Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Key Discussion: BRIN Sebut Risiko Hantavirus Jadi Pandemi Rendah, Indonesia Tetap Butuh Laboratorium Level Tinggi
Humaniora

Key Discussion: BRIN Sebut Risiko Hantavirus Jadi Pandemi Rendah, Indonesia Tetap Butuh Laboratorium Level Tinggi

Matthew Martin Reporter Kamis, 21 Mei 2026 pukul 10:15 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1779332906_123c19784b4b74a76830

Table of Contents

Toggle
  • Key Discussion: BRIN Tegaskan Risiko Hantavirus Menjadi Pandemi Rendah, Tapi Indonesia Butuh Lab Tingkat Tinggi
    • Potensi Penyebaran dan Penanganan di Indonesia
    • Dampak Usia pada Gejala Infeksi
    • Perbedaan Strain dan Kesiapan Nasional
    • Kesiapan Hadapi Ancaman Biologi

Key Discussion: BRIN Tegaskan Risiko Hantavirus Menjadi Pandemi Rendah, Tapi Indonesia Butuh Lab Tingkat Tinggi

Key Discussion tentang potensi Hantavirus menyebar secara pandemi di Indonesia dinilai relatif rendah oleh Profesor Masdalina Pane, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun, ia menekankan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengatasi ancaman virus ini. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, antara tahun 2024 hingga 2026 tercatat 23 kasus Hantavirus, dari mana 20 orang sembuh dan 3 korban meninggal. Meski risiko terhadap pandemi rendah, Masdalina mengingatkan bahwa persiapan dan sistem deteksi harus tetap kuat.

Potensi Penyebaran dan Penanganan di Indonesia

Key Discussion mengenai virulensi Hantavirus di Indonesia menunjukkan bahwa spesies tikus lokal seperti *Rattus norvegicus* dan *Rattus rattus* adalah sumber utama penularan. Penyebaran virus ini melalui kontak dengan cairan tubuh tikus, seperti urine atau ludah, menjadi faktor kunci dalam epidemiologi. Meski demikian, kematian akibat Hantavirus di Indonesia tergolong langka dibandingkan negara lain seperti Argentina atau Cina, yang melaporkan ratusan hingga ribuan kasus setiap tahun. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, misalnya, mencatat enam pasien yang diduga terpapar virus hingga pertengahan Mei 2026.

“Di Argentina, varian Hantavirus yang menyebabkan HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) mencatat 70 kasus per tahun, sementara di Cina dan Korea Selatan, jumlahnya mencapai ribuan kasus setiap tahun,” ujar Masdalina.

Dampak Usia pada Gejala Infeksi

Key Discussion tentang gejala Hantavirus menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan usia penderita. Pada orang dewasa, gejala awal seperti demam dan sakit kepala sering diabaikan, sementara pada anak-anak, suhu tubuh bisa mencapai 38,5°C. Selain itu, mual dan muntah muncul lebih sering, mirip dengan gejala infeksi lain. Namun, ketika kondisi memburuk dalam jam-jam pertama, tanda-tanda serius seperti infiltrasi plasma dan gagal ginjal akut muncul, menyerupai gejala demam berdarah.

Masdalina memperingatkan bahwa keterlambatan diagnosis bisa berakibat fatal. “Gejala dini harus dikenali secara tepat agar tindakan cepat dapat diambil,” katanya dalam Key Discussion dengan Eddy Wijaya di podcast EdShareOn pada 20 Mei 2026.

Perbedaan Strain dan Kesiapan Nasional

Key Discussion mengenai variasi strain Hantavirus mengungkapkan bahwa ada lebih dari 300 jenis, 41 di antaranya berpotensi menyerang manusia. Strain Andes, yang ditemukan di Indonesia, tergolong lebih ringan dibandingkan strain lain seperti Seoul Virus (SEOV) yang pernah menyebar di perang Jepang-Korea pada 1950-an. Saat itu, 3 ribu tentara PBB terpapar SEOV, menunjukkan kemungkinan penyebaran lebih luas jika tidak diantisipasi.

Masdalina menekankan bahwa meski risiko pandemi rendah, sistem laboratorium tingkat keamanan tinggi (BSL-4) tetap diperlukan untuk penelitian mendalam. “Di masa lalu, Hantavirus sudah menunjukkan kemampuan menyebar antarmanusia, sehingga persiapan klinis dan laboratorium harus lebih matang,” tambahnya dalam Key Discussion.

Kesiapan Hadapi Ancaman Biologi

Key Discussion mengenai kesiapan Indonesia terhadap virus berpotensi pandemi seperti Hantavirus mengingatkan bahwa negara ini hanya memiliki laboratorium BSL-3, sementara BSL-4 lebih diperlukan. Masdalina menyebutkan bahwa mikroorganisme kategori A memiliki kemungkinan digunakan sebagai senjata biologi, dan kesiapan memerlukan investasi yang lebih besar. “Sistem deteksi dan respons harus siap menghadapi situasi terburuk, meski probabilitasnya rendah,” katanya.

Dalam Key Discussion, ia juga menyoroti pentingnya pencegahan sejak dini. “Penyebaran Hantavirus sangat bergantung pada lingkungan, jadi masyarakat harus memastikan makanan disimpan rapat dan rumah bebas dari tikus,” terang Masdalina. Dengan adanya laboratorium tingkat tinggi, peneliti dapat mengembangkan vaksin atau obat jika virus mengalami mutasi atau penyebaran yang tidak terduga.

Kesiapan nasional terhadap Hantavirus menjadi penting karena virus ini tidak hanya menyebabkan gejala ringan, tetapi juga bisa berdampak serius jika tidak diatasi secara tepat. Dengan Key Discussion yang terus dilakukan oleh BRIN, upaya mitigasi dan penelitian akan lebih efektif, memperkuat sistem kesehatan Indonesia dalam menghadapi ancaman biologis di masa depan.

Bagikan:

Berita Terkait

55aac335-2929-4d54-8a36-7e4e0700bde6-0

Special Plan: 13 Taman Nasional Ditargetkan Mandiri dalam Urusan Pendanaan pada 2030

26 Jun 2026
d324d0c8-8fb8-4f8b-9c9a-75051d1c034f-0

Mengagumkan! Karang Hitam Raksasa Berusia 400 Tahun Ditemukan di Selandia Baru

26 Jun 2026
464883ef-a30d-4ccc-a7e4-c02ce2b2e644-0

Key Discussion: Kapan Harus Berhenti Bayi Tabung? Dilema Berat Pasien IVF yang Jarang Terungkap

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

8 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

8 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

8 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

8 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

8 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.