Dosen Kampus Ini Kembangkan Media Sensorik Taktil
Beritabaru1.com – Permasalahan yang dihadapi anak berkebutuhan khusus dalam memproses informasi dari lingkungan sekitar menjadi dasar pengembangan media intervensi baru. Kondisi seperti autisme, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), maupun gangguan pemrosesan sensorik sering kali membuat anak kesulitan menerima dan mengintegrasikan berbagai stimulus pancaindra. Hal ini berpotensi menyebabkan hipersensitivitas atau hiposensitivitas terhadap rangsangan tertentu. Dampaknya, anak bisa mengalami kesulitan memusatkan perhatian, mengelola kecemasan, dan mengendalikan perilaku selama proses pembelajaran maupun terapi.
Merespons kebutuhan tersebut, dosen Kampus Ini Kembangkan Media Sensorik Taktil berbasis tekstil sebagai solusi inovatif. Program Studi Desain Mode dan Pendidikan Tata Busana di Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) menciptakan alternatif kreatif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 di SLB C Kyriakon, Jakarta Selatan, menjadi wadah implementasi gagasan tersebut.
Tim Pengabdian dan Peserta Pelatihan
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FT UNJ, Vera Utami Gede Putri, memimpin langsung kegiatan pelatihan ini. Bersama tim yang terdiri dari Melly Prabawati, Nisrina Nur Buana, Aiska Shinta Septianingrum, dan Hafizhoh Qurrotu’aini, mereka memberikan pelatihan teknik monumental tekstil kepada para pendidik, orang tua, serta terapis. Sebanyak 19 guru dan terapis dari SLB C Kyriakon mengikuti sesi pelatihan tersebut.
Vera, yang juga menerima penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 kategori Ilmuwan Muda Terbaik Bidang Inovasi Sosial dan Humaniora, menjelaskan bahwa media ini dapat menjadi sarana intervensi yang fleksibel. Melalui pendekatan keilmuan, kegiatan ini merupakan wujud nyata tridharma perguruan tinggi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi pendidik dan terapis dalam mengembangkan media intervensi sensorik taktil yang inovatif serta dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun terapi.
Keterlibatan Mahasiswa dan Apresiasi Sekolah
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa Prodi Desain Mode dan Pendidikan Tata Busana FT UNJ turut berperan sebagai pendamping. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat proses transfer pengetahuan sekaligus memberikan pengalaman praktis dalam menerapkan keilmuan di tengah masyarakat.
Kris Sri Rahayu, perwakilan SLB C Kyriakon, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim pengabdian. Menurutnya, kegiatan ini menambah wawasan dan keterampilan yang sangat mendukung pengembangan media intervensi serta layanan terapi bagi anak berkebutuhan khusus. Pihak sekolah juga berharap kerja sama dengan UNJ dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang meningkatkan kompetensi guru dan terapis.
Kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan keterampilan yang dapat mendukung pengembangan media intervensi serta layanan terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
Para peserta pelatihan juga memberikan tanggapan positif. Mereka menilai materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan anak. Pengalaman baru mengenai pemanfaatan teknik monumental tekstil dalam pengembangan media intervensi sensorik taktil menjadi nilai tambah yang signifikan. Peserta berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan kembali dengan materi yang lebih beragam untuk memperluas keterampilan dalam menciptakan media pembelajaran maupun terapi yang inovatif.
Vera berharap guru dan terapis dapat mengimplementasikan media intervensi sensorik taktil yang telah dibuat dalam kegiatan pembelajaran dan terapi sehari-hari. Media tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif yang kreatif, mudah diterapkan, serta mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus secara lebih optimal. Khususnya dalam pengembangan alat bantu atau media intervensi berbasis tekstil, pelatihan ini dapat berkembang dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Media Sensorik Taktil
Apa itu media sensorik taktil? Media sensorik taktil adalah alat bantu pembelajaran yang menggunakan sentuhan untuk membantu anak berkebutuhan khusus memproses informasi dari lingkungan sekitar melalui indra peraba.
Siapa saja yang dapat menggunakan media ini? Media ini dapat digunakan oleh pendidik, terapis, orang tua, dan anak berkebutuhan khusus seperti anak dengan autisme, ADHD, atau gangguan pemrosesan sensorik.
Bagaimana cara mengembangkan media sensorik taktil? Pengembangan media ini melibatkan teknik monumental tekstil yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak. Pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdian FT UNJ membantu pendidik dan terapis dalam membuat media ini secara mandiri.
Di mana kegiatan pelatihan ini dilaksanakan? Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SLB C Kyriakon, Jakarta Selatan, pada 1 Agustus 2026.
Berapa banyak peserta yang mengikuti pelatihan? Sebanyak 19 guru dan terapis dari SLB C Kyriakon mengikuti sesi pelatihan teknik monumental tekstil untuk pengembangan media intervensi sensorik taktil.
