Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun hingga April 2026
Ekonomi

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun hingga April 2026

Emily Davis Reporter Selasa, 02 Juni 2026 pukul 15:06 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
Sejumlah kapal pengangkut melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Sejumlah kapal pengangkut melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada Januari 2026 sebesar 22,16 miliar dollar AS, atau naik 3,39 persen dibandingkan Januari 2025, yang didorong oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh hingga 8,19 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar

Table of Contents

Toggle
  • Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun hingga April 2026
    • Faktor Penyebab Pertahanan Neraca Perdagangan Surplus
    • Tren Ekspor dan Impor pada Kuartal Pertama 2026

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun hingga April 2026

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 72 Bulan – Indonesia telah memperpanjang rekor surplus neraca perdagangan barang selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026, mencerminkan ketangguhan ekonomi negara ini di tengah dinamika ekonomi global yang kompleks. Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), total surplus perdagangan Januari–April 2026 mencapai US$5,64 miliar atau setara Rp100,73 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.860 per dolar AS. Capaian ini menjadi bukti bahwa perekonomian Indonesia mampu mempertahankan keseimbangan antara ekspor dan impor meski menghadapi tantangan dari perubahan harga komoditas internasional serta tekanan geopolitik.

Faktor Penyebab Pertahanan Neraca Perdagangan Surplus

“Indonesia mencatat surplus perdagangan barang selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020,” jelas Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, dalam konferensi pers daring pada Selasa (2/6).

Analisis menunjukkan bahwa surplus ini didorong oleh pertumbuhan sektor nonmigas yang stabil, meskipun migas masih menyumbang defisit. Hingga April 2026, surplus dari sektor nonmigas mencapai US$14,16 miliar atau Rp252,90 triliun, sementara defisit migas mencapai US$8,52 miliar atau Rp152,17 triliun.

Salah satu penyebab utama surplus adalah kenaikan ekspor industri pengolahan, yang tumbuh 9,78% menjadi US$75,57 miliar atau Rp1,349 triliun. Di sisi lain, impor terutama meningkat karena permintaan bahan baku dan barang modal, dengan total impor mencapai US$86,51 miliar atau Rp1,545 triliun. Meski nilai impor naik 13,40% dibandingkan tahun sebelumnya, surplus tetap terjaga karena volume ekspor yang lebih signifikan.

Tren Ekspor dan Impor pada Kuartal Pertama 2026

Ekspor Indonesia pada Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau Rp1,645 triliun, naik 5,48% dibandingkan periode sama tahun 2025. Komoditas utama penyumbang ekspor nonmigas meliputi lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, nikel, serta alas kaki. Di sisi berlawanan, impor diprediksi meningkat karena ketergantungan pada bahan baku impor yang terus dibutuhkan untuk produksi industri dalam negeri.

Secara geografis, surplus neraca perdagangan Indonesia pada kuartal pertama 2026 didominasi oleh pasar utama seperti Amerika Serikat, India, dan Filipina. Tiongkok, meski menjadi mitra dagang utama, mencatatkan defisit terbesar dengan nilai sekitar US$7,59 miliar atau Rp135,56 triliun. Hal ini mencerminkan pergeseran struktur ekspor dan impor yang sedang terjadi, dengan peningkatan permintaan produk-produk lokal di negara-negara lain.

Kenaikan surplus juga berdampak pada stabilitas nilai tukar rupiah dan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Menteri Perdagangan dan Kementerian Perindustrian berperan aktif dalam memastikan ketersediaan bahan baku serta mengoptimalkan ekspor barang tambang dan manufaktur. Kebijakan tarif dan insentif untuk industri dalam negeri turut mendukung peningkatan ekspor, sehingga mendorong surplus yang terus bertahan.

BPS mencatat bahwa surplus nonmigas pada kuartal pertama 2026 berkontribusi signifikan terhadap keseluruhan neraca perdagangan. Mesin dan peralatan mekanis, mesin elektrik, serta plastik menjadi komponen defisit terbesar dalam sektor nonmigas, namun tidak menghentikan kinerja positif dari industri pengolahan dan pertanian. Defisit migas terutama berasal dari minyak mentah dan gas alam, yang masih menjadi sumber daya utama untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Dalam konteks global, surplus neraca perdagangan Indonesia mencerminkan adaptasi yang baik terhadap perubahan ekonomi. Seiring dengan peningkatan ekspor dan pengendalian impor, kebijakan fiskal serta penguatan daya beli masyarakat juga berkontribusi pada keseimbangan neraca perdagangan. Dengan rekor surplus yang terus bertambah, Indonesia kembali menjadi salah satu negara dengan kinerja perdagangan yang stabil di Asia Tenggara, meskipun masih ada tantangan jangka panjang terkait ketergantungan pada komoditas migas.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

9 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

9 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

9 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

9 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

9 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.