Ekonomi

Ikhtiar PAM JAYA Menuju Akses Air Bersih Merata

1786639766_ebc4f8355465447cb51d
Foto : Emily Davis - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. PAM JAYA Percepat Pencapaian Cakupan Air Bersih 100 Persen di Jakarta
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

PAM JAYA Percepat Pencapaian Cakupan Air Bersih 100 Persen di Jakarta

Beritabaru1.com – Upaya percepatan untuk menuntaskan target cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen di wilayah Jakarta sedang digenjot maksimal. Saat ini, PT Air Minum Jaya atau yang dikenal sebagai PAM JAYA (Perseroda) telah mencatatkan angka 82,6 persen dalam hal cakupan pelayanannya. Angka tersebut didorong oleh peningkatan jumlah pelanggan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Capaian ini menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk mempercepat proses penyambungan bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh layanan air bersih.

Strategi perluasan jaringan diterapkan secara komprehensif, mencakup pembangunan pipa utama hingga sambungan langsung menuju rumah-rumah pelanggan. Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan perkembangan terbaru saat ditemui di kantor pusatnya di Jakarta Pusat pada hari Selasa, 11 Agustus lalu.

Dari yang awalnya 900 ribu pelanggan, kini sudah mencapai 1,2 juta orang yang menikmati air bersih dari PAM JAYA.

Ekspansi Agresif di Wilayah Timur dan Utara

Proses ekspansi jaringan saat ini berjalan paling gencar di Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Berbagai kawasan yang sebelumnya belum tersentuh layanan, seperti Marunda, Cilincing, Kebon Kosong, hingga Rusun Marunda, kini mulai terhubung dengan jaringan perpipaan air bersih. Untuk memperkuat pasokan, PAM JAYA mengandalkan suplai air baku dari Waduk Jatiluhur di Jawa Barat serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran 3. Langkah strategis ini difokuskan untuk meningkatkan keandalan pasokan, khususnya di wilayah timur dan utara Jakarta.

Masa depan juga akan menghadirkan reservoir komunal yang bertujuan meningkatkan cakupan air bersih lebih luas lagi. Sebaliknya, kawasan Jakarta Barat masih menghadapi tantangan tersendiri. Pembangunan infrastruktur pendukung dari Bendungan Karian, Banten, menuju Jakarta yang belum rampung membuat percepatan layanan di wilayah tersebut belum selaju kawasan timur dan utara.

Tantangan Rehabilitasi dan Perluasan Jaringan

Arief menekankan bahwa pemenuhan target layanan 100 persen tidak hanya sebatas menambah jaringan sambungan baru. PAM JAYA juga harus memastikan pemerataan tekanan air agar seluruh pelanggan mendapatkan pelayanan yang optimal. Selain itu, perusahaan dihadapkan pada tantangan membenahi jaringan perpipaan yang berusia uzur. Dari total sekitar 13 ribu kilometer jaringan pipa yang ada, beberapa segmen di antaranya telah berumur hingga 104 tahun.

Program rehabilitasi jaringan pun telah disiapkan. Kendati demikian, PAM JAYA memilih mendahulukan perluasan sambungan baru guna menghindari tumpang-tindih antara proyek pembangunan jaringan baru dan penggantian pipa lama. Mengingat besarnya cakupan pekerjaan, PAM JAYA berupaya menerapkan teknologi mutakhir yang memungkinkan proses pembangunan dan rehabilitasi jaringan berjalan dengan efek gangguan minimal terhadap aktivitas warga. Pasalnya, bentangan pipa PAM berada di bawah akses jalan vital serta kawasan permukiman padat.

Langkah ini sekaligus ditujukan untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap air tanah. Perluasan cakupan perpipaan dipandang krusial dalam meredam eksploitasi air tanah yang menjadi salah satu pemicu utama penurunan muka tanah (land subsidence) di Jakarta. Untuk mengikis sisa 17,4 persen demi mencapai cakupan 100 persen, Arief mengakui dibutuhkan pembangunan infrastruktur berskala masif, koordinasi erat antarutilitas, serta kesabaran dari masyarakat.

Memang tantangan menyelesaikan 100 persen pelayanan ini tidak mudah. Tapi ketika kita selesai semua itu akan kemudian semua bahagia. Karena air menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa disubstitusi.

Antisipasi Penurunan Muka Air Waduk Jatiluhur

Di sisi lain, PAM JAYA kini bersiap merespons ancaman penurunan ketersediaan air baku akibat berfluktuasinya muka air Waduk Jatiluhur. Arief mengungkapkan, muka air Waduk Jatiluhur saat ini berada pada posisi 99 meter di atas permukaan laut (mdpl), menyusut dari kondisi rata-rata normal di level 110 mdpl.

Walaupun itu masih garis aman. Alert-nya ketika di 85 mdpl.

Sebagai antisipasi darurat apabila suplai air baku utama tertekan, PAM JAYA menyiagakan teknologi pengolahan air bergerak atau mobile water treatment plant (WTP). Teknologi ini memfasilitasi pengambilan air dari sumber-sumber alternatif yang tersedia untuk kemudian diolah seketika menjadi air siap minum. Proses pengolahan dengan mobile WTP tergolong singkat, berkisar antara 30 menit hingga maksimal dua jam. Unit ini sebelumnya juga teruji membantu krisis air bersih saat penanggulangan bencana di luar daerah.

Arief memastikan distribusi air bersih untuk warga Jakarta sejauh ini tetap berjalan normal tanpa adanya kondisi kekeringan yang mengharuskan pengerahan armada mobil tangki secara rutin. Sementara itu, peneliti Jakarta Public Service (JPS) Rahmat Hidayat, menilai transformasi layanan PAM JAYA merupakan fondasi kokoh untuk menghadirkan akses air minum perpipaan yang modern, pro

Frequently Asked Questions

What is Ikhtiar PAM JAYA Menuju Akses Air Bersih?

Ikhtiar PAM JAYA Menuju Akses Air Bersih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ikhtiar PAM JAYA Menuju Akses Air Bersih matter?

Ikhtiar PAM JAYA Menuju Akses Air Bersih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment