Nusantara

Polda Kaltim Periksa Kepala DPPR Balikpapan Terkait Kasus Sindikat Narkoba Malaysia

1789403437_aab9ef2ab75ecd128886
Foto : Richard Moore - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Kepala DPPR Balikpapan Dimintai Keterangan dalam Pengusutan Jaringan Narkoba Malaysia
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kepala DPPR Balikpapan Dimintai Keterangan dalam Pengusutan Jaringan Narkoba Malaysia

Beritabaru1.com – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur memeriksa Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kota Balikpapan, Irma Pratiwi Aryana Musa, dalam perkara pengungkapan jaringan narkotika internasional yang diduga terhubung dengan Malaysia. Pemeriksaan itu berkaitan dengan WS, sopir pribadi Irma yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Irma datang memenuhi panggilan Subdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim pada Senin, 14 September 2026, sekitar pukul 10.00 Wita. Ia hadir bersama Kasubag Umum dan tim legal Pemerintah Kota Balikpapan. Proses klarifikasi berlangsung kurang lebih satu setengah jam.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik meminta penjelasan mengenai aktivitas WS selama menjadi sopir pribadi kepala dinas sejak 2021. Petugas juga mendalami penggunaan kendaraan dinas Toyota Innova Zenix yang dikemudikan tersangka serta relasi sosialnya sehari-hari.

Ekstasi Ditemukan di Kendaraan Dinas

Direktur Resnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Irma berhubungan dengan peran WS dalam perkara narkotika dan temuan 15 butir pil ekstasi di kendaraan dinas yang digunakan sopir tersebut.

“Ibu Kepala Dinas hadir untuk memenuhi panggilan terkait dengan perkara pengungkapan sindikat internasional asal Malaysia yang melibatkan sopir pribadi beliau dan juga kendaraan dinasnya,” jelas Romylus.

Polisi menelusuri apakah narkotika yang ditemukan dalam kendaraan itu akan diedarkan oleh WS. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mencari kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki hubungan dengan tersangka maupun jaringan yang sedang diusut.

Romylus menyampaikan bahwa WS telah bekerja sebagai sopir pribadi Irma sejak 2021. Kendaraan Innova Zenix yang menjadi bagian dari penyelidikan juga telah digunakan kepala dinas tersebut sejak tahun yang sama. Keterangan dari pimpinan instansi dipandang penting untuk menggambarkan pola kegiatan tersangka dalam kesehariannya.

“Yang pertama adalah terkait dengan keterlibatan sopir, Saudara WS, yang memang sudah sejak tahun 2021 menjadi sopir pribadinya. Dan juga kendaraan Innova Zenix yang sudah dikendarai oleh Ibu Kepala Dinas sejak 2021,” ucap Romylus.

Empat Orang Ditangkap dalam Operasi September

Kasus ini berawal dari operasi yang berlangsung pada 2 hingga 4 September 2026. Ditresnarkoba Polda Kaltim menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika dengan jejaring internasional asal Malaysia. Para tersangka berinisial WS, IN, AG alias B, serta CJA alias C.

Dari rangkaian penindakan itu, polisi menyita hampir 2,9 kilogram sabu dan sekitar 1.900 butir ekstasi. Barang bukti tersebut menjadi bagian dari pendalaman untuk mengetahui jalur distribusi, peran masing-masing tersangka, serta kemungkinan keterhubungan dengan pelaku lain.

WS dan IN ditangkap tim Subdit I Ditresnarkoba saat diduga melakukan transaksi sabu di dalam Toyota Innova Zenix. Penangkapan berlangsung di Jalan Ahmad Yani, kawasan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, pada 2 September sekitar pukul 18.00 Wita.

Pengungkapan perkara tidak berhenti pada penangkapan di lokasi transaksi. Penyidik masih mengumpulkan informasi terkait pergaulan WS, termasuk orang-orang yang kerap berinteraksi atau berkumpul dengannya. Langkah itu dilakukan untuk melihat kemungkinan perluasan jaringan.

“Penyidik mencoba untuk mendalami apakah WS juga memiliki teman ataupun orang-orang dekat yang biasa diajak untuk nongkrong atau cangkrukan. Dari sini akan kita dalami kemungkinan apakah teman cangkrukannya itu juga merupakan bagian daripada jaringan,” sebutnya.

Pengawasan Lingkungan Pemerintahan Ikut Dievaluasi

Pemeriksaan terhadap Irma tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembuktian perkara. Polda Kaltim juga ingin memetakan aktivitas tersangka selama berada di lingkungan kantor pemerintahan, khususnya kaitannya dengan tugasnya sebagai pengemudi pribadi kepala perangkat daerah.

Hasil pendalaman tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Balikpapan dalam memperkuat pengawasan internal. Perkara ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan narkoba perlu menjangkau lingkungan kerja, kendaraan operasional, hingga hubungan sosial di sekitar individu yang menjadi perhatian penyidik.

“Dengan dilakukannya pemeriksaan terhadap Kepala Dinas ini, maka sebenarnya bukan hanya sekadar memenuhi pembuktian materiil saja. Namun, ada juga tujuan lain daripada Polda Kaltim, khususnya Ditresnarkoba, untuk dapat mengungkap pola drivernya saat ada di kantor dinas,” ujar Romylus.

Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba pada 2026 tidak hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum. Polda Kaltim juga menerapkan pendekatan pencegahan yang terintegrasi, agar potensi peredaran zat terlarang dapat dikenali lebih awal dari lingkungan terdekat dan pola pergaulan pelaku.

“Di tahun 2026 ini ada strategi baru untuk pemberantasan narkoba yang kami terapkan, yaitu kita tidak melulu hanya bicara penindakan terpola, tapi kita juga bicara pencegahan terintegrasi,” tukasnya.

Penyidik masih melakukan asesmen, evaluasi, dan pengumpulan fakta atas seluruh temuan dalam perkara tersebut. Informasi yang diperoleh dari pemeriksaan kepala DPPR dan rangkaian penyidikan lainnya akan digunakan untuk memperjelas dugaan peran WS, mengidentifikasi kemungkinan jaringan tambahan, serta menjadi bahan perbaikan pengawasan di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

Frequently Asked Questions

What is Polda Kaltim Periksa Kepala DPPR Balikpapan?

Polda Kaltim Periksa Kepala DPPR Balikpapan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polda Kaltim Periksa Kepala DPPR Balikpapan matter?

Polda Kaltim Periksa Kepala DPPR Balikpapan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment