Seniman Arief Witjaksena Bawa Konsep ‘Facing Challenges’ ke ArtMoments 2026
Facing Challenges – Di acara seni ArtMoments 2026 yang berlangsung di Jakarta, seniman Tangerang, Arief Witjaksena, menghadirkan karya kreatif yang menantang batas tradisional seni. Dengan mengubah mobil menjadi kanvas berjalan, ia menggambarkan bagaimana seni bisa menghadapi tantangan dalam bentuk inovatif. Karya yang diberi nama The Mallacan Leisure ini menjadi simbol kebebasan kreatif dan perpaduan antara teknologi dan ekspresi artistik.
Kolaborasi dengan Denza: Tantangan Baru dalam Seni Visual
Kolaborasi dengan Denza membawa karakter-karakter dari dunia visual The Mallacan, yang telah Arief kembangkan selama beberapa tahun, ke dalam bentuk fisik. Proses cetak stiker skala besar pada Denza D9 memungkinkan gambar-gambar lucu dan berwarna-warni muncul di permukaan kendaraan. “Saya ingin menggambarkan bagaimana seni dan teknologi bisa berkolaborasi untuk menghadapi tantangan, sambil tetap menyampaikan pesan santai,” jelas Arief saat diwawancara di lokasi acara, Kamis (4/6).
Perpaduan antara desain seni dan mobil menunjukkan bagaimana kreativitas tidak terbatas oleh media tradisional. Arief menyatakan bahwa proyek ini selesai dalam waktu kurang dari satu minggu, melalui tahapan sketsa, drafting, dan penyempurnaan desain bersama tim Denza. “Proses ini menghadapi tantangan unik karena ukuran mobil memaksa saya untuk mengadaptasi karya dengan presisi tinggi,” tambahnya.
Inovasi Seni dalam Teknologi: Membawa Kesan Eksperimental
Karya The Mallacan Leisure tidak hanya memperlihatkan visi seniman, tetapi juga menghadirkan konsep baru dalam seni interaktif. Arief menekankan bahwa proyek ini adalah bentuk adaptasi dari seni kanvas ke bentuk tiga dimensi, yang membutuhkan pemikiran kritis dan kreatif untuk menghadapi tantangan teknis. “Saya ingin menunjukkan bahwa seni bisa menghadapi tantangan melalui penggunaan medium yang tidak biasa,” paparnya.
“Dengan mengubah mobil menjadi kanvas, saya ingin mengeksplorasi cara seni menghadapi tantangan dalam dunia modern, di mana teknologi menjadi bagian dari ekspresi kreatif,” kata Arief dalam wawancara.
Denza D9 menjadi pilihan karena sesuai dengan filosofi mobil keluarga yang mencerminkan kehangatan dan kesenangan. Arief menggambarkan bagaimana karya ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi penonton. “Saya ingin menegaskan bahwa seni bisa menghadapi tantangan dalam bentuk yang bisa dinikmati oleh siapa pun, termasuk pengguna mobil sehari-hari,” terangnya.
Proyek ini juga menjadi perwujudan dari upaya Denza untuk memperkaya kehidupan melalui teknologi. Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations BYD Indonesia, mengatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat filosofi “Technology Drives Elegance”. “Melalui partisipasi Denza di ArtMoments 2026, kami ingin menegaskan bagaimana teknologi dan seni bisa bekerja sama untuk menghadapi tantangan, serta menciptakan pengalaman yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Karya The Mallacan Leisure dapat dinikmati sepanjang acara ArtMoments 2026, yang diadakan pada 4–7 Juni 2026. Selain itu, Denza juga memperkenalkan instalasi sound art Head in The Clouds karya Gabriel Cheah di Denza B8. Karya ini menghadirkan sensasi audio yang meniru pengalaman naik pesawat di ketinggian 40.000 kaki, menegaskan komitmen Denza dalam menghadapi tantangan melalui inovasi.
