Jordan Susanto Rilis Double Single ‘Nervous’ dan ‘Such a Shame’ Jelang Album Baru
Beritabaru1.com – Artis sekaligus penulis lagu asal Jakarta, Jordan Susanto, melanjutkan perjalanan kreatifnya dengan merilis dua single terbaru berjudul Nervous dan Such a Shame. Kedua lagu ini dirilis sebagai pendahuluan untuk album studio kedua yang dinamakan Million Different Reasons, yang akan terbit pada 17 Juli 2026. Rilis ini merupakan bagian dari strategi Jordan untuk memperkaya narasi musikalnya sebelum memasuki fase baru kariernya.
Pengembangan Konsep Musikal di Single Baru
Dalam What Happened During, Jordan Susanto menghadirkan tantangan kreatif yang berbeda dari proyek sebelumnya. Dua single ini tidak hanya menggambarkan tema emosional yang lebih dalam, tetapi juga menunjukkan evolusi gaya musiknya. “Saya ingin memastikan setiap lagu bisa berbicara langsung kepada pendengar tanpa hambatan,” jelas Jordan. Dengan kombinasi genre funk, soul, dan elements modern, ia mencoba menciptakan keseimbangan antara tradisi dan inovasi.
Nervous mengambil inspirasi dari legenda musik funk seperti Prince dan James Brown, dengan struktur yang lebih dinamis dan groove yang khas. Sementara Such a Shame menghadirkan kesan lebih menyentuh, dengan lirik yang menggambarkan keberanian untuk tulus menyampaikan perasaan. Kedua karya ini juga mencerminkan perubahan mindset generasi muda yang lebih terbuka dalam mengekspresikan emosi, sesuai dengan tema What Happened During.
Pengaruh Budaya dan Kehidupan Sehari-hari dalam Karya Musik
Menurut Jordan, musiknya selalu terinspirasi dari kehidupan sehari-hari dan konteks sosial. “Dalam What Happened During, saya mencoba menggambarkan bagaimana kita sering merasa takut mengungkapkan perasaan, baik di lingkungan sosial maupun dalam hubungan pribadi.” Hal ini terwujud dalam Such a Shame, yang menjadi refleksi kejujuran dalam menghadapi ketakutan akan ketidaksempurnaan.
Untuk memperkuat kesan alami, Jordan menggunakan metode rekaman langsung dengan band The Soul & Rollers, yang membantu menghasilkan dinamika musikal yang lebih spontan. Pendekatan ini juga memberikan ruang bagi interaksi antar musisi, yang bisa dibilang sebagai ‘cinta segi empat’ dalam proses kreatif. “Saya ingin pendengar merasakan bahwa lagu ini bukan sekadar produk komersial, tetapi cerita yang hidup,” tambahnya.
Million Different Reasons: Menyajikan Emosi dengan Nuansa Lebih Kaya
Album Million Different Reasons dianggap sebagai kelanjutan dari album debut Jordan, yang telah memperkenalkan gaya musiknya. Namun, kali ini ia memilih pendekatan yang lebih intuitif dan sederhana, dengan aransemen yang tidak terlalu berlebihan. “Saya mengurangi penyuntingan agar momen asli saat proses rekaman bisa terjaga,” ujarnya. Konsep ini juga terwujud dalam tema lagu yang lebih beragam, mulai dari cinta romantis hingga perasaan kompleks.
What Happened During sekaligus menjadi judul album yang mencerminkan dinamika kehidupan manusia. Dalam Million Different Reasons, Jordan berusaha menjawab pertanyaan tentang bagaimana keberagaman alasan emosional bisa memengaruhi cara kita merasa dan berinteraksi. “Lagu ini bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang rasa takut, harapan, dan kesedihan yang sering diabaikan,” katanya. Dengan rilis double single, ia mencoba memperkenalkan salah satu aspek utama dari konsep ini.
Respon Publik dan Kesiapan untuk Perubahan
Dua single yang dirilis juga mendapat perhatian dari kalangan musik dan penikmat. Nervous dan Such a Shame berhasil mencuri perhatian karena menggabungkan kekhasan genre funk dengan isu emosional yang relevan. “Saya melihat respons positif dari audiens, terutama karena lagu-lagu ini menunjukkan kejujuran dalam menyampaikan perasaan yang sering dianggap ‘cringe’ di era modern,” tulis Jordan dalam media sosialnya.
Menurut sejumlah kritikus, What Happened During menggambarkan upaya Jordan untuk menantang norma-norma musikal yang telah mapan. “Ini bukan sekadar lagu, tapi kisah yang dinyanyikan dengan jujur,” kata salah satu peninjau. Dengan demikian, rilis double single ini menjadi batu loncatan menuju album yang diharapkan bisa menyentuh banyak kalangan dengan tema yang lebih luas.
Harapan untuk Masa Depan Musikal Jordan Susanto
Jordan Susanto menyatakan bahwa Million Different Reasons akan menjadi karya yang lebih mendalam dan mencerminkan identitasnya secara utuh. “Saya ingin album ini bisa menjadi cerminan bagaimana kehidupan manusia penuh dengan kejutan dan perasaan yang tak terduga,” tuturnya. Dengan menerapkan konsep ini, ia berharap bisa mendorong pendengar untuk lebih terbuka dalam mengekspresikan diri.
What Happened During juga menggambarkan perjalanan Jordan dari seorang penulis lagu hingga musisi yang mampu menguasai berbagai elemen musikal. Dari pengalaman sebelumnya dengan Death of Me, hingga rilis baru ini, ia terus mengeksplorasi ruang yang lebih luas. “Saya ingin selalu ada ‘a million different reasons’ untuk membuat musik yang menyentuh hati,” pungkasnya dengan semangat.

