Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Meski Tren Global Tinggi – Emas Perhiasan Justru Turun di Dalam Negeri
Ekonomi

Meski Tren Global Tinggi – Emas Perhiasan Justru Turun di Dalam Negeri

Mark Jones Reporter Selasa, 02 Juni 2026 pukul 15:27 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1780385075_1526d6bc336bba49323c

Table of Contents

Toggle
  • Meski Tren Global Tinggi, Emas Perhiasan Justru Turun di Dalam Negeri
    • Koreksi Global Pengaruhi Harga Domestik
    • Analisis Pasar dan Faktor Penyebab

Meski Tren Global Tinggi, Emas Perhiasan Justru Turun di Dalam Negeri

Meski Tren Global Tinggi – Pasar emas perhiasan di Indonesia mengalami gelombang penurunan harga meskipun tren harga emas global terus menguat. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa selama tiga bulan terakhir, yakni Maret hingga Mei 2026, harga emas perhiasan lokal turun secara signifikan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai dinamika permintaan dan penawaran di sektor logam mulia, yang sebelumnya dinilai cukup stabil. Meski tren global tinggi, pengaruh kebijakan moneter domestik dan faktor ekonomi mikro tampaknya berdampak lebih kuat pada pasar lokal.

Koreksi Global Pengaruhi Harga Domestik

Koreksi harga emas global dalam beberapa bulan terakhir memicu respons di pasar dalam negeri. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa meskipun harga emas internasional masih berada di level tinggi, terjadi penyesuaian harga selama periode tersebut. “Kondisi ini sejalan dengan penurunan harga emas perhiasan di dalam negeri,” katanya dalam rilis daring BPS, Selasa (2/6). Pernyataan ini memperjelas bahwa pergerakan harga emas di pasar global tidak selalu langsung tercermin pada harga produk lokal, terutama karena faktor-faktor internal seperti kebijakan moneter, ketersediaan pasokan, dan permintaan konsumen.

“Meskipun harga emas dunia masih berada pada level yang tinggi, selama Maret sampai dengan Mei 2026 terjadi koreksi harga emas global. Kondisi ini tentunya memengaruhi penurunan harga di pasar domestik,” jelas Pudji. Pernyataan ini memperkuat bahwa perbedaan antara tren global dan kondisi lokal tidak selalu searah, tergantung pada berbagai variabel ekonomi.

Analisis BPS juga menunjukkan bahwa deflasi emas perhiasan tercatat mencapai minus 1,17% secara bulanan. Angka ini menunjukkan bahwa penurunan harga terjadi secara konsisten, meskipun di tingkat tahunan, harga emas perhiasan masih lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Deflasi tertinggi terjadi pada April 2026, dengan penurunan sebesar minus 3,76%, sementara di Mei 2026, deflasi melambat menjadi 2,67%, dengan andil sebesar 0,06%. Fenomena ini memperlihatkan bahwa tren penurunan harga tidaklah terus-menerus, namun terdapat siklus fluktuasi yang memengaruhi konsumen.

Analisis Pasar dan Faktor Penyebab

Pengamatan terhadap pasar emas perhiasan menunjukkan bahwa penurunan harga lebih terasa di sektor ritel dan manufaktur. Ini terjadi karena produsen dan penjual mulai mengurangi margin keuntungan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Meski tren global tinggi, kompetisi pasar lokal semakin ketat, terutama dari perusahaan-perusahaan besar yang menjual produk emas dengan harga lebih kompetitif. Selain itu, berbagai faktor ekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan nilai tukar rupiah juga turut berperan dalam menentukan harga jual emas perhiasan.

“Meskipun harga emas dunia menguat, kondisi domestik memperlihatkan penurunan harga. Hal ini membuktikan bahwa pasar emas di Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada tren global,” tulis Pudji dalam laporan BPS. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa faktor-faktor lokal, seperti permintaan dari masyarakat dan kondisi perekonomian dalam negeri, memiliki dampak lebih dominan dibandingkan tren harga global.

Menurut data BPS, inflasi sebesar 0,28% tercatat pada Mei 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,09 menjadi 111,40. Meski demikian, deflasi emas perhiasan tetap menjadi salah satu indikator yang menarik untuk diperhatikan. Harga emas perhiasan turun karena persaingan harga, perubahan preferensi konsumen, dan adanya kebijakan pemerintah yang mendorong pengurangan biaya produksi. Meski tren global tinggi, faktor-faktor ini membuat harga emas perhiasan lebih rendah dibandingkan harga di pasar internasional.

Penurunan harga emas perhiasan juga berdampak pada perilaku konsumen. Banyak warga Indonesia yang lebih memilih membeli produk lain seperti perak, emas batangan, atau investasi berjangka karena biaya yang lebih rendah. Meski tren global tinggi, kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga emas perhiasan secara lokal menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan apakah penurunan ini akan berlanjut atau hanya sementara, tergantung pada kondisi ekonomi makro dan pasar global.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

9 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

9 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

9 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

9 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

9 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.