Special Plan: Perluas Akses Wisatawan Mancanegara dan Tingkatkan Daya Saing Wisata Berbasis Masyarakat
Special Plan – Dalam upaya memperkuat daya saing sektor pariwisata Indonesia, Special Plan yang dicanangkan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui inisiatif Bakti BCA menawarkan pendekatan baru untuk menjangkau pasar internasional. Kegiatan familiarization trip yang dilaksanakan pada Minggu (31/5) ini membawa pelaku pariwisata dari Singapura dan Malaysia untuk mengenal potensi wisata berbasis masyarakat di Desa Bukit Peramun, Belitung. Tujuan utama Special Plan adalah memperluas akses wisatawan mancanegara serta mempromosikan pengembangan ekowisata yang lebih berkelanjutan.
Komunitas Wisata sebagai Pendorong Ekonomi Lokal
Desa Bukit Peramun, yang menjadi salah satu destinasi yang diusahakan oleh Bakti BCA, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah pengunjung. Pada 2023, wisatawan mancanegara hanya mencapai 387 orang, namun hingga 2025, angka tersebut meningkat menjadi 485 orang. Sementara itu, jumlah pengunjung lokal juga meningkat dari 1.356 menjadi 1.648 orang dalam periode yang sama. Perkembangan ini dianggap sebagai bukti keberhasilan Special Plan dalam menarik minat wisatawan internasional dan masyarakat setempat.
Wisata berbasis masyarakat di Bukit Peramun tidak hanya memperkenalkan keindahan alam, tetapi juga menggali keunikan budaya lokal. Dengan pendekatan ini, masyarakat setempat aktif terlibat dalam pengelolaan destinasi, memastikan pengalaman wisata yang lebih personal dan berkelanjutan. Special Plan dirancang untuk membangun kemitraan antara komunitas, pelaku pariwisata, dan mitra industri, sehingga menghasilkan peningkatan kualitas layanan dan keberlanjutan ekonomi.
Kolaborasi Industri Wisata Internasional
Kemitraan dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) menjadi bagian penting dari Special Plan dalam menghubungkan destinasi lokal dengan pasar global. Kerja sama ini memungkinkan pengenalan lebih luas terhadap potensi Bukit Peramun, sekaligus mendorong pengembangan jaringan distribusi wisatawan mancanegara. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menjelaskan bahwa Special Plan bertujuan memastikan masyarakat setempat dapat memperkenalkan keunggulan destinasi mereka secara efektif.
“Dengan panorama hutan alami yang masih asri, kami yakin Bukit Peramun memiliki peluang besar di pasar global jika didukung oleh akses dan promosi yang tepat. Program ini diharapkan memfasilitasi kolaborasi yang meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara serta memberi manfaat ekonomi berkelanjutan tanpa mengorbankan lingkungan,” ujar Hera, seperti dilaporkan dalam keterangan resmi, Jumat (5/6).
Di sela-sela kunjungan, para peserta mengikuti berbagai aktivitas seperti trekking di kawasan hutan konservasi, pelajaraan tanaman herbal, dan kegiatan adopsi pohon. Aplikasi Virtual Assistance & Kenali Pohon (KePo) yang dikembangkan sebagai bagian dari Special Plan turut diperkenalkan, membantu pengunjung mengenali flora unik sekaligus memberikan informasi tentang ekowisata secara digital. Kegiatan ini juga mencakup kunjungan ke titik atraksi alam seperti Batu Kembar dan Batu Ampar.
Potensi Wisata Berbasis Masyarakat di Indonesia
Proyek Special Plan di Desa Bukit Peramun menunjukkan bahwa wisata berbasis masyarakat tidak hanya menjadi jawaban atas tantangan pembangunan pariwisata, tetapi juga menjadi strategi yang efektif dalam menarik minat wisatawan internasional. Model ini mengutamakan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi, sehingga menciptakan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan. Dalam konteks nasional, inisiatif serupa dapat menjadi acuan bagi daerah lain yang ingin mengembangkan wisata dengan pendekatan lokal dan berkelanjutan.
Dalam Special Plan, pengunjung diberikan kesempatan untuk menikmati matahari terbenam dari ketinggian dan mencicipi produk lokal seperti kopi serta makanan tradisional. Selain itu, kehadiran tarsius, satwa endemik Belitung, menjadi daya tarik tambahan yang memperkaya pengalaman ekowisata. Para peserta juga diberi pelatihan mengenai strategi pemasaran dan pengelolaan destinasi, yang sejalan dengan visi Special Plan untuk membangun kemampuan komunitas dalam menghadapi persaingan global.
Special Plan yang dijalankan BCA ini tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga pada pembentukan jaringan kepercayaan antara desa wisata dan pelaku pariwisata. Dengan mengajak agen travel dari Singapura dan Malaysia, program ini memberikan wawasan praktis mengenai preferensi pasar internasional, termasuk kebutuhan wisatawan terhadap pengalaman unik dan berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan peningkatan pengunjung pada 2025 membuktikan bahwa pendekatan ini dapat diadopsi secara lebih luas di Indonesia.
