Polemik Koordinator Wilayah BGN Surabaya, Mentan Amran akan Bertemu Komnas Perempuan
Daftar Isi
Polemik Koordinator Wilayah BGN Surabaya: Mentan Amran Bertemu Komnas Perempuan
Beritabaru1.com – Polemik Koordinator Wilayah BGN Surabaya kembali menjadi sorotan publik setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan bertemu dengan Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) di Jakarta pada Kamis mendatang. Pertemuan strategis ini digelar menyusul kontroversi terkait permintaan Mentan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar Koordinator Wilayah BGN Surabaya, Tiara Devi, diganti dari jabatannya. Langkah ini diambil setelah permintaan tersebut disoroti oleh Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, yang menilai pernyataan Mentan Amran menjurus pada stereotip gender.
Klarifikasi Langsung Mentan Amran kepada Komnas Perempuan
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Media Kementerian Pertanian (Karo KLI Kementan), Arif Cahyono, menjelaskan secara rinci bahwa Mentan Amran telah mengklarifikasi langsung persoalan tersebut kepada Komnas Perempuan begitu isu ini mencuat di media. “Begitu membaca berita itu, Mentan Amran langsung menelpon Komnas Perempuan, meminta maaf dan menjelaskan bahwa beliau tidak bermaksud seperti itu. Mereka mengerti,” ujar Arif dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (12/8).
“Pertemuan besok lebih merupakan pertemuan silaturahmi biasa,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa pertemuan yang akan berlangsung besok bukan dimaksudkan sebagai forum klarifikasi lanjutan, melainkan pertemuan yang lebih bersifat silaturahmi. Hal ini menunjukkan bahwa kedua pihak telah mencapai pemahaman bersama mengenai akar permasalahan yang terjadi.
Akar Masalah dan Konteks Demonstrasi Peternak
Polemik Koordinator Wilayah BGN Surabaya ini bermula dari Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya, pada Selasa (11/8), yang digelar pasca gelombang demonstrasi peternak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (10/8). Salah satu tuntutan utama para peternak dalam demonstrasi tersebut adalah keengganan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyerap telur langsung dari peternak. Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional sudah menyetujui surat permintaan dari Menteri Pertanian agar SPPG meningkatkan serapan telur dari peternak untuk mendongkrak harga telur yang cenderung turun.
Dalam forum tersebut, Tiara diusulkan diganti karena seluruh SPPG di wilayah Surabaya yang menjadi tanggung jawabnya diketahui belum ada satu pun yang menyerap telur dari peternak. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang memicu ketidakpuasan para peternak dan mendorong Mentan Amran untuk mengambil tindakan tegas.
Usulan Mentan tidak berhenti pada permintaan penggantian jabatan. Beberapa saat setelah pernyataan tersebut disampaikan, Mentan Amran mendapat informasi bahwa Tiara tengah dalam kondisi hamil. Merespons hal itu, Amran kemudian menawarkan opsi bagi Tiara untuk pindah tugas ke Kementerian Pertanian di Jakarta, dengan posisi jabatan yang setara atau bahkan lebih tinggi dari jabatannya saat ini, namun dengan beban kerja yang tidak menuntut tantangan fisik dan psikis seberat posisinya sekarang.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Polemik Koordinator Wilayah BGN Surabaya
1. Siapa Tiara Devi dan apa perannya? Tiara Devi adalah Koordinator Wilayah BGN Surabaya yang bertanggung jawab atas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Surabaya.
2. Mengapa Tiara Devi diusulkan diganti? Tiara diusulkan diganti karena seluruh SPPG di wilayah Surabaya yang menjadi tanggung jawabnya belum ada satu pun yang menyerap telur dari peternak.
3. Apa tawaran Mentan Amran kepada Tiara Devi? Mentan Amran menawarkan opsi bagi Tiara untuk pindah tugas ke Kementerian Pertanian di Jakarta dengan posisi jabatan yang setara atau lebih tinggi.
4. Kapan pertemuan Mentan Amran dengan Komnas Perempuan? Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang setelah isu mencuat di media.
5. Apakah pertemuan tersebut bersifat formal atau informal? Pertemuan tersebut lebih bersifat silaturahmi biasa dan bukan sebagai forum klarifikasi lanjutan.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan Polemik Koordinator Wilayah BGN Surabaya ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut antara berbagai pihak yang terlibat.