Nusantara

34 Kasus Baru HIV Ditemukan di Berau pada 2026, Tujuh Kasus pada Ibu Hamil

1786638280_a1b76751c3ca845f7f39
Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. 34 Kasus Baru HIV Ditemukan di Berau: Peningkatan Signifikan pada 2026
  2. Related Reading

34 Kasus Baru HIV Ditemukan di Berau: Peningkatan Signifikan pada 2026

Beritabaru1.com – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali mencatatkan peningkatan jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) yang baru terdiagnosis. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan setempat, 34 Kasus Baru HIV Ditemukan di wilayah ini sepanjang tahun 2026. Dari total kasus tersebut, tujuh orang di antaranya adalah ibu hamil yang positif HIV, menyoroti pentingnya skrining prenatal yang lebih intensif.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menyampaikan informasi ini saat ditemui Media Indonesia pada Kamis (13/8). Ia menjelaskan bahwa jumlah pemeriksaan HIV alami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, tercatat lebih dari 5.761 orang menjalani tes. Angka tersebut melonjak menjadi sekitar 7.257 pada 2025. Sementara itu, untuk tahun berjalan, jumlah pemeriksaan mencapai 3.136 orang.

Data Sementara dan Target Skrining

Lamlay memaparkan bahwa total ODHIV di wilayah tersebut kini mencapai 169 orang. Temuan tahun 2026 sebanyak 34 kasus belum dicampuradukkan dengan data sebelumnya. Ia menekankan pentingnya membedakan antara jumlah yang sudah pernah diperiksa dengan yang baru ditemukan.

“Sedangkan untuk data sementara jumlah ODHIV mencapai 169 dengan temuan sementara tahun 2026 sejumlah 34 ODHIV tujuh diantaranya merupakan Ibu hamil. Temuan baru di tahun 2026 berjalan tidak dicampuradukkan dengan jumlah orang yang telah menjalani pemeriksaan,” bebernya.

Menurutnya, semakin banyak orang yang melakukan tes, semakin baik. Namun, ia berharap angka kasus baru tidak terus meningkat. Target pemeriksaan diharapkan dapat terus naik seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perluasan cakupan skrining.

Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak

Skrining kini menjadi bagian integral dari layanan kesehatan bagi calon pengantin. Lamlay mendorong agar calon pengantin melakukan pemeriksaan sebanyak-banyaknya. Selain itu, penguatan screening sangat penting untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.

“Ibu hamil dengan HIV memiliki potensi menularkan virus kepada bayinya, sehingga membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan. Pun ketika bayi lahir, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan guna mengetahui kondisi serta memastikan langkah penanganan yang diperlukan,” katanya.

Pemeriksaan dan pengobatan bagi ODHIV tersedia secara gratis melalui fasilitas kesehatan. Layanan ini dapat diakses masyarakat di berbagai Puskesmas setempat. Tim Dinkes dan Puskesmas juga aktif melakukan jemput bola ke lokasi-lokasi rawan penularan, termasuk area terpencil dan terluar di Kabupaten Berau.

Pergeseran Tren Penularan HIV/AIDS

Berdasarkan data lapangan, terjadi pergeseran signifikan dalam tren penularan HIV/AIDS di Berau. Sebelumnya, faktor penggunaan narkoba melalui jarum suntik mendominasi sebagai penyebab utama. Kini, perilaku hubungan seksual sesama jenis atau Laki-laki Suka Laki-laki (LSL) atau gay telah menjadi penyebab terbesar.

“Sekarang LSL mendominasi penyebab penularan HIV berbeda kalau dulu terbanyak disebabkan oleh penggunaan jarum suntik yang digunakan oleh pecandu narkoba,” sebutnya.

Lamlay mengakui bahwa temuan ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya dan masyarakat. Perilaku berisiko ini tidak hanya bertentangan dengan nilai sosial setempat, tetapi juga menjadi faktor risiko tertinggi dalam penyebaran dan lonjakan kasus baru. Melalui penguatan skrining hingga ke pelosok, Dinkes berharap dapat mendeteksi kasus lebih dini dan memutus rantai penularan secara efektif.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus HIV di Berau

Berapa total kasus HIV yang ditemukan di Berau pada 2026? Sebanyak 34 kasus baru HIV ditemukan di Berau sepanjang tahun 2026, dengan tujuh di antaranya merupakan ibu hamil.

Apakah pemeriksaan HIV gratis di Berau? Ya, pemeriksaan dan pengobatan bagi ODHIV tersedia secara gratis melalui fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di Kabupaten Berau.

Apa penyebab utama penularan HIV di Berau saat ini? Perilaku hubungan seksual sesama jenis (LSL/gay) telah menjadi penyebab terbesar, berbeda dengan masa lalu yang didominasi oleh penggunaan jarum suntik narkoba.

Bagaimana cara mencegah penularan HIV dari ibu ke anak? Ibu hamil perlu menjalani skrining HIV secara rutin dan mendapatkan penanganan lanjutan. Pemeriksaan juga dilakukan setelah bayi lahir untuk memastikan langkah penanganan yang tepat.

Lamlay mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan HIV. Langkah ini penting bagi seseorang untuk mengetahui status kesehatan lebih awal dan mendapatkan penanganan segera jika hasil menunjukkan adanya infeksi. Yang terpenting, masyarakat harus membangun pola hidup dan pergaulan yang sehat.

Leave a Comment