Camp Broadway Indonesia: Strategi Utama Pentaskan The Addams Family di Mainstage Jakarta 2026
Beritabaru1.com – Strategi utama Camp Broadway Indonesia (CBI) tahun ini adalah memperkenalkan penonton Indonesia pada karya musikal legendaris, The Addams Family, melalui program Mainstage Jakarta. Dalam edisi keempat, acara ini menampilkan peserta usia 8 hingga 17 tahun yang secara intensif diasah selama enam hari untuk memerankan karakter-karakter ikonik dari produksi tersebut. Pertunjukan ini menggunakan naskah resmi yang berlisensi Music Theater International (MTI) dan menjadi penutup rangkaian program pelatihan berkualitas. Dengan pendekatan ini, CBI mencoba membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan seni secara holistik.
Strategi utama CBI juga melibatkan persiapan materi dalam waktu singkat. Sebagai bagian dari penutasan The Addams Family, seluruh lagu dan adegan dipersiapkan dalam 4-5 hari efektif. “Para peserta belajar songs dan scenes hanya dalam waktu 4,5 hari, sementara sisanya digunakan untuk workshop tarian serta diskusi industri bersama praktisi seni dari Amerika Serikat,” jelas Adit Marciano, Direktur Artistik CBI, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (4/7). Pendekatan ini tidak hanya menguji kemampuan akting peserta, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri mereka dalam lingkungan kreatif yang kompetitif.
Kualitas Pertunjukan Didukung Mentor Berkualitas Internasional
Strategi utama untuk menciptakan pertunjukan yang berkualitas di Mainstage Jakarta 2026 berdasarkan kehadiran mentor profesional dari Amerika Serikat. Kristine Bendul, Choreographer Broadway New York, menjadi sutradara dan koreografer utama. Sementara itu, Robbie Samper, Direktur Musik, dikenal sebagai komposer berpengalaman untuk produksi Disney besar seperti The Lion King dan The Little Mermaid. Kombinasi antara keterampilan lokal dan pengalaman internasional menjamin keberhasilan pertunjukan ini sebagai wadah untuk pengembangan seni pertunjukan Indonesia.
“Mentor-mentor dari Broadway membawa perspektif global ke dalam pelatihan ini, sehingga peserta bisa memahami standar industri internasional sekaligus mengasah kreativitas mereka,” terang Adit Marciano.
Dalam rangkaian strategi, CBI juga menghadirkan Lea Simanjuntak, musisi ternama Tanah Air, sebagai bagian dari sesi Parent Panel Discussion. Tujuannya adalah memberikan wawasan nyata kepada peserta tentang dinamika kerja di belakang panggung. “Ini adalah langkah strategis untuk memperkaya pengalaman mereka secara holistik,” tambah Adit.
Partisipasi Aktor Profesional dari Berbagai Wilayah
Strategi utama dalam memperkaya narasi The Addams Family adalah dengan menampilkan dua aktor profesional sebagai featured players. Erika Prihadi, lulusan New York University jurusan Collaborative Arts, memerankan Wednesday Addams. Karakter Gomez Addams diisi oleh Robertus Darren Radyyan, aktor broadway yang pernah tampil dalam berbagai produksi musikal nasional. Kombinasi antara peserta muda dan aktor berpengalaman menjadikan pertunjukan ini lebih dinamis dan menarik.
Strategi ini juga mengakomodasi peserta dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, Purwokerto, Surabaya, Malang, hingga peserta dari Singapura dan Timika, Papua. “Kami menerima siapa pun yang ingin berpartisipasi tanpa proses casting, karena fokusnya adalah pengembangan karakter melalui workshop intensif,” kata Triwatty Marciano, CEO dan Founder CBI. Partisipasi ini mencerminkan komitmen CBI untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Kemitraan Strategis untuk Meningkatkan Ekosistem Seni Pertunjukan
Strategi utama CBI tahun ini adalah memperkuat kemitraan dengan industri seni internasional. Kolaborasi dengan Music Theater International (MTI) menghasilkan pertunjukan yang memadukan kualitas lokal dan global. Selain itu, kehadiran mentor dari Broadway menjadi penjembatan antara seni pertunjukan Indonesia dengan standar internasional. “Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan ekosistem seni di Indonesia, baik melalui pendidikan maupun ekspor budaya,” papar Adit Marciano.
Strategi ini juga bertujuan menginspirasi generasi muda untuk mengeksplorasi bakat mereka. Dengan memilih The Addams Family, CBI menawarkan kesempatan kepada peserta untuk memahami narasi humor dan keanehan yang menjadi ciri khas karya musikal ini. “Pementasan ini menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia mampu menciptakan pertunjukan yang kompetitif dan berkualitas,” tambah Triwatty.
Peluang Masa Depan untuk Seni Pertunjukan Lokal
Strategi utama CBI tidak hanya terfokus pada acara satu kali, tetapi juga pada pengembangan jangka panjang. Setelah Mainstage Jakarta 2026, mereka bersiap membuka pendaftaran untuk edisi 2027. “Kami ingin menjadikan program ini sebagai platform berkelanjutan bagi kreativitas dan pendidikan seni,” jelas Triwatty Marciano. Langkah ini menunjukkan komitmen CBI untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seni pertunjukan Indonesia.
Dengan strategi utama yang berfokus pada pendekatan holistik, CBI membuktikan bahwa seni pertunjukan lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Partisipasi peserta dari berbagai daerah dan kehadiran mentor berpengalaman menjadi bukti nyata bahwa inisiatif ini memberikan dampak signifikan bagi subsektor seni di Indonesia. “Kami percaya ini adalah awal dari revolusi seni pertunjukan yang lebih berkualitas dan inovatif,” pungkas Adit Marciano.

