Bahaya Hipoglikemia: Gejala Gula Darah Rendah dan Cara Mengatasinya
Bahaya Hipoglikemia – Hipoglikemia, kondisi di mana kadar gula darah turun drastis, bisa menyebabkan bahaya serius yang terjadi mendadak. Meskipun sering dikaitkan dengan penderita diabetes, kondisi ini juga bisa menyerang orang yang tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, termasuk bayi hingga orang dewasa.
Gejala Hipoglikemia
Gejala awal hipoglikemia muncul tiba-tiba dan bervariasi. Tanda-tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi kelelahan, gemetar, atau rasa lapar yang intens. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memburuk menjadi hipoglikemia berat, yang menimbulkan kebingungan, kejang, kehilangan kesadaran, hingga koma.
Penyebab Hipoglikemia
Hipoglikemia terjadi karena berbagai faktor, seperti penggunaan insulin berlebihan, makan terlambat, puasa lama, diet ekstrem, olahraga berat tanpa asupan karbohidrat, hingga gangguan fungsi hati atau ginjal. Bayi baru lahir, khususnya yang prematur atau lahir dari ibu dengan diabetes gestasional, juga rentan mengalami kondisi ini. Pada kelompok ini, gejala sering tidak khas, seperti rewel, sulit menyusu, atau kejang tanpa demam.
Pertolongan Pertama: Metode 15-15
Untuk mengatasi hipoglikemia ringan hingga sedang, para ahli merekomendasikan metode 15-15. Caranya, konsumsi 15 gram karbohidrat sederhana, tunggu 15 menit, dan evaluasi kembali kondisi.
“Hindari memberi cokelat atau susu sebagai langkah pertama, karena lemak di dalamnya memperlambat penyerapan gula,”
kata para ahli.
Jika seseorang sudah tidak sadar atau mengalami kejang, segera bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat. Penanganan medis intensif penting untuk mencegah kerusakan permanen pada otak. (Z-10)
