Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. New Policy: Ekonom Jelaskan Alasan Harga Pertamax Harus Naik
Ekonomi

New Policy: Ekonom Jelaskan Alasan Harga Pertamax Harus Naik

Karen Smith Reporter Jumat, 12 Juni 2026 pukul 23:08 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1781279196_b50811b32bf4c55db846

Table of Contents

Toggle
  • Ekonom Jelaskan Alasan Harga Pertamax Harus Naik
    • Analisis Ekonomi: Kebijakan New Policy dan Dampaknya
    • Peran New Policy dalam Stabilitas Ekonomi

Ekonom Jelaskan Alasan Harga Pertamax Harus Naik

New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy, pemerintah mengambil keputusan untuk menyesuaikan harga BBM Pertamax ke tingkat pasar. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari kebijakan New Policy yang bertujuan mengurangi defisit anggaran dan memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tetap mencerminkan dinamika ekonomi global. Profesor Hendry Cahyono dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter tidak bisa dihindari, karena Pertamina telah menahan harga jual BBM nonsubsidi di bawah tingkat pasar selama beberapa bulan terakhir. “Kenaikan harga ini terjadi karena kebijakan New Policy mengharuskan BBM nonsubsidi seperti Pertamax sepenuhnya mengikuti pergerakan harga dunia,” tambah Hendry saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).

Analisis Ekonomi: Kebijakan New Policy dan Dampaknya

Hendry menekankan bahwa kebijakan New Policy ini menandai perubahan strategi pemerintah dalam mengatur subsidi BBM. Dengan kebijakan tersebut, Pertamina tidak lagi mengandalkan dana talangan untuk menstabilkan harga, melainkan langsung mengalihkan beban ke pasar. “Pertamina menggunakan dana talangan sebagai alat sementara, tapi dalam jangka panjang, New Policy ini adalah solusi yang lebih realistis,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan New Policy memperkuat prinsip pasar dalam menentukan harga BBM, yang selama ini diterapkan secara berbeda untuk BBM subsidi dan nonsubsidi.

Berikutnya, Yayan Satyaki, pakar ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), menyoroti bahwa New Policy ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu kenaikan harga minyak global dan pelemahan kurs rupiah. Menurutnya, formula harga BBM sangat bergantung pada data harga minyak dunia dan kurs rupiah, dengan acuan utama dari MOPS (harga rata-rata transaksi produk BBM di pasar Singapura). “New Policy ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin mengendalikan biaya subsidi, sehingga harga Pertamax harus naik sesuai dinamika pasar,” ujarnya.

“Kenaikan harga Pertamax saat ini menjadi Rp16.250 per liter adalah hasil dari kebijakan New Policy yang menerapkan mekanisme pasar. Jadi, pertumbuhan harga BBM nonsubsidi ini murni tergantung pada harga minyak dan kurs rupiah,” tambah Yayan.

Peran New Policy dalam Stabilitas Ekonomi

Dalam konteks New Policy, kenaikan harga Pertamax juga dianggap sebagai cara pemerintah mengurangi tekanan pada APBN. Hendry menjelaskan bahwa Pertamina selama ini menggunakan dana talangan untuk menahan harga BBM di bawah pasar, tetapi hal ini tidak bisa terus berlanjut karena cadangan dana tersebut terbatas. “New Policy ini mengharuskan Pertamina tidak lagi menunda kenaikan harga, sehingga keseimbangan keuangan perusahaan bisa terjaga,” katanya. Ia menekankan bahwa kenaikan harga Pertamax sebesar Rp16.250 per liter adalah langkah yang wajar, seiring dengan kenaikan harga minyak dunia sebesar 15% dalam tiga bulan terakhir.

Yayan juga menambahkan bahwa New Policy ini memberikan kejelasan bagi masyarakat dan investor. Dengan harga Pertamax yang kini mengikuti mekanisme pasar, pemerintah dapat mengurangi risiko inflasi yang mungkin diakibatkan oleh subsidi BBM. “New Policy ini juga memberikan sinyal bahwa pemerintah ingin lebih mengoptimalkan pengelolaan subsidi, sehingga kebijakan ini bisa menstabilkan perekonomian jangka panjang,” jelasnya. Ia berharap kebijakan New Policy ini tetap konsisten dalam menyesuaikan harga BBM dengan fluktuasi harga internasional.

Menurut para ekonom, New Policy ini berdampak signifikan terhadap industri energi dan masyarakat umum. Kenaikan harga Pertamax yang terjadi saat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat mekanisme harga pasar. Dengan New Policy, Pertamina diharapkan bisa beroperasi secara lebih mandiri dan tidak tergantung sepenuhnya pada subsidi APBN. Selain itu, kenaikan harga BBM ini juga diharapkan mendorong penggunaan energi yang lebih efisien dan menurunkan permintaan yang berlebihan di tengah kenaikan harga minyak global.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

5 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

5 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

5 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

5 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

5 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.