Emilia Clarke Bantah Rumor Gaji Fantastis Game of Thrones
What Happened During sebuah pengalaman penuh prestasi, Emilia Clarke mengungkapkan bahwa rumor tentang gaji fantastis yang didapat para bintang utama Game of Thrones tidak sepenuhnya benar. Dalam wawancara terbarunya bersama majalah Variety, aktor dan aktris berbakat ini memberikan penjelasan mengenai angka yang sempat menyebar di media sosial. “What Happened During musim-musim pertama, kami belum mencapai level pendapatan yang disebut-sebut,” ujarnya dengan nada santai. “Bayangkan saja, jika gaji per episode itu benar, saya pasti sudah memiliki dua mobil Porsche di rumah!”
Rumor Gaji dan Pemahaman yang Terbentuk
Clarke menekankan bahwa jumlah bayaran yang diterima tidak sebesar angka US$300.000 per episode yang dulu disebutkan. Ia menyebutkan bahwa beberapa angka tersebut mungkin muncul karena keberhasilan Game of Thrones yang luar biasa, tapi itu bukan fakta yang mutlak. “What Happened During produksi, kami hanya menerima gaji sesuai standar industri. Namun, penonton mungkin merasa bingung karena peran kami begitu ikonik,” tambahnya. Ia juga menyoroti bahwa pendapatan dari serial ini cukup untuk menutupi cicilan rumah orangtuanya, tetapi tidak mengubah fakta bahwa gajinya jauh lebih realistis.
“What Happened During selama delapan musim, saya belajar bahwa keberhasilan tidak selalu terkait dengan jumlah uang yang masuk,” kata Clarke dalam wawancara dengan PEOPLE pada Juni 2024. “Namun, saya juga menyadari bahwa nilai bintang utama Game of Thrones lebih dari sekadar angka di rekening.”
Kariernya yang Berubah dan Proyek Masa Depan
Sebagai pelantun peran Daenerys Targaryen, Emilia Clarke mengakui perjalanan ke puncak kepopuleran tidak instan. Ia mengungkapkan bahwa di awal karier, ketenaran mendadak yang datang bersamaan dengan kesuksesan Game of Thrones membuatnya kesulitan menghadapi tekanan. “What Happened During pertama kali, saya bahkan tidak tahu apa artinya serial tersebut,” kenangnya. “Nama ‘Mother of Dragons’ terdengar seperti omong kosong, tapi sekarang saya melihatnya sebagai bagian dari kisah saya.”
Kini, setelah mendirikan perusahaan produksinya sendiri, Magical Thinking Pictures, Clarke semakin sadar akan pengalaman unik yang didapat selama menjadi bagian dari Game of Thrones. Ia menyebutkan bahwa proyek tersebut memberikan pelajaran berharga tentang kolaborasi, komitmen, dan peran pentingnya dalam dunia perfilman. Selain itu, apa yang terjadi selama proses produksi membantu membentuk perspektifnya terhadap karier yang lebih luas. “What Happened During selama musim kedua dan ketiga, saya mulai memahami betapa besar kontribusi saya terhadap kesuksesan serial ini,” terangnya.
Pengakuan Terhadap Gaji dan Peran Pemain Utama
Clarke juga mengakui bahwa meskipun gaji tidak sebesar yang diperkirakan, perannya sebagai salah satu bintang utama Game of Thrones memberikan dampak besar di dunia perfilman. Ia menjelaskan bahwa popularitasnya melonjak setelah serial tersebut menjadi fenomena global, dan apa yang terjadi selama produksi membantu membangun brand yang kuat. “What Happened During musim pertama, banyak orang mungkin tidak mengira bahwa saya bisa menjadi ikon untuk generasi muda,” ujarnya. “Tapi semua itu terjadi secara alami.”
Dalam wawancara terbarunya, Clarke menekankan bahwa gaji besar bukanlah alasan utama untuk keberhasilannya. “What Happened During, saya lebih fokus pada kualitas peran dan pengalaman kerja dengan tim luar biasa,” katanya. Ia juga menyebut bahwa media sosial sering menyebarkan informasi yang kurang akurat, dan sebagai artis, ia harus aktif menjelaskan fakta-fakta yang benar. “Saya selalu berusaha menjaga kesetiaan pada kebenaran, meski harus menanggapi berbagai isu yang muncul,” tambahnya.
Proyek Baru dan Kembali ke Layar
Saat ini, Clarke sedang bersiap untuk kembali ke layar lewat film drama romantis Next Life, yang akan tayang global pada 5 Juni 2026. Meski proyek ini menjanjikan penampilan yang menarik, ia menegaskan bahwa Game of Thrones tetap menjadi pengalaman paling berharga dalam kariernya. “What Happened During selama delapan musim, saya merasa seperti menjalani perjalanan khusus. Tidak ada yang bisa menggantikan rasa puas dan kebanggaan yang saya rasakan saat menjadi bagian dari cerita yang membuat banyak orang berbicara.”
Dalam kesimpulannya, Clarke menyatakan bahwa pengalaman di Game of Thrones tidak hanya memberikan popularitas, tapi juga memberikan pondasi untuk proyek-proyek masa depan. “What Happened During selama delapan musim adalah bagian dari perjalanan saya, dan saya berterima kasih untuk semua orang yang mendukung saya,” tutupnya. Ia berharap masyarakat bisa lebih memahami bahwa keberhasilan artis bukan hanya tergantung pada gaji, tetapi juga pada komitmen dan kerja keras yang terus dilakukan selama bertahun-tahun.
