Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Faktor Genetik bukan Penyebab Utama Obesitas – Ini Penjelasan Ahli Gizi
Humaniora

Faktor Genetik bukan Penyebab Utama Obesitas – Ini Penjelasan Ahli Gizi

Michael Gonzalez Reporter Kamis, 18 Juni 2026 pukul 19:25 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1781783518_d07638f27201067d4027

Table of Contents

Toggle
  • Faktor Genetik Tidak Menentukan Secara Utama, Ini Penjelasan dari Ahli Gizi
    • Mengapa Genetik Tidak Menjadi Penyebab Utama?
    • Definisi Obesitas dan Peran Komposisi Tubuh
    • Faktor Lingkungan dan Perilaku Sehari-hari
    • Langkah-Langkah untuk Mencegah Obesitas

Faktor Genetik Tidak Menentukan Secara Utama, Ini Penjelasan dari Ahli Gizi

Faktor Genetik bukan Penyebab Utama Obesitas. Dalam sebuah seminar kesehatan yang diadakan di Jakarta pada Kamis (18/6), ahli gizi klinik dr. Maryam, Sp.GK, membantah anggapan bahwa kegemukan hanya disebabkan oleh warisan genetik. Menurutnya, faktor keturunan hanya berkontribusi sekitar 20 persen terhadap risiko seseorang mengalami obesitas. Jadi, meskipun genetik memainkan peran, ia bukan penyebab utama. Penjelasan ini penting untuk memperjelas bahwa faktor genetik bukan penyebab utama, tetapi bisa menjadi salah satu dari banyak elemen yang memengaruhi kondisi ini.

Mengapa Genetik Tidak Menjadi Penyebab Utama?

Pada seminar tersebut, dr. Maryam menjelaskan bahwa obesitas adalah kondisi kompleks yang melibatkan interaksi antara berbagai faktor, termasuk genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Ia menegaskan bahwa faktor genetik bukan penyebab utama, melainkan salah satu dari banyak aspek yang berkontribusi. Misalnya, genetik bisa memengaruhi metabolisme, preferensi rasa, atau kecenderungan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori, tetapi kebiasaan sehari-hari dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang lebih signifikan. “Faktor genetik bukan penyebab utama, jadi kita bisa mengubah pola hidup untuk mencegahnya,” tambahnya.

Menurut dr. Maryam, genetik memang bisa memengaruhi risiko seseorang mengalami obesitas, tetapi pengaruhnya terbatas. Sebagai lulusan Universitas Indonesia, ia menjelaskan bahwa faktor lingkungan seperti akses makanan, lingkungan sosial, dan tingkat aktivitas fisik bisa diubah. “Kita bisa membangun pola hidup sehat meskipun ada faktor genetik bukan penyebab utama,” ujarnya. Ini berarti, meskipun seseorang memiliki kecenderungan genetik, ia tetap memiliki peluang besar untuk mengubah kondisi tersebut melalui tindakan sehari-hari.

Definisi Obesitas dan Peran Komposisi Tubuh

Dalam menegaskan konsep ini, dr. Maryam menekankan pentingnya memahami definisi obesitas secara lebih akurat. Ia menjelaskan bahwa obesitas tidak hanya diukur dari angka timbangan berat badan, tetapi lebih berkaitan dengan komposisi tubuh, terutama kadar lemak yang berlebihan. “Faktor genetik bukan penyebab utama, tetapi bisa memengaruhi distribusi lemak di tubuh,” tambahnya. Ini berarti, seseorang dengan faktor genetik bukan penyebab utama mungkin tetap bisa mempertahankan berat badan ideal jika mengadopsi pola hidup sehat.

Ia juga menyebutkan fenomena “skinny fat”, di mana seseorang tampak kurus secara fisik tetapi memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi. Kondisi ini sering diabaikan karena tidak terlihat dari berat badan, tetapi berisiko besar terhadap penyakit seperti diabetes atau penyakit jantung. “Faktor genetik bukan penyebab utama, tapi jika kita hanya fokus pada berat badan, kita mungkin tidak menyadari masalah komposisi tubuh,” tegas dr. Maryam. Dengan memahami bahwa faktor genetik bukan penyebab utama, kita bisa lebih fokus pada strategi yang benar untuk menurunkan lemak tubuh, bukan hanya berat badan.

Faktor Lingkungan dan Perilaku Sehari-hari

Kontribusi faktor lingkungan dan perilaku sehari-hari jauh lebih besar dari faktor genetik bukan penyebab utama. Menurut dr. Maryam, lingkungan sosial dan budaya berperan kritis dalam menentukan pola makan dan aktivitas fisik. Misalnya, anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan akses mudah ke makanan cepat saji lebih cenderung mengalami obesitas, meskipun genetik bukan penyebab utama. Ia juga menyebutkan bahwa faktor seperti stres, kurang tidur, dan pola kerja yang tidak sehat bisa memicu peningkatan nafsu makan dan mengurangi metabolisme.

Dr. Maryam menyarankan bahwa pengaturan lingkungan dan kebiasaan hidup bisa menjadi solusi efektif. “Faktor genetik bukan penyebab utama, jadi kita bisa mengubah lingkungan untuk mendukung kesehatan tubuh,” jelasnya. Dengan memahami bahwa faktor genetik bukan penyebab utama, individu bisa lebih percaya diri dalam mengambil langkah-langkah seperti olahraga rutin, mengurangi konsumsi gula, atau makanan tinggi lemak, serta menghindari kebiasaan tidak sehat.

Lebih lanjut, dr. Maryam menyoroti bahwa faktor genetik bukan penyebab utama bisa diperkuat oleh kebiasaan hidup yang baik. Misalnya, seseorang yang memiliki genetik cenderung gemuk tetapi tetap bisa menjaga berat badan ideal dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur. “Kita tidak boleh menganggap faktor genetik bukan penyebab utama sebagai alasan untuk tidak berusaha,” katanya. Ini menunjukkan bahwa meskipun genetik berpengaruh, tindakan individu tetap mampu mengatasi masalah obesitas.

Langkah-Langkah untuk Mencegah Obesitas

Menurut dr. Maryam, pencegahan dan pengelolaan obesitas memerlukan pendekatan holistik yang mencakup perubahan lingkungan, gaya hidup, dan pola makan. “Faktor genetik bukan penyebab utama, jadi kita bisa mengubah lingkungan untuk mendukung kesehatan tubuh,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya olahraga secara teratur, pola makan seimbang, dan manajemen stres. “Faktor genetik bukan penyebab utama, tapi dengan kombinasi tindakan yang tepat, kita bisa mengurangi risiko obesitas secara signifikan,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, dr. Maryam juga memberikan contoh nyata bagaimana faktor genetik bukan penyebab utama bisa diatasi. Ia menyebutkan bahwa banyak orang yang memiliki genetik cenderung gemuk tetapi berhasil menurunkan berat badan dengan mengadopsi gaya hidup sehat. “Kita harus mengubah perilaku sehari-hari, bukan hanya mengandalkan genetik bukan penyebab utama,” katanya. Dengan memahami bahwa faktor genetik bukan penyebab utama, individu bisa lebih konsisten dalam berkomitmen untuk hidup sehat, terlepas dari latar belakang keluarga mereka.

Dengan penjelasan dari ahli gizi klinik dr. Maryam, masyarakat kini lebih memahami bahwa faktor genetik bukan penyebab utama. Ini memberikan harapan baru untuk mencegah dan mengatasi obesitas melalui perubahan lingkungan dan kebiasaan hidup. “Faktor genetik bukan penyebab utama, tapi kita bisa mengubah kondisi dengan tindakan yang tepat,” tegas dr. Maryam. Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya mengurangi risiko obesitas, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara jangka panjang.

Bagikan:

Berita Terkait

55aac335-2929-4d54-8a36-7e4e0700bde6-0

Special Plan: 13 Taman Nasional Ditargetkan Mandiri dalam Urusan Pendanaan pada 2030

26 Jun 2026
d324d0c8-8fb8-4f8b-9c9a-75051d1c034f-0

Mengagumkan! Karang Hitam Raksasa Berusia 400 Tahun Ditemukan di Selandia Baru

26 Jun 2026
464883ef-a30d-4ccc-a7e4-c02ce2b2e644-0

Key Discussion: Kapan Harus Berhenti Bayi Tabung? Dilema Berat Pasien IVF yang Jarang Terungkap

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

3 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

3 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

4 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

4 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

4 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.