Bima Azriel Berbagi Pengalaman Unik Workshop Mobile Legends di Film Nobody Loves Kay
Beritabaru1.com – Bima Azriel, aktor yang terlibat dalam pembuatan film Nobody Loves Kay, baru saja menceritakan pengalaman unik yang ia alami selama mengikuti workshop Mobile Legends. Proyek film ini tidak hanya mengeksplorasi dunia e-sport, tetapi juga menghadirkan pendekatan inovatif dalam proses akting, di mana para pemain diberikan kesempatan untuk memahami karakter melalui simulasi praktis berupa permainan Mobile Legends. Dengan metode ini, Bima mengungkap bagaimana pengalaman bermain game tersebut membantu ia dan tim lain dalam merasakan atmosfer kompetisi yang menjadi inti cerita film.
Mekanisme Workshop yang Menyeluruh
Workshop Mobile Legends yang dijalani Bima Azriel dan para kru film Nobody Loves Kay dirancang untuk membangun kedalaman pemahaman tentang dinamika tim serta tekanan dalam pertandingan. Setiap sesi baca naskah diakhiri dengan pertandingan lima lawan lima, di mana aktor-aktor tidak hanya berperan sebagai karakter, tetapi juga terlibat langsung dalam permainan. Bima Azriel menjelaskan bahwa ini adalah cara unik untuk memperkaya kemampuan akting, karena para pemain bisa merasakan perasaan dan emosi yang dialami oleh para e-sporter profesional.
“Jadi gameplay yang nanti dilihat di film itu memang kita yang benar-benar main,” ujar Bima Azriel.
Dalam proses ini, Bima Azriel dan tim harus mengikuti jadwal latihan yang ketat, mirip dengan atlet olahraga. Mereka belajar teknik permainan, memahami strategi, dan mengasah keterampilan koordinasi antar pemain. Bima Azriel mengatakan bahwa ia terkesan dengan disiplin yang diperlukan oleh para e-sporter, yang tidak hanya bermain untuk hiburan, tetapi juga untuk mencapai target tertentu. Dengan ini, ia merasa lebih dekat dengan karakter yang ia perankan dan menggali latar belakang cerita secara lebih mendalam.
Kontekstualisasi dalam Pemahaman Kehidupan E-Sport
Pengalaman unik Bima Azriel dalam workshop Mobile Legends ini juga memberikan perspektif baru tentang kehidupan seorang atlet e-sport profesional. Ia menjelaskan bahwa e-sport bukan hanya tentang keahlian bermain game, tetapi juga tentang pengaturan jadwal yang sangat terstruktur, termasuk makan, tidur, dan latihan. Bima Azriel mengungkap bahwa para pemain e-sport memiliki komitmen tinggi, dengan fokus pada kinerja di setiap pertandingan. Hal ini membuatnya terinspirasi dan lebih memahami konflik yang ada dalam film, yang dianggap sebagai cerminan kehidupan nyata para peserta e-sport.
“Mereka latihan serius banget, jadwal makan, tidur, sampai latihan diatur. Benar-benar kayak atlet olahraga pada umumnya,” tambahnya.
Dalam workshop tersebut, Bima Azriel juga memperoleh pengetahuan tentang bagaimana e-sport berkembang di Indonesia. Ia menilai bahwa industri ini semakin diminati oleh masyarakat, bahkan menciptakan peluang karier untuk banyak orang. Dengan memasukkan elemen gameplay ke dalam proses pembuatan film, Bima Azriel mengungkapkan bahwa ini adalah upaya untuk menampilkan realitas industri e-sport secara lebih mendalam, sambil tetap mempertahankan kualitas cerita dan akting.
Workshop Mobile Legends yang diikuti Bima Azriel menjadi salah satu metode yang sangat efektif dalam membantu pemain memahami dinamika tim dan lingkungan kompetitif. Ia menjelaskan bahwa melalui pertandingan langsung, mereka bisa merasakan tekanan, kegembiraan, dan kekacauan yang terjadi dalam pertandingan sebenarnya. Selain itu, Bima Azriel juga mengungkap bahwa pengalaman ini memberikan keberanian kepada para aktor untuk menampilkan emosi dan reaksi yang lebih alami di layar. Dengan pendekatan ini, film Nobody Loves Kay diharapkan dapat menghibur penonton sambil menyampaikan pesan tentang dunia e-sport.

