Key Strategy: Meningkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda dengan Program Satu Rekening Satu Pelajar
Key Strategy – Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) menjadi key strategy utama dalam menghadapi tantangan peningkatan literasi keuangan di kalangan remaja. Dengan kerja sama antara Bank Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inisiatif ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan tabungan dan pengelolaan dana secara disiplin sejak usia dini. Di SMAN 28 Jakarta, acara peluncuran program ini dihadiri oleh sejumlah pelajar yang antusias mengikuti materi edukasi finansial. Proses ini tidak hanya membuka wawasan tentang perbankan, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya pendidikan keuangan dalam membentuk pribadi yang mandiri.
Key Strategy ini menyasar sejumlah aspek kritis, seperti cara mengatur keuangan, manfaat tabungan, dan pengenalan produk layanan keuangan yang relevan. Menurut Zahwa Azalea Reza, siswa kelas XI SMAN 28 Jakarta, program Kejar DKI Jakarta memberikan wawasan baru tentang pengelolaan uang. “Sebelumnya, saya hanya menganggap menabung sebagai penyimpanan dana sementara. Kini, saya memahami bahwa program seperti ini memberikan peluang untuk belajar lebih luas, termasuk peran bank dalam mendukung pertumbuhan finansial pelajar,” jelas Zahwa. Ia berharap inisiatif ini terus berkembang, sehingga lebih banyak siswa merasakan manfaatnya.
“Program ini memperkaya pemahaman saya tentang perbankan. Saya sekarang tahu bahwa menabung bisa diikuti dengan berbagai layanan yang membantu pelajar mengelola uang mereka secara lebih efektif,” kata Zahwa di sela-sela acara pembukaan Kejar DKI Jakarta, Selasa (19/5).
Program Kejar sebagai Sarana Edukasi Finansial
Musthafa Ahmad Hermana, siswa kelas XI SMAN 28 Jakarta, mengapresiasi metode edukasi yang diterapkan dalam program ini. “Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk belajar keuangan secara praktis, sehingga konsep yang dijelaskan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Musthafa menekankan bahwa pendekatan yang interaktif dan berbasis kegiatan membuat siswa lebih tertarik mengikuti. Ia juga menyebutkan bahwa program Kejar membuka jalan bagi pelajar untuk mengakses layanan keuangan yang sebelumnya dianggap rumit.
“Saya merasa lebih percaya diri mengelola uang saya sekarang. Program Kejar memberikan ilmu yang berguna, terutama dalam mengetahui bagaimana uang bisa dijadikan alat investasi dan penghematan,” tutur Musthafa.
Berkembangnya program Kejar menjadi key strategy dalam pembelajaran keuangan di tingkat sekolah menunjukkan komitmen pihak terkait untuk memperluas akses pendidikan. Selain itu, program ini juga didukung oleh berbagai metode seperti simulasi, permainan, dan diskusi kelompok, yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi siswa. Dengan pendekatan ini, harapan besar diharapkan untuk membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam penggunaan dana.
Kemitraan dan Keberhasilan Program
Program Kejar DKI Jakarta adalah bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan OJK. Sebagai bank yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta memainkan peran penting dalam menjembatani kebutuhan pelajar dan layanan keuangan. Hingga April 2026, bank ini telah mengelola lebih dari 2,4 juta rekening pelajar dengan total simpanan mencapai Rp1,81 triliun. Produk yang digunakan antara lain Tabungan Pelajar, SimPEL, dan KJP Plus, yang dirancang untuk memudahkan pelajar mengelola dana bantuan sosial.
Key Strategy ini tidak hanya fokus pada tabungan, tetapi juga menyediakan pengetahuan tentang keuangan secara menyeluruh. Dengan adanya kebijakan ini, pelajar dapat memahami berbagai aspek seperti pengeluaran, tabungan, dan investasi. Program ini diharapkan bisa menjadi contoh yang dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia, sehingga lebih banyak remaja merasakan dampak positif dari edukasi keuangan.
Key Strategy dalam program Kejar DKI Jakarta juga mencakup kompetensi guru dan staf sekolah. Para pengajar diberi pelatihan agar bisa memandu siswa secara efektif. Selain itu, program ini diterapkan dalam bentuk pelatihan rutin dan workshop yang beragam. Kemitraan antara Bank Jakarta dan OJK terus diperkuat untuk memastikan program ini berjalan lancar, termasuk dalam pengembangan kurikulum pendidikan keuangan di tingkat menengah.
