Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Meeting Results: BI Sebut Ekspansi Moneter Dorong Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Meeting Results: BI Sebut Ekspansi Moneter Dorong Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Emily Davis Reporter Rabu, 20 Mei 2026 pukul 17:25 WIB 2 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1779271922_18232a60d2b656bd9a41

Table of Contents

Toggle
  • BI: Ekspansi Moneter Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas
    • Penyebab Peningkatan Likuiditas
    • Peran Intermediasi Perbankan

BI: Ekspansi Moneter Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas

Meeting Results – Dalam meeting results yang digelar oleh Bank Indonesia (BI), Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa kebijakan moneter yang diperluas berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan. Pada April 2026, data menunjukkan bahwa volume uang beredar, yang dikenal sebagai uang primer (M0), meningkat 14,1% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 11,8% yang tercatat di bulan sebelumnya, Maret 2026.

Penyebab Peningkatan Likuiditas

Pertumbuhan M0 yang signifikan, menurut Perry, didorong oleh peningkatan giro bank umum sebesar 28,4% per tahun. Selain itu, uang kartal (M1) juga tumbuh 14,6% tahunan. “Penambahan likuiditas ini mencerminkan kebijakan moneter yang lebih ekspansif, yang berdampak langsung pada dinamika pasar keuangan dan kebutuhan pembayaran dividen perbankan,” jelas Perry dalam konferensi pers usai meeting results tersebut.

“Kebijakan moneter yang diterapkan Bank Indonesia tidak hanya fokus pada peningkatan ketersediaan uang, tetapi juga memastikan keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan dorongan pertumbuhan melalui sinergi dengan pemerintah,” tambahnya.

BI juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan uang beredar dalam ruang lingkup luas (M2) terus menguat. Pada Maret 2026, M2 tumbuh 9,7% secara tahunan, dibandingkan 8,7% di bulan Februari. Kenaikan ini diakui sebagai hasil dari peningkatan tagihan bersih ke Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit yang terus berlanjut. Pertumbuhan M2 menjadi indikator penting dalam mengukur dinamika ekonomi makro.

Peran Intermediasi Perbankan

Dalam konteks meeting results ini, Perry menyoroti bahwa peran intermediasi perbankan tetap berjalan efektif. Likuiditas domestik, yang dipenuhi melalui kebijakan moneter yang fleksibel, dinyatakan sebagai faktor penggerak utama bagi aktivitas ekonomi. Namun, ia menekankan bahwa BI secara aktif memantau risiko inflasi yang mungkin muncul akibat peningkatan volume uang beredar.

Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dari kebijakan moneter ini dianggap sebagai jawaban untuk memperkuat permintaan internal. Dengan memastikan ketersediaan likuiditas yang cukup, BI berharap mampu mendukung investasi, konsumsi, serta kegiatan usaha skala kecil dan menengah. “Ini menjadi strategi untuk menghadapi tantangan eksternal seperti perlambatan ekonomi global,” ujar Perry.

Di sisi lain, meeting results menggarisbawahi pentingnya pengelolaan likuiditas secara disiplin. Meski ekspansi moneter memberikan peluang untuk mendorong pertumbuhan, BI tetap mempertahankan pengawasan ketat terhadap inflasi. Perry menyebutkan bahwa pertumbuhan uang beredar perlu diimbangi dengan pertumbuhan output ekonomi agar tekanan inflasi tidak menjadi ancaman.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

8 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

8 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

8 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

8 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

8 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.