20 Rumah Warga Prasejahtera Dibedah di Empat Daerah
Daftar Isi
Bedah Rumah untuk Keluarga Prasejahtera: Kolaborasi BTN dan PPATK di Empat Wilayah
Beritabaru1.com – Masalah hunian tidak layak masih menjadi tantangan signifikan di Indonesia. Sekitar sepertiga keluarga Indonesia belum memiliki tempat tinggal yang memenuhi standar kelayakan. Untuk mengatasi hal ini, berbagai pihak perlu terlibat, bukan hanya pemerintah. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) meluncurkan program bedah rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di desil 1 hingga sebagian desil 4. Program ini berhasil menargetkan 20 Rumah Warga Prasejahtera Dibedah di empat daerah berbeda.
Program yang Menyasar Mereka yang Belum Terjangkau KPR
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan bahwa skema kredit pemilikan rumah (KPR) tidak selalu bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Banyak warga di desil bawah yang masih kesulitan membayar angsuran.
“Masih ada masyarakat yang belum mampu membayar angsuran KPR, terutama di desil bawah. Karena itu, bedah rumah menjadi salah satu solusi,” ujar Nixon di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (13/8).
Sebanyak 20 rumah tidak layak huni (RTLH) diperbaiki dalam program ini, dengan distribusi merata lima unit di setiap daerah: Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo. Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama BTN-PPATK pada tahun 2025 yang telah memperbaiki 15 rumah. Dengan demikian, total 35 rumah telah direnovasi dalam kurun waktu dua tahun.
Transformasi BTN dan Dukungan terhadap Agenda BUMN
Program bedah rumah ini sejalan dengan transformasi BTN menuju visi Beyond Mortgage – Membangun Rumah, Membangun Kehidupan. Langkah ini juga mendukung agenda BUMN dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Hingga saat ini, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di seluruh Indonesia. Nixon menambahkan bahwa keterlibatan korporasi secara bersama-sama dapat memberikan dampak yang lebih besar dan langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Kalau semua korporasi bergerak bersama, dampaknya bisa jauh lebih besar dan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
PPATK dan Gerakan Anti Pencucian Uang
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang telah memasuki tahun ke-24. Program ini juga mengusung semangat “Rumah Bersih, Keuangan Bersih” yang akan diperluas melalui literasi keuangan keluarga.
“Bersama BTN, kami memperbaiki rumah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal. Kegiatan ini akan terus kami lanjutkan,” ujar Ivan.
Dampak di Tingkat Daerah
Di Kabupaten Lebak, Wakil Bupati Amir Hamzah menyebutkan bahwa masih terdapat sekitar 5.000 warga dalam kategori kemiskinan ekstrem dengan tingkat kemiskinan mencapai 8,03%. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk membantu masyarakat setempat.
“Kami berterima kasih atas perhatian BTN dan PPATK. Harapannya program seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Sanatra, mengungkapkan rasa syukurnya setelah rumahnya yang sebelumnya rusak dan bocor kini diperbaiki.
“Dulu rumah mau roboh dan bocor, tapi tidak ada biaya untuk memperbaiki. Sekarang sudah bagus, kami sangat bersyukur,” katanya.
Penerima bantuan ditentukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta melalui proses verifikasi kondisi rumah. Program ini juga mendukung target Program 3 Juta Rumah pemerintah, khususnya untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Bedah Rumah
Apa kriteria rumah yang bisa mendapatkan bantuan bedah rumah? Rumah yang masuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH) dan berada di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi menjadi prioritas utama. Verifikasi dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama pemerintah daerah setempat.
Bagaimana proses pemilihan penerima bantuan? Penerima bantuan dipilih melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan melalui proses verifikasi kondisi rumah. Prioritas diberikan kepada keluarga prasejahtera yang belum terjangkau program KPR konvensional.
Berapa lama program bedah rumah ini berlangsung? Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama BTN-PPATK yang telah dimulai pada tahun 2025. Dalam dua tahun terakhir, total 35 rumah telah direnovasi, dengan 20 Rumah Warga Prasejahtera Dibedah sebagai bagian dari program terbaru.
Apakah program ini akan diperluas ke daerah lain? Ya, program ini akan terus diperluas sesuai dengan komitmen BTN dan PPATK dalam mendukung agenda BUMN. Literasi keuangan keluarga juga akan menjadi bagian dari pengembangan program ke depan.
Bagaimana cara masyarakat mengetahui informasi program ini? Masyarakat dapat mengikuti informasi melalui situs resmi BTN dan PPATK, serta melalui pengumuman dari pemerintah daerah setempat. Program ini juga sering diulas melalui media nasional seperti Media Indonesia.