Nusantara

Perempuan Pesisir Batam Dokumentasikan Mangrove lewat Herbarium

1787032925_0073b5464d8a0d976599
Foto : Michael Gonzalez - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Perempuan Pesisir Batam Dokumentasikan Mangrove Lewat Herbarium: 12 Spesies Bakau Kini Tercatat Ilmiah
  2. Related Reading

Perempuan Pesisir Batam Dokumentasikan Mangrove Lewat Herbarium: 12 Spesies Bakau Kini Tercatat Ilmiah

Beritabaru1.com – Perempuan Pesisir Batam Dokumentasikan Mangrove bukan sekadar judul berita; bagi sepuluh warga Kampung Tua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, langkah itu berarti mengubah warisan lisan yang selama puluhan tahun hanya hidup di ingatan menjadi arsip botani yang dapat dibaca, disimpan, dan diwariskan. Berkat pendampingan tim pengabdian masyarakat Universitas Internasional Batam (UIB), para perempuan tersebut berhasil menyusun satu set herbarium yang memuat 12 spesies mangrove lokal lengkap dengan pelabelan ilmiah.

Pengetahuan Lisan yang Selama Ini Tak Terdokumentasi

Stivani Ayuning Suwarlan, Ketua Tim Pengabdian UIB, mengungkap bahwa selama ini peran perempuan di kawasan bakau dibatasi pada urusan konsumsi dan kebersihan rumah tangga. Padahal, mereka menyimpan pemahaman mendalam mengenai ekosistem bakau — mana yang buahnya bisa dimakan, mana yang beracun, mana yang akarnya kuat menahan lumpur — namun tidak pernah tercatat secara formal di mana pun.

“Masalahnya bukan kawasannya tidak menarik, tetapi tidak ada yang bisa menceritakannya kepada pengunjung. Padahal ibu-ibu di sini hafal betul jenis bakau yang buahnya bisa dimakan, yang beracun, dan yang akarnya kuat menahan lumpur. Pengetahuan itu yang kami bantu ubah menjadi bentuk yang bisa dibaca dan diwariskan.”

Pendampingan berlangsung melalui tiga sesi pelatihan pada 21 Juni, 26 Juni, dan 1 Juli 2026. Materi mencakup teknik pengambilan spesimen daun, buah, dan propagul secara berkelanjutan, proses pengeringan yang tepat, hingga pelabelan ilmiah yang mencantumkan fungsi ekologis masing-masing spesimen. Dengan demikian, perempuan pesisir Batam yang mendokumentasikan mangrove kini memiliki keterampilan teknis setara standar herbarium akademik.

Jejak Digital Menuju Komunitas Ilmiah Global

Di samping dokumentasi fisik, tim UIB memperkenalkan teknologi digital melalui aplikasi iNaturalist. Lewat platform tersebut, para peserta mengunggah 50 observasi yang mencakup 25 takson mangrove dan biota pesisir ke jaringan ilmiah dunia. Khoirul Anwar, anggota tim dari bidang biologi, menegaskan signifikansi langkah itu: “Sekarang data keanekaragaman hayati Bakau Serip bisa diakses siapa saja di dunia, dan yang memasukkan datanya orang kampung sendiri, bukan peneliti dari luar.”

Konteks Ekonomi Ekowisata Pandang Tak Jemu

Kegiatan ini menyasar kawasan Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu yang dikelola secara swadaya oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pandang Tak Jemu. Kendati memiliki daya tarik alam yang nyata, kawasan ini menghadapi tekanan ekonomi serius. Dengan tarif masuk berkisar Rp10.000 hingga Rp30.000, jumlah pengunjung rata-rata hanya 30 sampai 40 orang per bulan — angka yang jauh dari cukup untuk menutupi biaya perawatan dan pengembangan infrastruktur.

Lonjakan Kapasitas dan Output Nyata

Program yang berjalan dari Juni hingga Agustus 2026 mencatat peningkatan kompetensi yang signifikan. Tes pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan rata-rata nilai peserta melonjak dari 73 menjadi 93, dengan seluruh peserta melampaui ambang kompetensi minimum. Hasil akhir tidak berhenti pada herbarium: tim juga menghasilkan poster edukasi, papan informasi permanen, serta rancangan paket wisata edukasi yang mengombinasikan susur mangrove, sesi interpretasi mendalam, dan aksi penanaman bakau oleh wisatawan.

“Kalau dulu tamu datang lalu foto-foto dan pulang, sekarang kami bisa lebih detail menjelaskan. Ada yang bisa kami tunjukkan dan kami ceritakan.”

Hasnindar, Ketua KUB Pandang Tak Jemu, menyambut perubahan tersebut. Bagi warga Bakau Serip, menjadi narator utama kekayaan hayati kampung sendiri kini bukan lagi angan-angan, melainkan kenyataan yang terdokumentasi dan dapat diakses publik.

FAQ: Perempuan Pesisir Batam Dokumentasikan Mangrove

Apakah herbarium ini terbuka untuk umum? Ya. Herbarium yang disusun oleh sepuluh perempuan Bakau Serip dapat diakses oleh pengunjung Ekowisata Pand

Leave a Comment