Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Hiburan
  3. Dari Panggung PBB ke “Jejak Nada” – Perjalanan Musik Andi Rianto Penuh Kenangan
Hiburan

Dari Panggung PBB ke “Jejak Nada” – Perjalanan Musik Andi Rianto Penuh Kenangan

Matthew Martin Reporter Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 13:15 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1779512222_87cb9aeca1c452e0487e

Table of Contents

Toggle
  • Dari Panggung PBB ke Jejak Nada – Perjalanan Musik Andi Rianto Penuh Kenangan
    • Pandangan tentang Musik dan Kenangan
    • Momen Paling Berkesan di PBB
    • Proses Mencipta Karya Musik
    • Karya yang Menembus Generasi
    • Masa Depan dalam Musik

Dari Panggung PBB ke Jejak Nada – Perjalanan Musik Andi Rianto Penuh Kenangan

Pandangan tentang Musik dan Kenangan

Dari Panggung PBB ke Jejak Nada – Musik adalah cerminan dari kehidupan, dan untuk Andi Rianto, lagu-lagu yang ia ciptakan membawa kisah-kisah yang tak terlupakan. Dari panggung PBB ke karya yang dikenal sebagai “Jejak Nada”, perjalanan kariernya dihiasi oleh momen-momen yang selalu terasa seperti kembali ke masa lalu. Dalam wawancara eksklusif, Andi menjelaskan bahwa setiap nada yang dikeluarkan memiliki hubungan unik dengan pengalaman manusia, termasuk momen-momen penting yang mungkin sudah lama tersimpan dalam ingatan.

“Lagu itu bukan hanya rangkaian musik, tapi juga membawa kenangan-kenangan yang terus mengalir. Kalau kita mendengar suatu lagu, pasti kita mengingat momen pertama kali mendengarnya atau momen-momen spesial yang terkait dengan lagu itu,” ujarnya.

Andi menekankan bahwa kejujuran dalam karya musik adalah kunci untuk menggugah emosi pendengar. “Aku mencipta lagu bukan hanya untuk mengikuti tren, tapi untuk membagikan sesuatu yang benar-benar dari hati. Musik yang tulus, meski dibuat bertahun-tahun lalu, masih bisa mengisi jiwa orang yang mendengarnya,” lanjutnya.

Momen Paling Berkesan di PBB

Sebuah momen yang tak terlupakan dalam hidup Andi terjadi pada tahun 1987 ketika ia berkonser di markas besar PBB di New York. Saat itu, usia Andi baru 15 tahun, tetapi keberaniannya untuk tampil di panggung internasional memperlihatkan bakat yang luar biasa. Lagu yang dibawakannya, “Phinisi Nusantara,” menjadi bukti bahwa musik Indonesia mampu menyentuh hati dunia.

“Konser di PBB itu buat saya sangat berkesan. Sebagai anak muda, bisa menyampaikan karya cipta ke audiens internasional, itu momen yang nggak bisa dilupakan,” kata Andi Rianto.

Meski belum memiliki teknologi digital seperti sekarang, pengalaman tersebut mengukir kenangan yang tak tergantikan. “Foto-foto konser itu nggak ada, tapi saya masih ingat suara dan suasana saat itu,” ujarnya sambil mengingat kembali momen bersejarah itu.

Kemudian, ia juga menyoroti bagaimana karya-karyanya selalu membawa kisah yang terkait dengan kenangan. “Tidak semua lagu bisa disampaikan ke orang yang belum mengenalnya, tapi lagu-lagu yang berakar dari kehidupan, pasti bisa terus berdaur,” katanya.

Proses Mencipta Karya Musik

Perjalanan Andi Rianto sebagai musisi tidak hanya tentang keberhasilan, tetapi juga proses yang penuh tantangan. Dalam karyanya, ia memadukan elemen tradisional dan modern, menciptakan genre yang unik dan menyentuh. Dari panggung PBB hingga Jejak Nada, ia terus mencari ekspresi yang paling tepat untuk menyampaikan emosi.

“Aku suka memakai perasaan sebagai penggerak. Kalau sudah ada kenangan yang muncul dari hati, aku bisa melihat cara untuk menyampaikannya melalui musik,” ujarnya.

Sebagai komposer dan penata musik, Andi percaya bahwa setiap lagu yang lahir dari kejujuran akan menemukan jalannya sendiri. “Jejak Nada itu seperti buku kenangan. Lagu itu memuat perjalanan hidup saya, dari kecil hingga sekarang, dan mungkin juga akan menyentuh kenangan orang lain,” katanya dengan senyum.

Karya yang Menembus Generasi

Jejak Nada menjadi salah satu karya yang menggambarkan perjalanan Andi Rianto sebagai musisi. Lagu-lagu dalam album ini tidak hanya menawarkan irama yang mengalir, tetapi juga mengandung cerita yang memperkaya pengalaman pendengarnya. Dari panggung PBB ke Jejak Nada, ia terus berusaha menyampaikan pesan yang mungkin sudah lama tersimpan dalam diri pendengar.

“Jejak Nada itu bukan sekadar lagu, tapi seperti alur waktu. Setiap nada dalam album ini memikirkan kenangan-kenangan yang mungkin orang lain juga punya,” ujarnya.

Andi Rianto juga menekankan bahwa musik bisa menjadi jembatan antargenerasi. “Kalau kita membuat lagu dengan hati, maka orang dari masa lalu atau masa depan bisa merasakan yang sama. Itu yang membuat musik bisa bertahan lama,” katanya.

Masa Depan dalam Musik

Saat ini, Andi Rianto tidak berhenti berkarya. Ia terus berinovasi, mencoba menggabungkan tradisi dengan kesan modern. Dari panggung PBB ke Jejak Nada, ia memastikan bahwa karya-karyanya tetap relevan dan bisa diakses oleh berbagai generasi.

“Saya masih ingin mengeksplorasi musik. Tidak ada akhir dalam berkiprah, hanya perjalanan yang terus berlanjut,” ujar Andi.

Dalam wawancara, ia juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan musisi lintas generasi, seperti Tulus, Krisdayanti, Nadhif Basalamah, Anggi Marito, dan Didiie Shazry. “Kolaborasi ini akan menjadi bagian dari perjalanan musik saya, yang terus membawa kenangan-kenangan baru,” katanya dengan harapan.

Bagikan:

Berita Terkait

40fd7248-68f6-42d3-a428-067f65797b62-0

Profil Larissa Chou: Perjalanan Hidup – Karier, dan Kisah Asmaranya

26 Jun 2026
393527c5-8fcd-4be8-b787-d467bf223e86-0

Solution For: Metallica Batal Konser di Jakarta pada 2026

26 Jun 2026
9c31efa3-e5eb-4954-a003-f9c2b52b046b-0

Important Visit: Guns N’ Roses Gelar Konser di Jakarta 21 November 2026, Cek Harga dan Jadwal Tiket

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

9 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

9 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

10 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

10 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

10 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.