Skor PISA Masih Rendah: Transformasi Pembelajaran Matematika Jadi Prioritas
Beritabaru1.com – Platform pembelajaran daring Smartick Indonesia baru saja menandai ulang tahun kedua operasionalnya pada 22 Juli 2026. Sejak diluncurkan, layanan ini telah menjangkau lebih dari 43.000 pengguna di berbagai wilayah Indonesia. Fokus utama platform untuk anak usia 4 hingga 14 tahun ini adalah menerapkan metode belajar yang dipersonalisasi dengan dukungan teknologi modern. Dalam konteks Skor PISA Masih Rendah Transformasi yang dibutuhkan, pendekatan personalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa Indonesia.
CEO Smartick Indonesia, Galih Sulistyaningra, menekankan bahwa penguatan kemampuan numerasi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, matematika bukan hanya sekadar mata pelajaran biasa, melainkan fondasi penting untuk melatih pola pikir logis, analitis, serta kemampuan memecahkan berbagai persoalan. Ia juga menyoroti bahwa transformasi pembelajaran matematika menjadi sangat mendesak mengingat rendahnya skor PISA Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Kami yakin kemampuan matematika bukan hanya mata pelajaran, melainkan fondasi berpikir untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Fondasi ini perlu dibangun konsisten dan terpersonalisasi, dimulai dari level pemahaman masing-masing anak, dibarengi latihan yang fokus pada logika dan penalaran.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Galih pada Kamis (6/8/2026). Ia menjelaskan bahwa metode yang diterapkan Smartick dikembangkan berdasarkan riset mendalam di bidang pendidikan, psikologi kognitif, dan neurosains. Setiap peserta memperoleh materi yang berbeda sesuai tingkat penguasaan konsep sehingga proses belajar tidak terpaku pada pendekatan sama untuk semua siswa. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Skor PISA Masih Rendah Transformasi yang harus dilakukan secara komprehensif.
Konteks Rendahnya Skor PISA Indonesia
Permasalahan rendahnya kemampuan numerasi siswa Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era ekonomi berbasis pengetahuan. Sejumlah hasil Programme for International Student Assessment (PISA) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemampuan matematika pelajar Indonesia masih berada di bawah rata-rata global. Kondisi ini menjadi pendorong utama mengapa Skor PISA Masih Rendah Transformasi pembelajaran matematika menjadi agenda prioritas nasional.
Kondisi ini mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan setiap anak. Di tengah tantangan tersebut, pendekatan pembelajaran matematika berbasis personalisasi mulai dipandang sebagai salah satu alternatif untuk memperkuat fondasi numerasi nasional. Melalui metode ini, setiap anak belajar sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan masing-masing sehingga proses belajar berlangsung lebih bertahap, efektif, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam memahami konsep matematika.
Program Sosial dan Kolaborasi Strategis
Selain menghadirkan inovasi pembelajaran, perusahaan juga menjalankan berbagai program sosial untuk mendukung pemerataan akses pendidikan. Hingga kini, sebanyak 200 Smartick Bestari Scholarship disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan belajar. Smartick juga menjalin kerja sama dengan tujuh sekolah dasar (SD) dan menjangkau lebih dari 1.000 siswa lewat berbagai program pembelajaran.
Kolaborasi serupa dilakukan bersama sejumlah mitra sosial untuk memberikan akses belajar kepada sekitar 100 siswa di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan, termasuk melalui Yayasan Bina Karya Indonesia (YBKI) Sumatera Utara. Menurut Galih, persoalan rendahnya numerasi tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Dibutuhkan kolaborasi lebih kuat antara guru, orang tua, dan pemanfaatan teknologi agar setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
Di sekolah, waktu dan kapasitas guru untuk memberikan pendekatan yang benar-benar personal sering kali terbatas. Jika ditelaah lebih jauh, kondisi tersebut juga tercermin dari hasil kemampuan matematika PISA Indonesia yang masih berada di bawah rata-rata. Kami berharap Smartick Indonesia menjadi bagian dari solusi dengan membantu anak membangun fondasi berpikir yang kuat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar.
Ke depan, Smartick Indonesia berkomitmen memperluas kolaborasi dengan sekolah, komunitas dan berbagai organisasi pendidikan untuk memperluas akses pembelajaran matematika yang lebih adaptif. Langkah ini diharapkan dapat mendukung agenda peningkatan kualitas numerasi nasional serta memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja dan transformasi ekonomi pada masa mendatang.
Frequently Asked Questions
Apa itu Smartick Indonesia? Smartick Indonesia adalah platform pembelajaran daring yang menyediakan metode belajar matematika personalisasi untuk anak usia 4 hingga 14 tahun. Platform ini telah beroperasi sejak 2024 dan menjangkau lebih dari 43.000 pengguna.
Mengapa skor PISA Indonesia masih rendah? Rendahnya skor PISA Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan waktu dan kapasitas guru untuk memberikan pendekatan personal, serta kurangnya inovasi dalam metode pembelajaran matematika yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa.
Bagaimana Smartick membantu transformasi pembelajaran matematika? Smartick menerapkan metode belajar yang dipersonalisasi berdasarkan riset pendidikan, psikologi kognitif, dan neurosains. Setiap peserta memperoleh materi yang berbeda sesuai tingkat penguasaan konsep, sehingga proses belajar lebih efektif dan bertahap.
Apakah Smartick Indonesia menyediakan program beasiswa? Ya, Smartick Indonesia telah menyalurkan 200 Smartick Bestari Scholarship kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan belajar. Program ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan matematika berkualitas.
