Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Main Agenda: Bahaya Kerokan saat Nyeri Dada, Dokter Jantung Beri Peringatan
Humaniora

Main Agenda: Bahaya Kerokan saat Nyeri Dada, Dokter Jantung Beri Peringatan

Matthew Martin Reporter Selasa, 09 Juni 2026 pukul 20:34 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1781008874_f00f1e7bf360eb0b4a78

Table of Contents

Toggle
  • Bahaya Kerokan Saat Nyeri Dada, Dokter Jantung Beri Peringatan
    • Kerokan dan Mekanisme Pecahnya Pembuluh Darah
    • Perbedaan Antara Nyeri Dada Normal dan Darurat
    • Mengapa Kerokan Tidak Efektif untuk Nyeri Dada
    • Keluhan Umum dan Cara Mengatasinya
    • Pencegahan dan Langkah yang Tepat Saat Nyeri Dada

Bahaya Kerokan Saat Nyeri Dada, Dokter Jantung Beri Peringatan

Main Agenda – Memahami kondisi kesehatan jantung adalah Main Agenda penting dalam menghadapi gejala seperti nyeri dada. Febtusia Puspitasari, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP), memberi peringatan bahwa kerokan yang sering dipakai sebagai pengobatan tradisional untuk nyeri dada bisa menunda diagnosa yang lebih akurat. Dalam sebuah pertemuan media di Jakarta, Selasa (9/6/2026), Febtusia menegaskan bahwa alasan utama kerokan tidak efektif adalah karena tidak menyelesaikan akar masalah penyakit, terutama jika nyeri dada disebabkan oleh gangguan sistemik seperti penyakit jantung koroner. “Main Agenda sehat harus memprioritaskan kecepatan diagnosis, bukan hanya perasaan nyaman yang bisa diperoleh dari kehangatan balsem,” ujar Febtusia.

Kerokan dan Mekanisme Pecahnya Pembuluh Darah

Kerokan bekerja dengan cara menghancurkan lapisan kulit dan mengeluarkan darah yang terakumulasi di permukaan. Namun, Febtusia menjelaskan bahwa proses ini hanya memengaruhi pembuluh darah di lapisan epidermis, sementara jaringan dalam tubuh seperti otot jantung masih bisa terganggu. “Main Agenda pengobatan harus sesuai dengan penyebab gejala, dan nyeri dada bisa menjadi tanda gangguan berat seperti infark miokardium atau angina pektoris,” tambahnya. Dalam beberapa kasus, kerokan justru memperburuk kondisi karena menekan atau merusak pembuluh darah yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan peradangan atau kelainan darah.

“Main Agenda penting untuk mengenali bahwa nyeri dada yang tiba-tiba dan berat bisa menjadi peringatan darurat. Kerokan hanya memberi sensasi rileks, tetapi tidak menyembuhkan penyebabnya,” ujar Febtusia, yang juga merupakan anggota aktif dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Perbedaan Antara Nyeri Dada Normal dan Darurat

Nyeri dada bisa bervariasi dari nyeri ringan hingga nyeri yang menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Febtusia mengingatkan bahwa nyeri dada yang disebabkan oleh penyakit jantung biasanya terasa seperti tekanan, berdenyut, atau rasa seperti terbakar. Jika nyeri ini terjadi dalam durasi lama, disertai sesak napas, berkeringat dingin, atau pusing, maka Main Agenda harus segera mengambil langkah medis. “Dalam situasi darurat, kerokan bisa memperlambat respons, sementara waktu yang tepat untuk intervensi adalah saat gejala mulai muncul,” terangnya.

Banyak orang menganggap nyeri dada sebagai gejala biasa yang bisa diatasi dengan metode tradisional, termasuk kerokan. Namun, Febtusia menegaskan bahwa perlu diferensiasi antara nyeri akibat stres, kelelahan, atau kekurangan nutrisi dengan nyeri yang berpotensi mengancam nyawa. “Main Agenda memperhatikan kejadian seperti ini adalah langkah yang baik, karena banyak pasien yang terlambat mencari bantuan medis karena terlena dengan solusi alternatif yang terkesan lebih murah dan cepat,” katanya.

Mengapa Kerokan Tidak Efektif untuk Nyeri Dada

Kerokan mengandalkan tekanan dan gesekan untuk mengeluarkan darah stagnan di permukaan kulit, yang dianggap membantu mengurangi rasa sakit. Namun, Febtusia menegaskan bahwa metode ini tidak memiliki dampak pada pembuluh darah yang menyebabkan nyeri dada, seperti koroner atau vena. “Main Agenda menjaga kesehatan jantung membutuhkan pengobatan yang mampu mengatasi penyumbat atau kerusakan pada organ dalam,” jelasnya. Selain itu, proses kerokan bisa menyebabkan peradangan atau tekanan di area yang seharusnya dibiarkan untuk pemulihan alami.

Dokter ini juga menyoroti bahwa penggunaan kerokan saat nyeri dada bisa membuat pasien terlena pada sensasi rileks yang diberikan, sehingga mengabaikan tanda-tanda yang memerlukan penanganan lebih lanjut. “Main Agenda kesadaran masyarakat tentang kesehatan jantung harus ditingkatkan, terutama melalui edukasi yang lebih baik tentang gejala dan pengobatan yang tepat,” lanjut Febtusia. Ia menyarankan untuk memantau gejala secara rutin dan melakukan pemeriksaan medis bila diperlukan.

Keluhan Umum dan Cara Mengatasinya

Nyeri dada bisa muncul karena berbagai alasan, mulai dari stres hingga penyakit jantung koroner. Febtusia menjelaskan bahwa nyeri akibat penyakit jantung biasanya disertai dengan gejala lain seperti mual, kelelahan, atau rasa tidak nyaman di lengan. “Main Agenda kehati-hatian dalam mengatasi nyeri dada sangat penting, karena tindakan yang salah bisa menyebabkan komplikasi serius,” katanya. Contoh nyata adalah saat pasien langsung memilih kerokan, padahal kondisi sebenarnya memerlukan pengobatan seperti penggunaan obat pengencer darah atau pemasangan stent.

Dokter ini juga menekankan bahwa pengobatan tradisional seperti kerokan bisa berguna dalam mengatasi masalah ringan, tetapi tidak boleh diandalkan sepenuhnya. “Main Agenda pengobatan harus mencakup pengenalan penyebab, pencegahan, dan pengobatan yang sesuai. Banyak pasien terlambat mencari bantuan medis karena merasa nyeri dada bisa diperbaiki dengan cara sederhana,” tambah Febtusia. Ia berharap masyarakat lebih waspada dan tidak terburu-buru mengambil keputusan tanpa mengecek kondisi secara menyeluruh.

Pencegahan dan Langkah yang Tepat Saat Nyeri Dada

Untuk mencegah risiko serius akibat nyeri dada, Febtusia menyarankan beberapa langkah seperti memantau tekanan darah, menjaga pola makan sehat, dan menghindari aktivitas fisik berlebihan. “Main Agenda kesehatan jantung harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, karena faktor-faktor seperti kurang olahraga dan konsumsi lemak jenuh bisa meningkatkan risiko penyakit jantung,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kardiovaskular rutin, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko lainnya.

Kerokan bisa menjadi solusi sementara untuk nyeri dada ringan, tetapi tidak boleh dianggap sebagai pengobatan utama. “Main Agenda kesadaran bahwa nyeri dada bisa menjadi tanda penyakit jantung koroner, seperti sumbatan pembuluh darah atau disfungsi endotel, harus diutamakan. Pengobatan yang tepat melibatkan diagnosis akurat dan intervensi yang sesuai,” tambah Febtusia. Ia berharap informasi ini bisa menjadi peringatan bagi masyarakat yang sering mengabaikan tanda-tanda penyakit jantung.

Bagikan:

Berita Terkait

55aac335-2929-4d54-8a36-7e4e0700bde6-0

Special Plan: 13 Taman Nasional Ditargetkan Mandiri dalam Urusan Pendanaan pada 2030

26 Jun 2026
d324d0c8-8fb8-4f8b-9c9a-75051d1c034f-0

Mengagumkan! Karang Hitam Raksasa Berusia 400 Tahun Ditemukan di Selandia Baru

26 Jun 2026
464883ef-a30d-4ccc-a7e4-c02ce2b2e644-0

Key Discussion: Kapan Harus Berhenti Bayi Tabung? Dilema Berat Pasien IVF yang Jarang Terungkap

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

6 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

6 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

6 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

6 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

6 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.