan pemilik brand dengan calon franchisee. Investor, reseller, distributor, serta pelaku usaha dari sejumlah negara ASEAN juga menjadi bagian dari jejaring yang dibangun selama pameran. Format ini memberi ruang bagi bisnis lokal untuk menjalin koneksi yang dapat berkembang menjadi kerja sama operasional maupun perluasan pasar.

Pasar Waralaba Bernilai Lebih dari Rp143 Triliun

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Franchise, Networking dan E-Commerce, Levita G Supit, menyampaikan bahwa nilai bisnis waralaba di Indonesia telah melampaui Rp143 triliun. Pertumbuhannya berada pada kisaran 10% hingga 15% setiap tahun.

Pertumbuhan tersebut ditopang terutama oleh sektor makanan dan minuman, jasa, serta ritel. Namun, pertimbangan untuk mengambil kemitraan tidak berhenti pada popularitas suatu produk atau besaran investasi awal. Calon mitra juga perlu memahami bentuk dukungan dari pemilik merek, kebutuhan operasional, model bisnis, dan kepastian legalitas usaha sebelum membuat keputusan.

“Waralaba tumbuh karena kepercayaan, dan kepercayaan dibangun lewat pertemuan langsung,” ujar Levita.

Interaksi langsung memungkinkan calon mitra bertanya mengenai skema kerja sama, membandingkan pilihan usaha, dan memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang mekanisme bisnis yang ditawarkan.

“Calon mitra bisa berbicara dengan pemilik merek, bertanya, membandingkan, dan memastikan bisnis yang dipilih memiliki legalitas yang jelas,” katanya.

Di area pameran, peserta dapat menemukan peluang dari sektor makanan dan minuman, jasa, ritel, penyedia solusi ritel, sampai lisensi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP). Ragam penawaran tersebut mencakup paket usaha dengan kebutuhan modal yang lebih terjangkau untuk pengusaha pemula hingga kemitraan dengan nilai investasi yang lebih besar.

Bagi pengunjung, keberagaman ini memberi kesempatan untuk membandingkan beberapa faktor dalam satu tempat. Skema investasi, bentuk pendampingan operasional, kebutuhan tenaga kerja, serta karakter model bisnis dari tiap merek dapat menjadi bahan evaluasi sebelum memilih kemitraan. Selama FLEI Business Show 2026, sejumlah program promosi dan cashback juga disiapkan bagi peserta.

Business Matching untuk Pertemuan yang Lebih Terarah

Salah satu agenda utama pameran adalah Business Matching. Program ini dirancang untuk mempertemukan pemilik merek dengan calon franchisee, investor, distributor, dan reseller melalui pertemuan yang lebih terfokus.

Bagi pihak yang sedang mempertimbangkan membuka usaha, sesi ini menjadi jalur untuk memperoleh penjelasan langsung dari pemilik bisnis tentang bentuk kemitraan yang tersedia. Di sisi lain, pemilik brand dapat menjajaki calon rekan usaha sekaligus memperluas jaringan distribusi dan pemasaran.

Pendekatan tersebut penting dalam bisnis waralaba karena hubungan antara pemilik merek dan mitra berjalan dalam jangka panjang. Selain kesesuaian modal, kedua pihak perlu memiliki pemahaman yang selaras mengenai standar operasional, dukungan bisnis, serta arah pengembangan usaha.

Jembatan bagi Brand Lokal ke Pasar ASEAN

FLEI kembali menyelenggarakan International Business Summit sebagai bagian dari program pameran. Forum ini mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pebisnis dari sejumlah negara di ASEAN untuk membahas karakter pasar dan potensi kolaborasi lintas negara.

Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir adalah Patrick Ng dari Malaysia, Arnold Chua Santillan dari Filipina, Jonathan Choy dari Singapura, Jorge Rodriguez dari Vietnam, serta Seth dari Tailan. Kehadiran para pelaku bisnis kawasan membuka ruang bagi merek Indonesia untuk membangun kontak regional dan menilai peluang ekspansi ke pasar ASEAN.

Ekspansi tidak selalu harus dimulai dengan pembukaan gerai di negara lain. Pertemuan bisnis lintas negara juga dapat menjadi titik awal untuk mengenali kebutuhan pasar, membangun jaringan distribusi, atau menemukan mitra yang memahami kondisi lokal. Karena itu, forum internasional menjadi pelengkap bagi pameran yang berfokus pada kemitraan domestik.

“Kami ingin pengunjung pulang bukan hanya membawa brosur, tapi juga kontak dan peluang kerja sama yang nyata,” kata Project Manager FLEI Business Show, Rulief Harjianto.

Tiga Pameran dalam Satu Lokasi

Jangkauan jejaring FLEI Business Show 2026 diperluas melalui penyelenggaraan bersama Cafe & Brasserie Expo (CBE) dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE). Ketiganya hadir di lokasi yang sama di NICE PIK 2, Jakarta.

Melalui CBE, pengunjung dapat berinteraksi dengan pelaku industri kafe dan kuliner modern, termasuk bisnis kopi, teh, cokelat, serta konsep experiential dining. Kehadiran sektor ini relevan bagi pelaku franchise makanan dan minuman yang membutuhkan akses terhadap gagasan, pemasok, atau jejaring usaha pendukung.

Sementara itu, IOITE menghadirkan lebih dari 100 vendor corporate outing, team building, dan incentive travel. Pameran ini mempertemukan vendor dengan perusahaan serta profesional sumber daya manusia, sehingga menciptakan titik temu tambahan bagi kebutuhan bisnis korporasi.

Gabungan tiga ajang tersebut memungkinkan pengunjung mengeksplorasi peluang yang lebih luas dalam satu kunjungan. Mulai dari memilih kemitraan franchise, mencari kebutuhan pemasok bagi bisnis kuliner, hingga membangun relasi dalam jaringan korporasi, seluruhnya dapat dijajaki dalam lingkungan pameran yang sama.

Dengan pertemuan langsung, program business matching, dan forum lintas negara, FLEI Business Show 2026 menempatkan jejaring sebagai bagian penting dari pengembangan usaha. Bagi calon mitra, pameran ini dapat menjadi kesempatan untuk menilai pilihan bisnis secara lebih matang. Bagi pemilik merek, ajang tersebut membuka peluang menemukan mitra yang tepat untuk pertumbuhan berikutnya.

Frequently Asked Questions

What is Pameran Waralaba Perluas Peluang Kemitraan dan Jejaring?

Pameran Waralaba Perluas Peluang Kemitraan dan Jejaring is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pameran Waralaba Perluas Peluang Kemitraan dan Jejaring matter?

Pameran Waralaba Perluas Peluang Kemitraan dan Jejaring matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment