Latest Program: Kemenag Perkuat Semangat Kiai Wahab untuk NKRI dan Pesantren
Latest Program – Dalam rangka menghadapi dinamika keagamaan modern dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Latest Program berjudul “Kiai Wahab Hasbullah: Inspirasi Penguatan Pesantren dan Integritas NKRI.” Program ini digagas sebagai upaya memperkuat peran pesantren dalam menciptakan generasi muda yang berjiwa nasionalis serta mampu menjawab berbagai isu keagamaan dengan pendekatan moderat. Acara bedah buku yang berlangsung di UIN Jurai Siwo Lampung, Sabtu (16/5/2026), menjadi momentum untuk memperjelas kontribusi pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai salah satu tokoh sentral dalam sejarah keagamaan dan kebangsaan Indonesia.
Detail Acara dan Peserta
Acara yang dihadiri oleh sekitar 1.500 peserta, termasuk ulama, akademisi, mahasiswa, dan tokoh NU, menyoroti peran pesantren sebagai institusi pendidikan yang menjadi pilar kebangsaan. Latest Program ini juga melibatkan tiga pembicara utama, yaitu Drs. KH. Abdul Mun’im DZ (penulis buku), Hj. Ela Siti Nuryamah, S.Sos., M.E., M.Ap (Bupati Lampung Timur), serta Dr. KH. Ahmad Ishomuddin, M.Ag (akademisi dan tokoh NU). Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun pesantren yang relevan di era serba digital.
Sebagai bagian dari Latest Program, forum ini juga menjadi ruang untuk mendiskusikan transformasi pesantren yang terus berlangsung. Kemenag menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar modernisasi fisik, tetapi juga perlu melibatkan peningkatan kapasitas kelembagaan dan pendidikan agama yang lebih inklusif. Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami, mengungkapkan bahwa kiai Wahab Hasbullah menjadi simbol perjuangan yang tetap relevan dalam konteks sejarah dan masa kini.
Peran Kiai Wahab dalam Moderasi Agama
KH. Abdul Wahab Hasbullah, seorang tokoh ulama yang dianggap sebagai “arsitek dialektika moderasi,” digadang sebagai percontohan dalam menggabungkan prinsip keagamaan dengan nilai kebangsaan. Dalam sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, disebutkan bahwa Latest Program ini bertujuan mengupas kontribusi kiai Wahab dalam menciptakan lingkungan pesantren yang harmonis dan inklusif. “Pesantren adalah benteng moral yang harus terus beradaptasi, sekaligus menjadi pusat pemberdayaan,” jelas Menag, menegaskan bahwa Latest Program merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas sosial di tengah polarisasi.
Lebih lanjut, Latest Program ini juga menyoroti bagaimana kiai Wahab Hasbullah mampu menyatukan perbedaan dalam masyarakat. Dalam pendekatannya, beliau menekankan pentingnya dialog antarumat beragama, serta mendorong pesantren menjadi tempat pertukaran ide yang tidak terbatas oleh perbedaan sekuler atau agama. Menurut Basnang Said, Direktur Pesantren Kemenag, figur kiai Wahab tetap menjadi referensi dalam memperkuat kesatuan bangsa melalui pendidikan yang relevan.
Komitmen Masa Depan
Kegiatan bedah buku yang menjadi bagian dari Latest Program ini juga menegaskan komitmen Kemenag untuk menggandeng pesantren dalam menciptakan model kehidupan yang bermoral, berkeadilan, dan mengutamakan kesejahteraan umat. Selain itu, Latest Program ini berharap bisa memicu inisiatif baru dalam pengembangan pesantren sebagai institusi pendidikan yang kompetitif dan adaptif terhadap perubahan sosial. Acara tersebut juga menjadi ajang penguatan kelembagaan melalui kampanye “Pesantren Stop Kekerasan” yang diusung oleh Kemenag.
Ita Rahmawati, perwakilan keluarga KH. Wahab Hasbullah, menambahkan bahwa semangat kiai tersebut tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda. “Kiai Wahab bukan hanya seorang pendiri NU, tetapi juga tokoh yang mampu membangun kesadaran kolektif tentang keutuhan bangsa. Latest Program ini menjadi wadah untuk mengupas secara mendalam kontribusinya,” tuturnya. Acara tersebut juga menegaskan bahwa penguatan pesantren harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kegiatan ekonomi yang mandiri.
Harapan dan Tantangan
Menurut Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami, Latest Program ini membuka peluang untuk menguatkan peran ulama dalam menyikapi tantangan keagamaan. “Kiai Wahab Hasbullah mengajarkan bagaimana moderasi agama bisa menjadi alat unifikasi, bukan pelemahan. Latest Program ini bertujuan menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan kebijakan pendidikan yang inklusif,” kata Ida. Dalam konteks kebangsaan, acara ini juga menekankan bahwa NKRI harus terus didukung oleh institusi pendidikan yang mampu membangun karakter warga negara yang tangguh dan berakhlak mulia.
Para peserta acara menyambut baik Latest Program ini sebagai langkah konkret untuk menyelaraskan antara pesantren dan visi nasional. Dengan menggali kembali nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, diharapkan generasi muda Indonesia dapat lebih siap menghadapi perubahan global. Kemenag menegaskan bahwa Latest Program ini bukan sekadar sejarah, tetapi merupakan strategi untuk menjaga eksistensi pesantren dalam membentuk masyarakat yang majemuk namun harmonis.
