Bea Cukai Dukung Kelancaran Penyelenggaraan GIIAS 2026: Strategi Kepabeanan untuk Pameran Otomotif Terbesar
Beritabaru1.com – Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Pameran otomotif bergengsi ini akan bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Sebagai ajang otomotif tahunan terbesar di Indonesia, GIIAS tidak hanya berfungsi sebagai tempat peluncuran kendaraan baru, tetapi juga menjadi platform strategis untuk promosi teknologi otomotif, menarik investasi industri, serta mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap kelancaran penyelenggaraan acara tersebut. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai layanan kepabeanan, pengawasan ketat, serta pemberian fasilitas khusus. Tujuan utama dari langkah ini adalah memastikan proses pemasukan barang impor untuk kebutuhan pameran berjalan lebih cepat, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Fasilitas TPPB dan Kemudahan Fiskal untuk Pameran
Di balik kelancaran penyelenggaraan pameran otomotif, Bea Cukai memainkan peran krusial dalam mendukung arus masuk barang impor. Salah satu wujud nyata dukungan tersebut adalah pemberian kemudahan impor melalui fasilitas penyelenggaraan pameran berikat (TPPB). Fasilitas ini diberikan kepada PT Indonesia International Expo (PT IIE), yang bertindak sebagai penyelenggara resmi GIIAS 2026.
“Jadi melalui fasilitas tersebut, barang impor yang digunakan untuk keperluan pameran memperoleh fasilitas fiskal berupa penangguhan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI),” jelas Budi Prasetiyo, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai.
Selain memberikan kemudahan fiskal, fasilitas TPPB juga menghadirkan penyederhanaan prosedur kepabeanan serta kepastian hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, proses pemasukan barang pameran dari luar negeri dapat berlangsung lebih efisien dan mendukung kelancaran pelaksanaan GIIAS secara menyeluruh.
Pengawasan Ketat dan Komitmen Pemerintah
Sejalan dengan pemberian pelayanan dan fasilitas kepabeanan, Bea Cukai juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap barang impor yang masuk ke kawasan pameran. Pengawasan dilakukan sejak barang memasuki kawasan TPPB hingga penyelesaian kewajiban kepabeanan, termasuk saat barang dikeluarkan kembali setelah pameran berakhir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan tanpa mengurangi kemudahan yang diberikan kepada penyelenggara maupun peserta pameran.
Budi Prasetiyo mengatakan bahwa dukungan Bea Cukai terhadap penyelenggaraan GIIAS merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui pelayanan kepabeanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Hal ini sejalan dengan visi Bea Cukai untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri otomotif nasional.
“Melalui fasilitas impor sementara dan TPPB, Bea Cukai memberikan kemudahan fiskal, penyederhanaan prosedur kepabeanan, serta kepastian hukum bagi penyelenggara dan peserta pameran. Dukungan ini diharapkan dapat memperlancar arus barang internasional, mendorong investasi, memperkuat perdagangan, dan meningkatkan daya saing industri otomotif nasional,” ujar Budi.
Perspektif Penyelenggara dan Sistem CEISA
Terkait layanan dan fasilitasi yang diberikan Bea Cukai, Bonded Warehouse Officer PT IIE, Wicaksana Army Putra, menyampaikan bahwa pelayanan Bea Cukai di TPPB sangat responsif dan membantu kelancaran proses pemasukan barang impor. Informasi mengenai perubahan peraturan dan kebijakan juga mudah diakses serta dapat segera diteruskan kepada forwarder yang terlibat dalam operasional pameran.
Menurutnya, setiap kendala yang dihadapi selalu mendapat solusi dengan cepat, sehingga selama tiga tahun mendampingi operasional TPPB atas nama PT IIE, seluruh proses berjalan lancar dan kerja sama dengan Bea Cukai terjalin dengan baik. Hal ini menunjukkan efektivitas sistem yang telah diterapkan.
“Masukan dari kami lebih kepada peningkatan sistem CEISA. Kemarin sempat terjadi error yang tidak hanya dialami oleh kami, tetapi juga pengguna lain seperti kawasan berikat dan gudang berikat. Saat ini kendala tersebut sudah diperbaiki, tetapi ke depannya sistem perlu terus ditingkatkan agar lebih stabil. Sementara itu, pelayanan petugas secara personal sudah sangat baik,” sambung Army saat ditemui di ICE BSD, Selasa (5/8).
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Dukungan Bea Cukai untuk GIIAS 2026
Apa itu fasilitas TPPB untuk GIIAS 2026?
TPPB atau Penyelenggaraan Pameran Berikat adalah fasilitas kepabeanan yang memberikan kemudahan bagi penyelenggara pameran dalam mengimpor barang tanpa harus membayar bea masuk dan PDRI secara langsung. Barang-barang tersebut dapat ditangguhkan pembayarannya selama masa pameran berlangsung.
Bagaimana Bea Cukai mendukung kelancaran penyelenggaraan GIIAS 2026?
Bea Cukai Dukung Kelancaran Penyelenggaraan GIIAS 2026 melalui berbagai cara, termasuk pemberian fasilitas TPPB, pengawasan ketat terhadap barang impor, penyederhanaan prosedur kepabeanan, serta peningkatan sistem CEISA untuk memastikan proses yang lebih stabil dan efisien.
Siapa yang bertindak sebagai penyelenggara GIIAS 2026?
PT Indonesia International Expo (PT IIE) bertindak sebagai penyelenggara resmi GIIAS 2026. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan Bea Cukai selama tiga tahun terakhir dalam mengelola operasional TPPB untuk pameran otomotif ini.
Apa manfaat fasilitas impor sementara untuk peserta pameran?
Fasilitas impor sementara memungkinkan peserta pameran mengimpor barang tanpa harus membayar bea masuk dan pajak secara penuh. Setelah pameran berakhir, barang dapat diekspor kembali atau dibayar sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui dukungan pelayanan, pengawasan, dan pemberian fasilitas kepabeanan tersebut, Bea Cukai terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan berbagai pameran internasional di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi, memperlancar perdagangan internasional, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan industri nasional, termasuk sektor otomotif yang terus berkembang pesat.
