Nusantara

Seorang Warga di Kubu Raya Meninggal saat Bantu Pemadaman Karhutla

1786617934_e0ab99eec1e3f06c93fa
Foto : Mark Brown - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Tragedi di Tengah Pemadaman: Seorang Warga di Kubu Raya Tewas Saat Membantu Memadamkan Karhutla
  2. Related Reading

Tragedi di Tengah Pemadaman: Seorang Warga di Kubu Raya Tewas Saat Membantu Memadamkan Karhutla

Beritabaru1.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Barat kembali menelan korban jiwa. Kali ini, seorang Warga di Kubu Raya Meninggal dunia saat sedang membantu upaya pemadaman api di kebun sawit. Tragisnya, korban yang bernama Kasim, seorang pria berusia 65 tahun, ditemukan dalam posisi tertelungkup di tengah kebun pada hari Selasa, 11 Agustus 2020. Kejadian ini terjadi di Dusun Rasau Karya, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, yang menjadi salah satu wilayah rawan karhutla di Kalimantan Barat.

Profil Korban dan Aktivitas Terakhir

Kasim dikenal sebagai seorang penjaga kebun milik warga setempat bernama Ahmad. Sebagai seorang pekerja yang setia, ia rutin menjaga kebun tersebut dan membantu berbagai aktivitas pemeliharaan lahan. Pada hari kejadian, Kasim terlihat aktif membersihkan ranting-ranting pohon di sekitar area kebun. Sebelumnya, ia sempat meninggalkan kebun untuk membeli makanan, lalu kembali dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitasnya.

Saat api mulai meluas, Kasim turut memberikan dukungan logistik kepada para petugas pemadam yang sedang bekerja. Ia dikenal sebagai orang yang suka membantu dan tidak sungkan untuk turun tangan ketika ada kegiatan pemadaman. Aktivitas ini dilakukan dengan penuh semangat meskipun cuaca saat itu cukup panas dan asap mulai menyelimuti area kebun.

Rangkaian Kejadian yang Berujung Tragis

Menurut keterangan Aiptu Ade, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah membersihkan ranting, Kasim duduk dan mulai mengeluhkan rasa mual serta ingin muntah. Ahmad, pemilik kebun, kemudian menawarkan minuman dan menyarankan agar korban pulang untuk beristirahat, namun Kasim menolak tawaran tersebut dengan alasan ingin menyelesaikan pekerjaannya.

Ahmad pun meninjau kebun di sebelahnya. Sekitar dua jam kemudian, ia kembali ke lokasi karena tidak melihat Kasim keluar dari kebun. Ketika mengecek kondisi Kasim, Ahmad mendapati korban sudah tertelungkup dan tidak bergerak. Ia segera meminta pertolongan kepada tim gabungan penanganan karhutla yang berada tidak jauh dari lokasi. Tim tersebut terdiri dari personel TNI-Polri, BNPB, pemadam kebakaran, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Evakuasi dan Hasil Pemeriksaan Medis

Personel dari berbagai instansi kemudian mendatangi lokasi dan dengan cepat mengevakuasi Kasim ke RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi korban yang sudah tidak sadarkan diri. Ambulans dari rumah sakit setempat segera datang untuk menjemput korban dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Nyawa Kasim tidak tertolong. Berdasarkan pemeriksaan dokter jaga RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, korban dinyatakan meninggal dunia,” terang Ade.

Ade menjelaskan bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Kondisi cuaca yang panas dan aktivitas fisik yang dilakukan selama pemadaman diperkirakan menjadi faktor pemicu serangan jantung pada Kasim. Keluarga korban kemudian dimintai keterangan untuk melengkapi proses administrasi rumah sakit.

Dampak Karhutla terhadap Masyarakat Lokal

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang bahaya karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa manusia. Setiap tahun, wilayah Kalimantan Barat mengalami musim kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat di sekitar area rawan karhutla perlu lebih waspada dan memahami cara-cara pencegahan serta penanganan darurat.

Pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai program edukasi. Selain itu, pemasangan alat deteksi dini dan pembentukan tim respons cepat juga menjadi bagian dari strategi pencegahan. Seorang Warga di Kubu Raya yang menjadi korban kali ini menjadi simbol pentingnya kehati-hatian saat melakukan aktivitas di luar ruangan selama musim kemarau.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini

Apa penyebab kematian Kasim? Berdasarkan pemeriksaan medis, Kasim diduga meninggal akibat serangan jantung yang dipicu oleh aktivitas fisik dan kondisi cuaca panas saat membantu pemadaman karhutla.

Di mana tepatnya kejadian ini terjadi? Kejadian terjadi di Dusun Rasau Karya, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Siapa saja yang terlibat dalam evakuasi korban? Evakuasi melibatkan personel dari TNI-Polri, BNPB, pemadam kebakaran, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Berapa usia korban saat meninggal dunia? Kasim berusia 65 tahun saat meninggal dunia pada hari Selasa, 11 Agustus 2020.

Apakah ada faktor cuaca yang mempengaruhi kejadian? Ya, cuaca panas dan aktivitas fisik yang dilakukan selama pemadaman diperkirakan menjadi faktor pemicu serangan jantung pada Kasim.

Leave a Comment