Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Topics Covered: Merajut Asa Mama-Mama NTT dari Balik Lembaran Tenun
Ekonomi

Topics Covered: Merajut Asa Mama-Mama NTT dari Balik Lembaran Tenun

Richard Moore Reporter Selasa, 02 Juni 2026 pukul 10:52 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1780370414_8f7372ee212821f11551

Table of Contents

Toggle
  • Merajut Asa Mama-Mama NTT dari Balik Lembaran Tenun
    • Kisah Perjalanan ke Tangerang
    • Filosofi di Balik Nama Tinung Rambu
    • Pengembangan Produk dan Jangkauan Pemasaran
    • Peluang Ekonomi dan Buku Katalog
    • Keterlibatan dalam Masa Depan

Merajut Asa Mama-Mama NTT dari Balik Lembaran Tenun

Topics Covered – Di tengah kehidupan sebagai konsultan pertambangan, Stephanie Octorina Saing memutuskan untuk mengubah arah perjalanan bisnisnya dengan cara yang tak terduga. Mulai dari minat terhadap kain tenun tradisional Indonesia, ia menemukan peluang pemberdayaan yang tak hanya mengeksplorasi keindahan tekstil, tetapi juga memberikan harapan ekonomi bagi mama-mama NTT. Perjalanan ini berawal dari kebiasaan membeli kain daerah setiap kali melakukan perjalanan bersama organisasi mahasiswa pecinta alam, hingga akhirnya menjadi gerakan nyata untuk mengangkat kehidupan para perajin.

Dengan dukungan finansial dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Stephanie berhasil menembus batas kecil dalam pengembangan usaha. Akses pembiayaan ini memungkinkan peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, dan perluasan jaringan pemasaran. Pertama-tama, koleksi kain tenun hanya disimpan di rumah, tetapi pertemuan langsung dengan perajin membawa perubahan signifikan dalam visinya. “Mereka jual ke saya karena pas bulan Juni-Juli biasanya mau bayar sekolah anaknya,” ujarnya saat ditemui di Galeri Tinung Rambu, Tangerang, Banten.

“Sampai kapan beli-beli terus. Ini seperti ngasih ikan saja. Kalau terus begitu, tidak akan jadi apa-apa selain koleksi,” terang Stephanie.

Kisah Perjalanan ke Tangerang

Stephanie mulai menyadari kebutuhan untuk mengambil langkah lebih besar setelah bertemu secara langsung dengan perajin yang menjual karya mereka untuk kebutuhan ekonomi keluarga. Dari interaksi ini, ia menyakini bahwa tenun NTT memiliki potensi sebagai media pemberdayaan bagi para ibu-ibu penenun. “Suami bilang, sampai kapan beli-beli terus. Ini seperti ngasih ikan saja. Kalau terus begitu, tidak akan jadi apa-apa selain koleksi,” kenangnya dengan nada penuh semangat.

Perjalanan dari mengeksplorasi keindahan tenun hingga menciptakan usaha yang menjangkau pasar luas adalah proses yang membutuhkan komitmen. Dengan membangun kerja sama yang lebih intens, Stephanie mengejar visi mengangkat kesejahteraan mama-mama NTT. Usaha ini bertujuan memastikan seni lokal tetap hidup, sambil memberikan pendapatan yang stabil kepada para penenun.

Filosofi di Balik Nama Tinung Rambu

Dalam merancang nama Galeri Tinung Rambu, Stephanie memilih istilah yang mencerminkan peran perempuan dalam menjaga budaya. “Tinung” dalam bahasa Sumba mengacu pada tenun, sementara “rambu” menggambarkan perempuan. “Saya ingin menyampaikan bahwa tenun ini dikerjakan oleh perempuan, jadi namanya Tinung Rambu,” jelasnya. Nama ini tidak hanya menjadi penghormatan, tetapi juga simbol perjuangan para penenun yang telah lama menggantungkan hidup dari warisan budaya leluhur.

“Saya mau cari istilah yang filosofinya bahwa tenun ini dikerjakan oleh perempuan. Ya sudah, namanya Tinung Rambu, artinya tenun yang dikerjakan oleh perempuan,” tuturnya.

Kesadaran akan keunikan tenun dari setiap daerah, termasuk tingkat kecamatan, mendorong Stephanie untuk memperkenalkan seni lokal tersebut kepada pasar yang lebih luas. “Keistimewaan itu yang membuat tenun NTT tetap diminati hingga sekarang,” katanya. Kain tenun yang dihasilkan memiliki ciri khas yang membedakannya dari produk lain, sehingga mampu menarik perhatian kolektor dan pembeli.

Pengembangan Produk dan Jangkauan Pemasaran

Pada 2019, Stephanie memulai pengembangan produk dengan kolaborasi aktif para penenun. Kain yang dihasilkan direkayasa agar tetap mencerminkan identitas lokal, seperti Selendang Pahikung dari Sumba Timur. Selain itu, ia juga melakukan modifikasi ukuran dan warna untuk menyesuaikan dengan preferensi pasar modern. “Mulainya pada 2019, produk pertama yang kami jual adalah Selendang Pahikung,” ujarnya. Hasil produksi ini berhasil menggambarkan kekayaan budaya NTT sekaligus memberikan nilai ekonomi yang signifikan.

“Keistimewaan itu yang membuat tenun NTT tetap diminati dan dihargai oleh para kolektor hingga sekarang,” katanya.

Peluang Ekonomi dan Buku Katalog

Usaha ini bukan hanya tentang menjual kain, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Stephanie memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial dan kerja sama dengan pemain lokal. Buku katalog yang diterbitkan juga menjadi alat promosi untuk menjelaskan nilai seni dan budaya di balik setiap kain. “Kami ingin memastikan bahwa mama-mama penenun dikenal dan dihargai,” tambahnya. Langkah ini mencerminkan pendekatan yang holistik dalam pemberdayaan.

“Kami ingin memastikan bahwa mama-mama penenun dikenal dan dihargai,” katanya.

Keterlibatan dalam Masa Depan

Langkah-langkah Stephanie tidak hanya memberikan manfaat bagi para penenun, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan budaya NTT. Dengan menggabungkan pengalaman profesionalnya di bidang pertambangan, ia melihat potensi tenun sebagai sumber daya yang bisa dipertahankan. “Keberlanjutan itu penting agar warisan budaya tetap hidup di masa depan,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa Topics Covered tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada peninggalan budaya yang memiliki nilai historis dan sosial.

Bagikan:

Berita Terkait

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

27 Jun 2026
341c1854-bef7-423d-ab67-8d32ef9b6d3c-0

Key Discussion: Tenant Tiongkok Dorong Penjualan Lahan Industri

26 Jun 2026
19e9e8f7-7f62-422b-831f-0001755a08c4-0

What You Need to Know: Di Balik Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

9 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

9 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

9 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

9 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

9 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.