New Policy Mengubah Nasib Como 1907: Klub Pengusaha Indonesia Lolos ke Liga Champions
New Policy – Dengan keberhasilan baru dalam sejarahnya, Como 1907, yang dikenal sebagai klub sepak bola Indonesia, akhirnya meraih tiket Liga Champions musim depan. Ini bukan sekadar kemenangan di lapangan, tetapi juga bukti konsistensi New Policy yang diterapkan oleh pengelola klub. Setelah hampir satu dekade mengalami krisis finansial, tim ini kini menjadi salah satu pesaing terkuat di level internasional, berkat strategi pengelolaan yang canggih dan komitmen pada transformasi bisnis.
Sejarah Kehidupan Kembali Como 1907
Como 1907 dulu dikenal sebagai klub yang hampir lenyap dari peta sepak bola Italia. Setelah dua kali bangkrut pada 2004 dan 2017, serta sering dilelang tanpa ada peminat, klub ini menyambut New Policy dari keluarga Hartono pada 2019. Pembelian klub dengan harga €350.000 (sekitar Rp5,5 miliar) menjadi titik balik yang membawa perubahan dramatis dalam operasional dan kinerja tim. Hasilnya, Como kini tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meraih kesuksesan besar.
Dalam era New Policy, Como 1907 dikelola sebagai bisnis yang terstruktur. Tim ini tidak hanya fokus pada keberhasilan olahraga, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi. Pendekatan ini melibatkan investasi yang bijak, manajemen yang profesional, dan pengembangan pemain lokal serta internasional. Dengan pengelolaan yang lebih modern, klub ini kini mampu berkiprah di Liga Champions, sebuah pencapaian luar biasa untuk sejarahnya.
Penerapan Strategi Moneyball Dalam New Policy
Kelompok Hartono mengubah cara kerja Como 1907 dengan menerapkan pendekatan Moneyball yang inovatif. Mereka memilih pemain berdasarkan data dan potensi, bukan hanya reputasi atau harga pasar. Salah satu contoh nyata adalah perekrutan Nico Paz dari Real Madrid Castilla dengan biaya €6 juta pada 2024. Pemain muda asal Argentina ini kini memiliki nilai pasar mencapai €70 juta, memberikan keuntungan hampir 1.000% bagi klub.
Strategi ini tidak hanya fokus pada rekrutmen, tetapi juga pada pengembangan skuad muda. Dengan New Policy, Como mampu mengidentifikasi talenta yang belum terlihat dan membangun tim yang kompetitif. Pertandingan melawan Cremonese di babak penentuan menunjukkan betapa matangnya tim yang terbentuk dari pendekatan ini. Tiga gol dari Jesus Rodriguez, Tasos Douvikas, dan Lucas da Cunha menjadi bukti bahwa New Policy menghasilkan hasil yang luar biasa.
“Kami melakukan ini dengan pemain-pemain yang sangat muda, hampir semuanya di bawah 23 tahun. Ini luar biasa,” ujar Cesc Fabregas usai pertandingan. Pendekatan New Policy tidak hanya mengubah keadaan klub, tetapi juga menginspirasi model bisnis sepak bola di Asia Tenggara.
Keberhasilan Como 1907 di Liga Champions menjadi sorotan dunia. Klub yang sempat dianggap tidak layak dijual kini menjadi mesin bisnis yang menjanjikan. New Policy bukan hanya tentang keuntungan finansial, tetapi juga tentang pembangunan jangka panjang. Dengan dukungan penuh dari pengelola, tim ini berharap bisa menjadi contoh bagus dalam menggabungkan sepak bola dan bisnis.
Kemajuan Como 1907 mengilhami para pengusaha Indonesia lainnya untuk terliba dalam industri olahraga. New Policy membuktikan bahwa strategi yang terencana dan berbasis data bisa mengubah destinasi klub. Dengan keberhasilan ini, dunia sepak bola Internasional mulai memperhatikan potensi yang tersembunyi di balik klub asal Italia ini. Tahun depan, mereka akan menjalani tantangan baru di Liga Champions, dengan harapan bisa memberikan prestasi yang luar biasa.
