Koleksi Upcycle Mulai Jadi Sorotan
Key Discussion – Dalam perjalanan delapan tahun, Lakon Indonesia telah menciptakan gelombang perubahan di industri mode Indonesia dengan menghadirkan koleksi khusus yang terdiri dari bahan daur ulang. Koleksi ini menandai komitmen brand terhadap praktik Key Discussion berkelanjutan, di mana sisa-sisa kain diolah ulang menjadi busana siap pakai dengan jumlah terbatas. Konsep upcycle ini bukan hanya sekadar tren, tetapi juga bagian dari upaya merefleksikan kembali nilai-nilai ekonomi sirkular di sektor fashion.
Upaya Mendorong Industri Berkelanjutan
Koleksi anniversary ke-8 yang dirilis oleh Lakon Indonesia memiliki ciri khas kain yang dipadukan secara unik, sehingga setiap item tidak bisa disamakan dengan yang lain. Langkah ini menunjukkan komitmen brand untuk mendorong Key Discussion dalam dunia fashion, di mana material bekas digunakan kembali tanpa mengurangi kualitas atau keunikan desain. Selain itu, Key Discussion ini juga mengundang perhatian terhadap penggunaan sumber daya alam secara bijak, mengingat industri tekstil dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah plastik dan kain terbesar di dunia.
“Delapan tahun terasa singkat, tetapi penuh dengan perubahan. Meski beberapa hal tetap konsisten, Lakon terus berkembang melalui proses kreatif, diskusi, dan kolaborasi. Hari ini, kami merangkum cerita yang telah dibangun bersama selama ini,” ujar Thresia Mareta, pendiri Lakon Indonesia.
Peluncuran koleksi ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memberikan wawasan tentang proses Key Discussion yang dilakukan brand. Misalnya, dari 2020 hingga 2023, Lakon menghadirkan berbagai inisiatif seperti Pakaiankoe di ASHTA District 8, Jakarta, pada 15 November 2020; Gantari di Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 9 Oktober 2021; dan Aradhana di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, pada 11 November 2021. Setiap koleksi memperlihatkan bagaimana Key Discussion mampu menghasilkan busana dengan bahan daur ulang yang tetap eksklusif dan berkelas.
Perkembangan Koleksi dari Tahun ke Tahun
Pada 2022, Lakon meluncurkan Lorong Waktu, sebuah inisiatif yang menggabungkan seni batik tradisional dengan Key Discussion modern. Koleksi ini bekerja sama dengan maestro batik Pekalongan, Cahyo, yang menunjukkan bagaimana teknik lama bisa diberi makna baru melalui proses daur ulang. Di 2023, brand menghadirkan RIK 062324 L, koleksi yang menekankan tenun lurik dengan penekanan pada Key Discussion sekaligus mengukuhkan eksistensi Lakon di peta industri mode nasional.
Dalam 2023, Key Discussion juga menjadi pembicara utama melalui peluncuran The Tailor Made 01, koleksi privat pertama karya Irsan. Koleksi ini ditujukan untuk menandai pembukaan Teras Lakon di Summarecon Serpong, yang menjadi pusat kreativitas dan inovasi fashion berkelanjutan. Selain itu, Key Discussion juga terus berkembang melalui program “Up-Cycle by Lakon Indonesia” Repair Service, yang mengajak konsumen untuk merenovasi pakaian lama menjadi produk baru.
Kolaborasi dengan maestro batik Dudung Alisyahbana pada 2024 melalui Pasar Malam di JF3 Fashion Festival menjadi bukti bahwa Key Discussion tidak hanya memperhatikan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi seniman lokal untuk berkembang. Koleksi Urub yang dirilis pada 2025, dengan menggabungkan batik dan tenun menggunakan pendekatan modern, semakin memperkuat visi brand dalam Key Discussion sebagai bagian dari identitas nasional.
