Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan Selatan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Humaniora

Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan Selatan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Nancy Brown - beritabaru1.com Reporter Senin, 03 Agustus 2026 pukul 07:59 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
b4af8c44-7cbf-4fbc-8e1f-7536ce633f7e-0
Foto : Nancy Brown - beritabaru1.com
Foto : Nancy Brown - beritabaru1.com

Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan Selatan: Penyebab dan Solusi

Beritabaru1.com – Masyarakat Kalimantan Selatan sedang ramai memperbincangkan Fenomena Udang Naik ke Daratan yang terjadi baru-baru ini. Ratusan ekor udang terlihat meninggalkan dasar sungai dan bergerak menuju permukaan air, bahkan ada yang sampai ke tepian daratan. Kejadian langka ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kesehatan ekosistem perairan di wilayah tersebut. Untuk memberikan penjelasan ilmiah yang akurat, Prof Sri Nuryati, Guru Besar Budidaya Perairan dari IPB University, telah melakukan analisis mendalam mengenai penyebab dan mekanisme di balik fenomena ini.

Menurut Prof Sri, perilaku udang yang meninggalkan habitat dasar perairan merupakan indikasi kuat adanya gangguan serius pada lingkungan alami mereka. Sebagai biota akuatik demersal, udang secara alami menghabiskan sebagian besar waktunya di dasar sungai atau danau. Ketika mereka mulai bergerak naik ke permukaan secara massal, hal itu menandakan kondisi di lapisan bawah sudah tidak lagi mendukung kehidupan mereka. Pergerakan ini bisa dianggap sebagai respons darurat terhadap perubahan kondisi lingkungan yang mendadak.

“Apabila tidak ditemukan gejala klinis penyakit pada udang tersebut, faktor kualitas lingkungan air menjadi kecurigaan utama. Gangguan di dasar perairan ini biasanya berkaitan dengan kadar oksigen terlarut yang kritis,” ujar Prof Sri Nuryati dalam penjelasannya.

Mekanisme Krisis Oksigen di Dasar Sungai

Krisis oksigen ini umumnya dipicu oleh akumulasi bahan organik yang tinggi di dasar sungai. Proses penguraian bahan organik oleh mikroba membutuhkan oksigen dalam jumlah besar, sehingga ketersediaan oksigen bagi biota dasar seperti udang menjadi sangat menipis. Ketika kadar oksigen di lapisan dasar turun drastis, udang terpaksa bergerak ke permukaan untuk mendapatkan pasokan oksigen yang lebih baik.

Kondisi ini juga menjawab pertanyaan mengapa fenomena tersebut lebih banyak menimpa udang dibandingkan ikan. Ikan yang bersifat pelagis atau hidup di kolom air bagian atas cenderung masih bisa bertahan karena lapisan air atas biasanya masih memiliki pasokan oksigen yang lebih baik dibandingkan lapisan dasar. Selain itu, udang memiliki kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar jenis ikan air tawar.

Rekomendasi Tindakan dan Pengujian

Untuk memastikan penyebab pastinya, Prof Sri menekankan pentingnya uji laboratorium yang komprehensif. Ia menyarankan instansi terkait untuk segera mengambil sampel air dan sedimen langsung dari titik kejadian. Parameter krusial yang perlu diperiksa meliputi kadar oksigen terlarut, kandungan bahan organik, serta kualitas sedimen. Pengujian ini akan memberikan gambaran jelas mengenai kondisi lingkungan perairan saat fenomena terjadi.

Sebagai langkah antisipasi, Prof Sri mengharapkan adanya tindakan cepat berbasis data ilmiah dari otoritas setempat. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga stabilitas ekosistem perairan dan mencegah dampak lingkungan yang lebih luas di masa mendatang. Masyarakat juga disarankan untuk melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

“Penanganan cepat diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti fenomena ini guna menjaga ekosistem perairan tetap stabil,” pungkasnya. Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika alami ekosistem perairan yang perlu diawasi dan dikelola dengan baik.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Fenomena Udang

Apa yang menyebabkan udang naik ke permukaan? Udang naik ke permukaan terutama karena penurunan kadar oksigen di dasar perairan. Akumulasi bahan organik yang terurai membutuhkan banyak oksigen, sehingga udang terpaksa mencari lapisan air dengan oksigen lebih tinggi.

Apakah fenomena ini berbahaya bagi manusia? Secara umum tidak berbahaya bagi manusia. Fenomena ini lebih merupakan indikator gangguan lingkungan yang perlu diwaspadai oleh pihak terkait untuk menjaga kesehatan ekosistem perairan.

Bagaimana cara mencegah fenomena serupa? Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi pencemaran bahan organik ke sungai, menjaga kualitas air, dan melakukan monitoring rutin terhadap kadar oksigen di perairan.

Apakah fenomena ini hanya terjadi di Kalimantan Selatan? Fenomena serupa dapat terjadi di berbagai wilayah perairan yang memiliki kondisi lingkungan tidak stabil, meskipun frekuensi dan intensitasnya dapat berbeda-beda tergantung kondisi lokal.

Related Reading

  • Latest articles and updates: Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan
Bagikan:

Berita Terkait

f677e15d-a3ab-4720-a2e4-d523184384d9-0

Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 3 Agustus 2026: Aceh hingga Sumbar Siaga Cuaca Ekstrem

3 Agu 2026
ea006036-16f8-4117-970f-1c84456bd486-0

Cara Menghentikan Kebiasaan Anak Minum Kental Manis Menurut Ahli Gizi

3 Agu 2026
a9ae47c6-414b-408c-8ff6-993e8c7b8099-0

Protein Penting bagi Tubuh, tetapi Konsumsi Berlebihan Perlu Diwaspadai

2 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

f677e15d-a3ab-4720-a2e4-d523184384d9-0

Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 3 Agustus 2026: Aceh hingga Sumbar Siaga Cuaca Ekstrem

1 jam yang lalu
aa4ac245-4d55-41fd-a1ff-167d2b04250f-0

Josko Gvardiol Sebut Enzo Maresca Sosok Sempurna Gantikan Pep Guardiola di Manchester City

1 jam yang lalu
d8c68512-c919-4b85-887b-3d514eae2c02-0

Kevin Durant Sebut Philadelphia 76ers Favorit Juara NBA 2027

1 jam yang lalu
e4c26eb1-16f6-46b2-9042-7491f676089d-0

Piala AFF 2026: John Herdman Siapkan Rizky Ridho Redam Nguyen Xuan Son

1 jam yang lalu
df1de7ec-e0c1-4543-aa8a-d65680f00603-0

Spider-Man: Brand New Day Raih Pendapatan Debut Rp5,7 Triliun

1 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (468)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (271)
  • Humaniora (829)
  • Internasional (434)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (573)
  • Olahraga (194)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (489)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 3 Agustus 2026: Aceh hingga Sumbar Siaga Cuaca Ekstrem
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.