Prioritas Utama: DPR Tekankan Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Key Issue
Politisi dari Fraksi Partai NasDem, Erna Sari Dewi, menyatakan bahwa isu keselamatan di perlintasan sebidang menjadi prioritas utama pemerintah dan DPR saat ini. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan kereta api yang sering terjadi di area rawan tersebut. “Key Issue yang mesti ditekankan adalah memastikan perlintasan sebidang tidak lagi menjadi penyebab utama kecelakaan,” tegas Erna dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (23/5).
Kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa rata-rata terdapat sekitar 24 insiden kecelakaan per hari di Indonesia, dengan sebagian besar terjadi di daerah-daerah yang masih memiliki perlintasan sebidang. Erna mengungkapkan bahwa di negara maju, perlintasan sebidang hampir tidak ada lagi karena sistem keselamatan yang lebih canggih dan konsisten. “Key Issue ini menunjukkan bahwa kita harus lebih waspada dan proaktif dalam mengatasi risiko yang mengancam kehidupan warga,” katanya.
“Pengereman yang tepat waktu bisa menyelamatkan nyawa. Sistem peringatan dini harus diperbaiki agar masinis memiliki kesempatan memutuskan kecepatan sebelum terjadi tabrakan,” ujar Erna.
Dalam upaya menyelesaikan masalah ini, Erna menyambut baik langkah pemerintah dan PT KAI yang menutup lebih dari 70 perlintasan sebidang dianggap berbahaya. Namun, ia menegaskan bahwa solusi jangka pendek harus mencakup perbaikan keseluruhan sistem pengamanan, termasuk rambu-rambu yang jelas, mekanisme peringatan dini, serta keberadaan petugas pengawas di pintu perlintasan. “Key Issue ini tidak hanya tentang penutupan, tapi juga peningkatan kualitas infrastruktur dan kesadaran pengguna jalan,” tambahnya.
Solusi Terpadu untuk Mencegah Kecelakaan
Erna menyoroti bahwa keselamatan di perlintasan sebidang perlu dikelola secara terpadu, melibatkan koordinasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pengelola jalan raya. Ia menekankan perlunya survei rutin terhadap kondisi perlintasan untuk menentukan titik-titik yang paling rentan. “Key Issue dalam pencegahan kecelakaan adalah memastikan setiap perlintasan sebidang dilengkapi fasilitas pengamanan yang optimal,” jelas Erna.
Kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang seringkali disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya. Erna menyarankan pemerintah menambahkan papan informasi visual yang memperingatkan pengendara sebelum memasuki perlintasan. “Key Issue utama adalah keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keselamatan. Jika masyarakat tidak memahami risiko, maka sistem pengamanan akan kurang efektif,” imbuhnya.
Langkah Jangka Panjang: Pembangunan Infrastruktur
Dalam jangka panjang, Erna menyarankan pemerintah mengganti perlintasan sebidang dengan flyover dan underpass. Proyek ini, meskipun memerlukan dana besar dan waktu lama, dianggap lebih efisien dalam mengurangi risiko tabrakan. “Key Issue ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan penutupan sementara, tetapi harus melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap,” ujarnya. Erna juga menyoroti pentingnya mengevaluasi rencana penggunaan lahan di sekitar perlintasan sebidang untuk mempercepat proses pembangunan.
