Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Inflasi dan Menyusutnya Surplus Dagang Tekan Rupiah
Ekonomi

Inflasi dan Menyusutnya Surplus Dagang Tekan Rupiah

Karen Smith Reporter Rabu, 03 Juni 2026 pukul 16:16 WIB 2 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
d998c8fb-dd54-4cec-87a5-ec6b577fb39f-0

Table of Contents

Toggle
  • Inflasi dan Menyusutnya Surplus Dagang Tekan Rupiah
    • Faktor Utama yang Memicu Tekanan Rupiah
    • Konteks Surplus Dagang yang Menyusut

Inflasi dan Menyusutnya Surplus Dagang Tekan Rupiah

Inflasi dan Menyusutnya Surplus Dagang Tekan – Rupiah kembali mengalami tekanan dalam nilai tukar, terutama karena kombinasi kenaikan inflasi dan penurunan surplus dagang. Kedua faktor ini memperkuat sentimen negatif yang terjadi di pasar keuangan domestik maupun internasional. Menurut Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang dan komoditas, kondisi ini menjadi perhatian utama bagi investor dan pemerintah, karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi secara signifikan.

Faktor Utama yang Memicu Tekanan Rupiah

Situasi ekonomi Indonesia semakin kritis akibat dua isu utama: inflasi yang terus menguat dan menyusutnya surplus dagang. Dalam Mei 2026, inflasi bulanan mencapai 0,28%, naik dari 0,13% di bulan sebelumnya. Dalam keterangan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), angka ini mencerminkan kenaikan harga pangan, energi, dan komoditas yang diatur pemerintah. Ibrahim Assuaibi menegaskan bahwa inflasi yang meningkat berpotensi memperburuk kondisi rupiah, terlebih di tengah ketidakpastian global yang semakin menguat.

Di sisi lain, surplus dagang Indonesia yang sebelumnya mencatatkan kinerja positif turun signifikan. Dalam April 2026, surplus hanya mencapai US$89,1 juta, dibandingkan dengan surplus yang lebih besar di bulan-bulan sebelumnya. Tren ini memperpanjang ketidakstabilan yang telah terjadi selama beberapa bulan, seiring dengan tekanan pasokan global dan kenaikan harga komoditas internasional.

“Inflasi dan menyusutnya surplus dagang menjadi dua pelaku utama yang menekan rupiah, khususnya di tengah perubahan kondisi ekonomi internasional dan domestik yang tidak terduga,” kata Ibrahim Assuaibi, Rabu (3/6).

Konteks Surplus Dagang yang Menyusut

Ketidakstabilan surplus dagang Indonesia terjadi karena beberapa alasan, termasuk kenaikan harga energi global dan gangguan distribusi komoditas. Pada April 2026, surplus perdagangan nonmigas mencapai US$3,53 miliar, namun kontribusi dari sektor migas menurun. Ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat terhadap barang impor semakin berkurang, yang secara langsung berdampak pada permintaan mata uang asing terhadap rupiah.

Dalam konteks makroekonomi, Ibrahim Assuaibi menyebut bahwa surplus dagang yang menurun mencerminkan tekanan pada sektor ekspor dan kenaikan biaya impor. “Surplus April yang turun tajam menunjukkan bahwa daya beli rakyat sedang terganggu, serta pertumbuhan ekspor tidak cukup untuk menutupi kenaikan impor,” jelasnya. Hal ini juga memperkuat peran inflasi dalam mengurangi daya beli dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, terutama jika inflasi tidak bisa dikendalikan. Kenaikan harga barang konsumsi, seperti bahan pokok dan energi, akan meningkatkan beban bagi masyarakat, sementara tekanan pada surplus dagang berpotensi memperkuat ketergantungan Indonesia pada impor, yang sekaligus memengaruhi aliran modal ke pasar rupiah.

Dalam perdagangan Rabu sore, rupiah ditutup melemah 127 poin ke 17.966 per dolar AS, dibandingkan level 17.839 sebelumnya. Selama hari tersebut, mata uang domestik sempat turun hingga 130 poin. Ibrahim Assuaibi memperkirakan volatilitas nilai tukar akan terus berlanjut, terutama jika inflasi dan surplus dagang tetap tidak stabil. “Kondisi rupiah besok diperkirakan fluktuatif, dengan potensi ditutup di kisaran 17.960 hingga 18.030 per dolar AS,” prediksi mantan pengamat tersebut.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

8 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

8 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

8 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

8 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

8 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.