Keistimewaan Menulis Basmalah 113 Kali di Awal Muharam: Adab dan Fadhilah
Keistimewaan Menulis Basmalah 113 Kali di Awal – Muharam, bulan pertama dalam kalender hijriah, sering dianggap sebagai momen penting dalam kehidupan umat Muslim. Bulan ini memiliki makna spiritual yang mendalam karena dianggap sebagai bulan awal tahun baru yang penuh berkah dan kesempatan untuk memperbarui semangat ibadah. Salah satu amalan yang dianggap memiliki fadhilah luar biasa adalah menulis kalimat Basmalah sebanyak 113 kali pada hari pertama bulan Muharam. Tindakan ini tidak hanya melibatkan kegiatan fisik, tetapi juga melibatkan kepercayaan dan ketaatan terhadap ajaran agama, sehingga menjadi bagian dari praktik adab dalam kehidupan bermasyarakat.
Makna 113 Kali dalam Amalan Basmalah
Mengapa jumlah 113 dianggap istimewa? Angka ini memiliki hubungan langsung dengan struktur Al-Qur’an. Dalam kitab suci, terdapat 114 surah, dengan satu surah—yaitu Surah At-Taubah—yang tidak dimulai dengan Basmalah. Dengan mengurangi satu dari total tersebut, diperoleh angka 113, yang menjadi dasar pengulangan Basmalah di awal Muharam. Dalam konteks ini, keistimewaan menulis basmalah 113 kali tidak hanya sekadar angka, tetapi juga simbol dari keberkahan yang ditawarkan oleh Allah SWT melalui perayaan awal tahun.
Amalan ini juga berkaitan dengan keistimewaan bulan Muharam. Menurut hadis, bulan ini merupakan bulan yang penuh berkah, karena menjadi waktu ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, dilahirkan kembali oleh para sahabat, dan juga ketika ia mendapat kemenangan di Hudaibiyah. Dengan menulis basmalah 113 kali di hari pertama, umat Muslim diharapkan dapat menangkap keberkahan tersebut secara simbolis, sekaligus memperkuat iman dan ketakwaan mereka.
Adab dan Cara Menulis Basmalah 113 Kali
Menulis basmalah 113 kali di awal Muharam bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga melibatkan kehati-hatian dan kesadaran. Menurut panduan adab dari ulama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menunaikan amalan ini. Pertama, menggunakan alat tulis yang suci, seperti tinta yang didapat dari air zamzam atau tinta hijau yang memiliki makna keberkahan. Kedua, menulis basmalah dengan niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketiga, memastikan jumlah yang benar, karena kesalahan dalam menghitung bisa memengaruhi fadhilah yang diperoleh.
Adab lainnya adalah menjaga kebersihan tempat menulis. Jika menulis basmalah di tempat tertentu, seperti di kertas atau buku, maka tempat tersebut harus dibersihkan dari najis dan kotoran. Selain itu, amalan ini sebaiknya dilakukan dengan kesabaran dan konsentrasi, karena menulis dengan penuh kekhusyukan dapat meningkatkan keistimewaan dari tindakan tersebut. Menurut kitab-kitab klasik, seseorang yang menulis basmalah 113 kali di awal Muharam dan menyimpannya dengan baik akan mendapatkan perlindungan dari Allah selama sepanjang tahun.
Bagi yang ingin melaksanakan amalan ini, perlu memahami bahwa jumlah 113 kali bukanlah sesuatu yang wajib, tetapi merupakan anjuran. Jumlah tersebut dianggap optimal karena merepresentasikan seluruh surah Al-Qur’an yang mengandung Basmalah. Namun, jika seseorang hanya mampu menulis 100 kali, itu tetap memiliki nilai, asalkan dilakukan dengan niat yang tulus. Kuncinya adalah kesadaran bahwa keistimewaan menulis basmalah 113 kali adalah bentuk penghormatan terhadap keagungan nama-Nya.
Fadhilah Menulis Basmalah 113 Kali
Menulis basmalah 113 kali di awal Muharam memiliki fadhilah yang luar biasa. Menurut kitab Ash-Shirath al-Mustaqim karya Sayyidi Ibnu ‘Iraq, amalan ini dapat memperkuat keberkahan di sekitar seseorang. Selain itu, keistimewaan menulis basmalah 113 kali juga dianggap sebagai sarana untuk mengingat kembali makna Basmalah dalam kehidupan sehari-hari. Basmalah adalah kalimat yang mengandung nama-Nya, dan dengan mengulangkannya sebanyak 113 kali, umat Muslim diharapkan dapat merasakan keberkahan yang melekat pada setiap huruf dan kata tersebut.
Ada juga pandangan bahwa amalan ini membantu memperkuat ketaatan terhadap ajaran agama. Dalam hadis, Nabi SAW menyebutkan bahwa Basmalah adalah penghapus dosa. Dengan menulisnya sebanyak 113 kali, seseorang dapat merasa lebih dekat kepada Allah SWT, karena memulai setiap kegiatan dengan nama-Nya. Selain itu, menulis basmalah 113 kali di awal Muharam juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran diri dalam beribadah, sekaligus memperbarui semangat beramal di bulan baru.
Keistimewaan menulis basmalah 113 kali juga dianggap sebagai bentuk keberkahan yang bisa diperoleh dari Allah. Dalam beberapa kitab, disebutkan bahwa seseorang yang menulis basmalah 113 kali di awal Muharam dan menyimpannya dengan baik akan dilindungi oleh-Nya sepanjang tahun. Hal ini memberikan motivasi bagi umat Muslim untuk memperhatikan amalan ini sebagai bagian dari kehidupan spiritual mereka.
Catatan: Keistimewaan menulis basmalah 113 kali di awal Muharam adalah warisan dari ilmu keagamaan tradisional. Sebelum melaksanakannya, sebaiknya konsultasikan dengan guru atau kiai setempat untuk memastikan pemahaman dan cara yang tepat. Amalan ini bisa menjadi pengingat akan pentingnya mengawali setiap tindakan dengan keberkahan dari Allah, seperti yang diwujudkan dalam Basmalah.
