Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Meeting Results: Kementan Jangan Hanya Jadi Pemadam Kebakaran saat Harga Sawit Turun
Ekonomi

Meeting Results: Kementan Jangan Hanya Jadi Pemadam Kebakaran saat Harga Sawit Turun

Nancy Brown Reporter Kamis, 18 Juni 2026 pukul 12:04 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1781756053_daa1582be5fd32c75db4

Table of Contents

Toggle
  • Kementan Harus Berperan Strategis dalam Stabilisasi Harga Sawit
    • Poin Utama Meeting Results: Kementan Tidak Bisa Hanya Jadi Pemadam Kebakaran
    • Stabilitas Harga Sawit Memerlukan Peran Kementan yang Lebih Kuat
    • Peran Kementan dalam Mengurangi Fluktuasi Harga TBS
    • Kebijakan Kementan dan Dinamika Pasar Sawit
    • Kebutuhan Perbaikan Sistem Regulasi dan Transparansi

Kementan Harus Berperan Strategis dalam Stabilisasi Harga Sawit

Poin Utama Meeting Results: Kementan Tidak Bisa Hanya Jadi Pemadam Kebakaran

Meeting Results – Dalam rapat yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, mengingatkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tidak hanya bertindak sebagai pemadam kebakaran saat harga sawit turun. Menurutnya, Kementan perlu membangun kebijakan yang lebih proaktif dan berkelanjutan guna mencegah fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS) di masa depan. Poin utama meeting results ini menekankan bahwa Kementan harus memperkuat koordinasi dengan sektor hulu dan hilir sawit, serta menjaga transparansi dalam pengambilan keputusan.

“Kini Kementan terlihat seperti pemadam kebakaran yang hanya bertindak setelah kejadian terjadi. Padahal masalah yang sama bisa muncul kembali jika akar penyebabnya tidak diperbaiki,” ujarnya, Rabu (17/6).

Stabilitas Harga Sawit Memerlukan Peran Kementan yang Lebih Kuat

Darto menambahkan bahwa Kementan, sebagai lembaga pengatur sektor hulu, wajib mengumpulkan seluruh pihak terkait seperti petani, pengusaha, dan regulator untuk menyusun kebijakan yang menjaga ekosistem sektor sawit. Ia juga meminta peningkatan tata kelola logistik dan perdagangan melalui integrasi data digital yang melibatkan bea cukai dan surveyor. Menurutnya, transparansi dalam aliran dana rantai pasok sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan pasar dan menghindari manipulasi harga.

“Aliran dana dalam rantai pasok sawit berasal dari konsumen akhir hingga importir. Sistem di bea cukai dan surveyor harus diperbaiki agar transaksi terjadi secara transparan. Dengan platform digital berbasis data, kita bisa mengawasi pergerakan komoditas, termasuk kapal tanker, sehingga kepercayaan pasar meningkat,” jelas Darto.

Peran Kementan dalam Mengurangi Fluktuasi Harga TBS

Menurut Darto, stabilitas harga TBS juga bergantung pada penguatan kemitraan antara petani swadaya dan perusahaan. Ia menilai, kebijakan di Kementan harus diupayakan secara lebih mendasar daripada hanya mencari pihak yang dianggap bersalah atas penurunan harga. “Kebijakan satu pintu muncul tanpa diskusi mendalam dengan pemangku kepentingan, dan belum disertai dokumen yang jelas. Hal ini membuat pelaku pasar ragu untuk bertransaksi,” ujarnya.

Saat ini, harga TBS yang diterima petani beberapa pekan terakhir mulai kembali ke level normal setelah sempat mengalami penurunan. Kondisi ini dinilai positif, karena sebelumnya petani menghadapi tekanan harga akibat spekulasi di pasar yang dipicu oleh ketidakpastian informasi. Namun, Kementan masih dianggap perlu lebih aktif dalam mengawasi pasar dan mengantisipasi isu-isu yang bisa memengaruhi harga sawit secara signifikan.

Kebijakan Kementan dan Dinamika Pasar Sawit

Harga TBS per 16 Juni 2026 di berbagai Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Indonesia bervariasi antara Rp2.580 hingga Rp3.400 per kg, tergantung lokasi, usia tanaman, dan kualitas buah. Sebelumnya, harga sempat terjatuh ke Rp1.800-an per kg di sebagian daerah. Darto mengingatkan bahwa penurunan dan kenaikan harga TBS tidak bisa disederhanakan hanya pada faktor kartel atau kebijakan ekspor. “Meeting results menunjukkan bahwa Kementan perlu menggali penyebab lebih dalam, termasuk kebijakan pengelolaan sawit yang berdampak langsung pada dinamika pasar,” tambahnya.

“Kenaikan harga terjadi seiring kejelasan regulasi rencana ekspor satu pintu dan kepastian informasi di pasar. Pernyataan Menteri Pertanian tentang turunnya harga sawit disebabkan oleh kartel juga perlu diperiksa ulang,” jelas Darto.

Kebutuhan Perbaikan Sistem Regulasi dan Transparansi

Darto menjelaskan bahwa Kementan harus memastikan sistem regulasi lebih akuntabel dan sesuai dengan kebutuhan sektor sawit. Ia menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan komoditas sawit nasional, termasuk penggunaan data yang lebih detail untuk mengukur dampak kebijakan. “Dengan data yang lebih akurat, kita bisa mengambil keputusan yang lebih tepat waktu dan menghindari reaksi yang bersifat reaktif,” tegasnya.

Pembicaraan di meeting results ini juga menyoroti keterlibatan lembaga seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Kebijakan Pertanian (BPPKP) dalam memantau dinamika harga sawit. Darto menekankan bahwa Kementan harus menjadi pusat pengambilan kebijakan yang mampu mempercepat respons terhadap perubahan pasar, sekaligus meminimalkan risiko krisis harga di masa mendatang.

“Kementan tidak bisa hanya menjadi alat pemadam kebakaran, tetapi harus menjadi pengelola yang penuh perencanaan. Dengan melakukan analisis mendalam dan melibatkan semua pemangku kepentingan, kita bisa menciptakan sistem harga yang lebih stabil,” pungkas Darto.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

3 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

3 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

4 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

4 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

4 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.