Peringati 100 Tahun Marilyn Monroe, Lelang Barang Pribadinya Tembus Ratusan Juta Rupiah
What Happened During acara lelang yang memperingati 100 tahun kelahiran Marilyn Monroe memicu minat pembeli global. Penawaran barang-barang langka dan bernilai sejarah dari sang ikon abad ke-20 mencapai angka fantastis, dengan beberapa item terjual hingga ratusan juta rupiah. Lelang ini menjadi ajang yang memperlihatkan bagaimana warisan Monroe masih relevan dalam dunia koleksi dan budaya pop.
Barang-Barang Langka dan Pencapaian Penjualan
Julien’s Auctions, penyelenggara lelang, memperlihatkan koleksi yang terdiri dari benda-benda tak terlihat sebelumnya. Dalam What Happened During, perwakilan lelang mengungkapkan bahwa salah satu item yang paling diminati adalah tas pesta berwarna emas dari era 1950-an. Tas tersebut mengandung sisir kecil, lipstik, rokok Philip Morris, dan koin perak dari dekade 1940-an. Nilai tawaran tertinggi mencapai US$70.000 (sekitar Rp1,1 miliar) dalam What Happened During, menunjukkan ketertarikan besar terhadap koleksi antik.
Benda-Benda Bernilai Sentimental dan Sejarah
Di hari pertama lelang, 185 item dipajang, termasuk pakaian malam, aksesori, dan barang-barang pribadi. Beberapa benda, seperti gerbang kayu hijau zaitun dari rumah pertama Monroe di Brentwood, Los Angeles, dijual dengan harga mencapai US$15.000 (sekitar Rp245 juta). Benda-benda ini tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga menggambarkan aspek pribadi dan profesional sang bintang. What Happened During menunjukkan bahwa nilai historis dan sentimental dari barang-barang ini tetap menjadi faktor utama dalam penilaian.
Barang-barang kecantikan Monroe seperti lipstik dan perona pipi juga menjadi daya tarik tersendiri. Minat masyarakat terhadap gaya rias klasiknya memperkuat penawaran, terutama di kalangan pembeli yang ingin memilikinya sebagai bagian dari koleksi pribadi. Lelang ini mencerminkan bagaimana Marilyn Monroe tetap menjadi simbol seks dan kecantikan yang berpengaruh di era modern.
Dalam What Happened During, salah satu item paling menarik adalah pakaian dalam (brassiere) dari 1950-an yang diwariskan oleh Paula Strasberg, pelatih akting Monroe. Meski kondisinya rusak karena usia, pakaian ini menarik perhatian sejumlah penawar. Awalnya dibanderol seharga US$1.000, item tersebut langsung mendapat 15 penawaran, dengan harga tertinggi mencapai US$7.000 (sekitar Rp114 juta). Koleksi ini menunjukkan keinginan publik untuk mengakses warisan khusus dari seorang bintang yang mewakili era glamor.
Aktivitas lelang ini juga mencerminkan ketertarikan internasional terhadap kisah hidup Monroe. Sejak kematian aktris pada 1962, warisan dan legasi pribadinya terus dijaga, bahkan dijadikan acuan bagi para kolektor. What Happened During selama acara lelang menegaskan bahwa nilai koleksi bukan hanya tergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pada kisah dan konteks sejarah di baliknya.
Koleksi ini menjadi bukti bahwa sisa-sisa kehidupan Monroe masih menarik perhatian. Dengan What Happened During sebagai tema utama, lelang ini menggabungkan nostalgia, sejarah, dan nilai ekonomi yang tinggi. Penjualan barang-barang pribadinya bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang mengabadikan momen-momen penting dari seorang bintang yang mengubah dunia perfilman.
