Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Special Plan: Demi Selamatkan Petani, POPSI Dorong Evaluasi Ulang Keberadaan DSI
Ekonomi

Special Plan: Demi Selamatkan Petani, POPSI Dorong Evaluasi Ulang Keberadaan DSI

Mark Jones Reporter Selasa, 23 Juni 2026 pukul 02:39 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1782152710_1e79951996d9468da6a1

Table of Contents

Toggle
  • Special Plan: Evaluasi Ulang DSI untuk Selamatkan Petani Sawit
    • DSI dalam Konteks Special Plan
    • Pengaruh terhadap Kesejahteraan Petani
    • Perbandingan dengan Institusi Lain
    • Revisi Fungsi dan Struktur Perdagangan
    • Kebutuhan Transparansi dan Partisipasi Masyarakat

Special Plan: Evaluasi Ulang DSI untuk Selamatkan Petani Sawit

Special Plan – Dalam rangka mendorong pertumbuhan industri sawit nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani, Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mengusulkan evaluasi ulang terhadap keberadaan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). DSI, yang diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026, dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam Special Plan pemerintah. Namun, berbagai pihak menyoroti bahwa peran DSI perlu direvisi agar tidak menghambat keberlanjutan pertanian sawit dan mengurangi beban ekonomi para petani.

DSI dalam Konteks Special Plan

Special Plan, yang bertujuan meningkatkan devisa melalui sektor pertanian sawit, membutuhkan kerangka kerja yang jelas dan transparan. Mansuetus Darto, Ketua Umum POPSI, mengatakan bahwa DSI, meski memiliki fungsi koordinasi, belum mampu memberikan manfaat maksimal bagi petani. “Kami ingin memastikan bahwa DSI tidak hanya menjadi bagian dari sistem tata niaga, tetapi juga menjadi pelaku yang mendorong Special Plan mencapai tujuannya,” tegas Mansuetus. DSI, menurutnya, seharusnya berperan sebagai pengawas data dan penjamin kualitas ekspor, bukan sebagai pengambil margin perdagangan.

Menurut Kobar Sembiring, Ketua Jaringan Pegiat Sawit Nasional (JPSN) Kalimantan Tengah, kebijakan DSI justru memperpanjang rantai bisnis yang sudah rumit. “Special Plan harus menjadi alat untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa, bukan memperbesar keuntungan perusahaan besar,” imbuhnya. Kedua tokoh ini sepakat bahwa DSI perlu dihindari dari praktik-praktik yang mengurangi kompetitivitas sawit Indonesia di pasar global.

Pengaruh terhadap Kesejahteraan Petani

Kebijakan DSI, yang berlaku sejak tahun 2026, dianggap sebagai ancaman bagi kesejahteraan petani. Mansuetus Darto menegaskan bahwa lembaga ini belum menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pengurangan biaya produksi atau peningkatan harga jual. “Special Plan harus menjadi solusi, bukan penghalang, bagi petani kecil yang menjadi tulang punggung sektor sawit,” jelasnya. DSI, menurutnya, terkadang memperumit proses pengiriman hasil panen hingga memicu kenaikan biaya transportasi.

“Di banyak desa, petani masih menghadapi tantangan akibat peraturan DSI yang memerlukan birokrasi tambahan. Hal ini membuat Special Plan semakin jauh dari harapan masyarakat pedesaan,” ujar Kobar Sembiring.

Menurut data Kementerian Pertanian, terdapat sekitar 16.000 desa yang bergantung pada sawit sebagai sumber pendapatan utama. DSI, yang didirikan untuk memperkuat tata niaga, justru memperbesar ketergantungan pada perusahaan pengelola besar. “Special Plan harus mengembalikan kekuasaan produksi kepada petani, bukan hanya menjadi alat bantu bagi perusahaan,” lanjut Mansuetus. Evaluasi ulang terhadap DSI dianggap penting agar kebijakan ini benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan, bukan menjadi sumber permasalahan.

Perbandingan dengan Institusi Lain

Dalam mengevaluasi DSI, Mansuetus Darto menyarankan untuk membandingkannya dengan institusi seperti Bea Cukai atau BPKP. “Special Plan yang diusulkan pemerintah harus mencakup perbaikan tata kelola ekspor dan pembangunan berkelanjutan,” katanya. DSI, menurutnya, terlalu fokus pada peran broker, sementara institusi lain seperti Bea Cukai bisa menjadi pelaku yang lebih efisien dalam mengawasi standar ekspor.

“Kami melihat bahwa DSI belum menjadi pilar utama Special Plan. Jika ingin menjadi lembaga pendukung, maka peran dan fungsinya harus didefinisikan secara jelas dan terukur,” tegas Kobar Sembiring.

Kobar juga menyoroti bahwa keberadaan DSI justru memperburuk ketimpangan antara petani kecil dan perusahaan besar. “Special Plan harus menjadi kebijakan inklusif, bukan hanya untuk kepentingan pemain utama,” tambahnya. Dengan evaluasi ulang, diharapkan DSI bisa menjadi alat yang lebih adil dalam membangun ekosistem sawit yang sehat.

Revisi Fungsi dan Struktur Perdagangan

Kedua tokoh ini menekankan bahwa revisi peran DSI harus mencakup penyesuaian struktur perdagangan. Mansuetus Darto mencontohkan bahwa keberadaan DSI seharusnya mempercepat proses pengiriman hasil sawit ke pasar global, bukan memperlambatnya. “Special Plan harus menekankan efisiensi, karena setiap penundaan bisa berdampak pada pendapatan petani,” jelas Mansuetus. DSI, yang dianggap sebagai lembaga intermediasi, justru menambah lapisan birokrasi yang tidak diperlukan.

Menurut Kobar Sembiring, petani di daerah sentra sawit seperti Kalimantan Tengah merasa terbebani oleh kebijakan DSI. “Harga bahan pokok meningkat, sementara biaya transportasi hasil sawit masih tinggi. Ini membuat Special Plan sulit terwujud,” ujarnya. Dengan evaluasi ulang, diharapkan DSI bisa menjadi pendukung sektor sawit, bukan penghalang.

Kebutuhan Transparansi dan Partisipasi Masyarakat

POPSI dan JPSN meminta pemerintah memastikan DSI memiliki sistem transparansi yang baik. “Special Plan harus menjadi kebijakan yang terbuka dan bisa diawasi oleh masyarakat,” kata Mansuetus Darto. Hal ini penting agar lembaga DSI tidak menyalahgunakan wewenang dalam mengambil margin perdagangan dari petani. Kobar Sembiring menambahkan bahwa transparansi DSI bisa memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem tata niaga sawit.

“Jika DSI diberi peran yang jelas, maka Special Plan bisa menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” ujar Mansuetus.

Revisi kebijakan DSI juga diharapkan bisa menurunkan biaya operasional yang berat bagi petani. Dengan fokus pada fungsi administratif, DSI bisa menjadi institusi yang lebih efektif dalam mendukung Special Plan. Evaluasi ulang keberadaan DSI, kata Mansuetus, adalah langkah krusial untuk memastikan pertumbuhan industri sawit benar-benar menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat pedesaan yang menjadi pelaku utama.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

2 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

2 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

2 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

2 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

3 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.