Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Key Discussion: Bedah Buku Konservasi Berbasis Masyarakat Hiasi Invirotech Expo 2026
Humaniora

Key Discussion: Bedah Buku Konservasi Berbasis Masyarakat Hiasi Invirotech Expo 2026

Michael Gonzalez Reporter Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 22:21 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1781362015_c77d1cf2d146634f0c25

Table of Contents

Toggle
  • Bedah Buku Konservasi Berbasis Masyarakat di Invirotech Expo 2026
    • Perspektif Lintas Disiplin dalam Konservasi
    • Peluang Kolaborasi Lintas Sektor

Bedah Buku Konservasi Berbasis Masyarakat di Invirotech Expo 2026

Key Discussion menjadi salah satu rangkaian utama dalam Invirotech Expo 2026 yang diadakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (12/6). Acara ini diinisiasi oleh PROSPECT Institute sebagai wadah untuk memperkenalkan buku terbaru mereka, Konservasi Berbasis Masyarakat: Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia, serta menggali perspektif dan pengalaman dari berbagai program konservasi yang telah dijalankan. Selama sesi ini, peserta dan pembicara mendiskusikan bagaimana partisipasi masyarakat dapat menjadi pilar utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kekayaan alam Indonesia.

Perspektif Lintas Disiplin dalam Konservasi

Konservasi berbasis masyarakat bukan hanya sekadar upaya melindungi habitat alami, tetapi juga strategi yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya, dan masyarakat lokal. Dalam Key Discussion, para pembicara menjelaskan bahwa buku ini dirancang untuk menjadi sumber referensi strategis yang mengintegrasikan data lapangan, praktik terbukti, serta tantangan nyata yang dihadapi dalam upaya pelestarian lingkungan. Sesi ini diharapkan mampu memicu diskusi yang lebih dalam mengenai peran aktif masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan.

“Buku ini menggambarkan hasil kerja sama lintas sektor dan pengalaman di lapangan yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Kami berharap, Key Discussion ini mampu memperkuat kesadaran kolektif bahwa konservasi tidak bisa terlepas dari partisipasi masyarakat,” ujar Wahyu Purwanto, Operation Director Prospect Institute sekaligus penulis buku tersebut.

Peserta acara termasuk Rahadiyand Aditya, dosen dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang turut meninjau materi buku. Dalam diskusi, ia menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam konservasi, terutama untuk memastikan keberlanjutan program yang dirancang. Selain itu, Bakhtiar Fahmi Fuadi, Senior Environmental Consultant Prospect Institute, menjelaskan bagaimana pendokumentasian pengetahuan dari lapangan bisa menjadi basis untuk pengembangan strategi yang efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Peluang Kolaborasi Lintas Sektor

Sesi bedah buku ini juga membuka ruang bagi pembicara dan peserta untuk berbagi wawasan mengenai tantangan dan peluang dalam konservasi. Wahyu Purwanto menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat lokal merupakan kunci keberhasilan program konservasi. Ia menjelaskan bahwa buku ini menggabungkan berbagai kasus nyata, seperti program pengelolaan hutan konservasi bersama masyarakat di Kalimantan dan Sumatra, yang menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat mampu meningkatkan efektivitas upaya pelestarian.

“Konservasi adalah proses yang berkelanjutan, dan peran masyarakat harus tetap menjadi fokus utama. Key Discussion ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada komitmen bersama,” tambah Wahyu.

Dalam rangkaian acara ini, PROSPECT Institute juga mengupas metode pengelolaan program yang berdampak jangka panjang. Sesi From Field to Insight: Integrasi Program Development dan Facilitation yang Berdampak menjadi bagian penting untuk mengeksplorasi bagaimana pembelajaran di lapangan dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan dan strategi konservasi. Diskusi ini menyoroti peran konsultasi dan pendampingan yang lebih dekat dengan masyarakat, serta bagaimana data yang diperoleh bisa diubah menjadi kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan.

Key Discussion ini juga memberikan wawasan tentang kebutuhan akan pendokumentasian pengalaman dan data yang telah teruji. Dengan memperkenalkan buku konservasi berbasis masyarakat, PROSPECT Institute ingin menginspirasi lembaga lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam pengelolaan lingkungan. Selain itu, acara ini bertujuan mengukuhkan bahwa partisipasi masyarakat bukan hanya menjadi bagian dari solusi, tetapi juga sebagai inti dari perubahan yang berkelanjutan.

Para peserta dan pembicara menyampaikan bahwa Key Discussion ini menjadi platform penting untuk membangun jejaring kolaborasi antar sektor. Dengan menggabungkan wawasan akademisi, pengalaman lapangan, dan kebutuhan masyarakat, acara ini diharapkan mampu menciptakan konsensus mengenai pentingnya konservasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Wahyu Purwanto menutup sesi dengan pesan bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama, dan buku ini menjadi alat untuk memperkuat komitmen tersebut.

Bagikan:

Berita Terkait

55aac335-2929-4d54-8a36-7e4e0700bde6-0

Special Plan: 13 Taman Nasional Ditargetkan Mandiri dalam Urusan Pendanaan pada 2030

26 Jun 2026
d324d0c8-8fb8-4f8b-9c9a-75051d1c034f-0

Mengagumkan! Karang Hitam Raksasa Berusia 400 Tahun Ditemukan di Selandia Baru

26 Jun 2026
464883ef-a30d-4ccc-a7e4-c02ce2b2e644-0

Key Discussion: Kapan Harus Berhenti Bayi Tabung? Dilema Berat Pasien IVF yang Jarang Terungkap

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

7 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

7 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

7 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

7 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

7 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.