Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Key Strategy: Penumpukan Peti Kemasan di Pelabuhan Dinilai Akibat Kerancuan Regulasi
Ekonomi

Key Strategy: Penumpukan Peti Kemasan di Pelabuhan Dinilai Akibat Kerancuan Regulasi

Michael Jones Reporter Rabu, 27 Mei 2026 pukul 15:10 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1779866089_6fa70848cf4e5dd16df8

Table of Contents

Toggle
  • Kerancuan Regulasi Jadi Penyebab Penumpukan Peti Kemas di Pelabuhan
    • Analisis Revitriyoso Husodo
    • Dampak Makro Ekonomi
    • Kebijakan Regulasi yang Dinamis
    • Strategi dan Kritik dari Stakeholder
    • Kelanjutan dan Solusi

Kerancuan Regulasi Jadi Penyebab Penumpukan Peti Kemas di Pelabuhan

Key Strategy dalam kebijakan impor Indonesia mengalami kekacauan karena serangkaian perubahan regulasi yang terus berlangsung. Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 36/2023, 8/2024, dan 16/2025 menciptakan ketidakpastian hukum yang memengaruhi operasional industri pelayaran. Hal ini mengakibatkan penumpukan peti kemas di pelabuhan utama, seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak, yang secara sistemik mengganggu kelancaran rantai pasok. Selain itu, kebijakan yang kurang konsisten berpotensi melumpuhkan pertumbuhan industri berbasis tenaga kerja lokal, karena mengurangi efisiensi logistik dan meningkatkan biaya operasional.

Analisis Revitriyoso Husodo

Revitriyoso Husodo, ahli hukum dari Program Magister Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, menjelaskan bahwa fluktuasi regulasi memperparah keterbatasan dalam mempercepat pengawasan impor. Menurutnya, penggunaan Key Strategy dalam mengatur impor memerlukan koordinasi yang lebih baik antara lembaga terkait. “Kebijakan yang sering berubah memberi ruang bagi penyimpangan, karena pelaku usaha sulit memahami kapan aturan akan diterapkan kembali,” katanya dalam keterangan tertulis. Ia menekankan bahwa hilirisasi industri, salah satu tujuan Key Strategy, tidak bisa tercapai jika regulasi tidak stabil.

“Penumpukan peti kemas hingga 26 ribu kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak pada Mei 2024, dipicu oleh ketatnya syarat dokumen perizinan impor yang tidak konsisten,” ujar Revitriyoso. Ia mengkritik cara pengawasan impor yang beralih dari post-border ke border, karena memicu penundaan pengeluaran barang dan meningkatkan risiko kekacauan di terminal.

Dampak Makro Ekonomi

Key Strategy yang berfokus pada liberalisasi impor memengaruhi alur logistik secara besar-besaran. Perubahan aturan menciptakan kekacauan, sehingga waktu tunggu kapal membesar dan biaya tambat meningkat. Akibatnya, perusahaan logistik mengalami kerugian, sementara pengusaha lokal kesulitan memasarkan produk mereka. “Kenaikan ongkos logistik membuat industri dalam negeri terpinggirkan, terutama sektor tekstil dan baja,” kata Revitriyoso. Ia menyoroti bahwa Key Strategy ini perlu diperbaiki agar tidak mengganggu keseimbangan ekonomi dan pertumbuhan sektor pelayaran nasional.

Kebijakan Regulasi yang Dinamis

Konsistensi Key Strategy dalam kebijakan impor mengalami hambatan karena peraturan yang terus berubah. Permendag 36/2023 memperketat syarat Pertimbangan Teknis (Pertek) dan Laporan Surveyor (LS), sementara Permendag 8/2024 menghilangkan Pertek dari Kementerian Perindustrian. Perubahan ini memicu pertanyaan tentang keberlanjutan Key Strategy, karena menyebabkan masuknya produk impor yang tidak terkendali. “Sementara Permendag 16/2025 menghapus pengawasan Larangan dan Pembatasan (Lartas) di Pasal 93, kebijakan ini mempercepat surplus bahan baku impor, yang berdampak negatif pada penjualan gula lokal,” jelas Revitriyoso.

Strategi dan Kritik dari Stakeholder

Key Strategy juga mendapat kritik dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang menganggap kebijakan impor terlalu menekankan kepentingan ekspor. Penghapusan quota impor dalam Permendag 16/2025, menurut mereka, membuat sektor tebu dalam negeri sulit bertahan. Revitriyoso menambahkan bahwa perubahan regulasi ini memungkinkan importir nakal memanfaatkan celah hukum untuk mengakses pasar dengan mudah. “DPR RI Komisi VI memperkirakan risiko penyalahgunaan sistem API-U ke API-P, yang berpotensi mengurangi daya saing industri nasional,” tambahnya.

Dampak Key Strategy yang tidak terkendali juga terlihat dari peningkatan kemacetan di jalan tol Jakarta akibat antrean truk kontainer. Revitriyoso menyoroti bahwa kenaikan polusi udara menjadi isu lingkungan yang serius, karena ratusan truk terjebak dan mesin berjalan terus-menerus. Ia menyarankan pemerintah perlu merevisi Key Strategy agar lebih menguntungkan sektor dalam negeri, sekaligus menjaga keseimbangan rantai pasok global.

Kelanjutan dan Solusi

Key Strategy dalam kebijakan impor harus disesuaikan dengan dinamika pasar dan kebutuhan industri lokal. Revitriyoso menekankan bahwa pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang lebih fleksibel, tetapi tetap terukur. “Sektor pelayaran perlu kepastian hukum untuk membangun kapasitas jangka panjang, termasuk penggunaan teknologi modern dalam manajemen terminal,” katanya. Ia juga mengusulkan agar keterlibatan stakeholder seperti pelaku usaha dan komunitas lokal diperkuat dalam merancang Key Strategy yang lebih berkelanjutan.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

3c039e4d-bb4c-453e-90c9-f749e4d0dcd7-0

New Policy: Minat Wisata Malang–Purwokerto Terus Meningkat, KA Kertanegara Layani 168.085 Pelanggan

1 menit yang lalu
16d2172c-f838-46d4-86c3-e46c2fc0c962-0

Solution For: Piala Dunia 2026: Carlos Queiroz Tegaskan Ghana Siap Tempur Lawan Kroasia

3 menit yang lalu
e02b3063-9761-4219-a8a4-11065b62dfc0-0

Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Fisik dan Mental serta Tips Memulainya

5 menit yang lalu
a9b8884c-4487-4c71-b201-c5c3f21f9f88-0

Facing Challenges: Cara Masuk FF Advance Server Terbaru: Syarat Daftar dan Kode Aktivasi

7 menit yang lalu
7b689c45-eccd-44dc-9e56-a51ccdda3d1a-0

Solution For: Wali Murid Apresiasi Website SPMB Tangsel, Mudah Dipahami dan Tetap Stabil saat Diakses Bersamaan

9 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (656)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (119)
  • Nusantara (435)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (182)
  • Politik Dan Hukum (170)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (186)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.