YCAB Foundation Meluncurkan Program ANDAL untuk Inklusi Digital dalam Key Discussion
Key Discussion – Dalam Key Discussion yang berlangsung di Manhattan Hotel, Jakarta, YCAB Foundation secara resmi meluncurkan program ANDAL (Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital yang Inklusif) pada Senin (26/5/2025). Program ini didukung oleh Citi Foundation melalui pendanaan Global Innovation Challenge 2025, yang bertujuan meningkatkan kesiapan tenaga kerja dan memperluas akses ekonomi digital bagi generasi muda Indonesia, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas. Key Discussion ini menjadi momen penting untuk menggali potensi inisiatif yang diharapkan mampu membangun ekosistem inklusif di sektor digital.
Konteks dan Tantangan Ekonomi Digital
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 9,58 juta remaja Indonesia termasuk dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, and Training), atau 21,46% dari total populasi usia 15-30 tahun. Fakta ini menegaskan bahwa masih banyak generasi muda yang belum terpandu dalam dunia kerja dan wirausaha. Di sisi lain, laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan ekonomi digital Indonesia akan mencapai hampir US$100 miliar pada 2025, tumbuh 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Key Discussion ini menjadi wadah untuk mendiskusikan bagaimana program ANDAL dapat mengatasi kesenjangan tersebut.
“Adaptabilitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menghadapi transformasi digital. Generasi muda harus memiliki akses luas pada pelatihan dan pengembangan kemampuan agar bisa bersaing di dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, S.T., M.Si., IPU.
Dalam Key Discussion, para pemangku kepentingan mengungkapkan bahwa pendidikan digital harus menjadi bagian integral dari perencanaan pemerintah dan sektor swasta. “Kami menemukan bahwa 65% dari pelaku usaha digital di Indonesia belum memiliki sertifikasi formal, sehingga program ANDAL bertujuan untuk memperbaiki keterampilan mereka melalui kurikulum yang terstruktur dan berbasis teknologi,” tambah Hario Widyananto, Country Head of Public Affairs Citi Indonesia.
Program ANDAL: Pendekatan Holistik untuk Kemandirian Digital
Program ANDAL dirancang dengan pendekatan hybrid, terdiri dari dua komponen utama: persiapan tenaga kerja dan pengembangan wirausaha digital. Peserta akan menjalani pelatihan vokasi yang meliputi kemampuan teknis, soft skills, dan pendidikan keuangan. Selain itu, mereka juga akan diberikan akses ke pelatihan afiliator untuk membangun jaringan dalam platform digital. Key Discussion menyoroti bahwa program ini tidak hanya mengutamakan kompetensi teknis, tetapi juga mengajarkan cara memanfaatkan media sosial dan bisnis online sebagai alat pengembangan diri.
“Dengan kerja sama pemerintah dan mitra strategis, program ANDAL diharapkan bisa meningkatkan kesiapan remaja, termasuk kelompok rentan, dalam menghadapi dunia kerja masa depan,” papar Linda Sukandar, Chief Operating Officer YCAB Foundation.
Program ini juga mencakup komponen pencegahan pelecehan seksual (PSHEA), yang menjadi fokus khusus untuk meningkatkan keamanan dan kesadaran peserta. Dalam Key Discussion, disebutkan bahwa PSHEA akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pelatihan sebagai upaya melindungi peserta dari risiko pelecehan dalam lingkungan kerja digital. Selain itu, YCAB Foundation akan bekerja sama dengan perusahaan teknologi lokal dan internasional untuk menyediakan sertifikasi, mentorship, serta akses ke pasar kerja yang inklusif.
Program ANDAL bertujuan memberikan pelatihan berkelanjutan selama 12 bulan, dengan fasilitas seperti akses ke platform pembelajaran online, workshop langsung, dan peluang kerja praktek. Dalam Key Discussion, dijelaskan bahwa peserta program akan dipilih berdasarkan kriteria inklusif, termasuk latar belakang ekonomi dan kondisi disabilitas. “Kami ingin menciptakan peluang yang tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan inisiatif remaja dalam menghadapi dinamika pasar yang kompetitif,” jelas Hario Widyananto.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif nasional untuk meningkatkan kualitas SDM di era digital. Key Discussion menyebutkan bahwa keberhasilan ANDAL akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan program serupa di daerah lain. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal dengan memfasilitasi wirausaha digital yang bermula dari kelompok muda dan rentan.
