Indonesia dan UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Aksi Iklim Global
Main Agenda – Pertemuan bilateral antara United Nations Environment Programme (UNEP) dan pemerintah Indonesia berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (12/5). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, dan Martin Krause, Direktur Divisi Perubahan Iklim UNEP, di ruangan Indonesian Lounge, New York. Diskusi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung inisiatif iklim global, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan dan Tujuan Kolaborasi
Kedua belah pihak fokus pada peningkatan koordinasi di bidang kehutanan, termasuk peran Indonesia dalam program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation). Mereka juga membahas pengembangan pasar karbon berbasis hutan serta pendekatan pembiayaan kreatif untuk kawasan konservasi. Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk mendorong program-program kehutanan yang lebih spesifik dan berdampak nyata.
Langkah Implementasi
Menurut Raja Juli Antoni, pemerintah Indonesia menempatkan aksi iklim sebagai prioritas utama, terutama dalam mencapai target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Selain itu, negara ini memiliki ambisi menjadi pusat karbon global melalui pembentukan pasar karbon yang memiliki standar integritas tinggi. Langkah ini dijalankan berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026, yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.
“Regulasi ini memberikan kepastian dan transparansi bagi investor serta mitra dalam pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan,” ujar Raja Juli Antoni.
Penguatan REDD+
Menurut Menteri Kehutanan, implementasi REDD+ di Indonesia semakin diperkuat oleh dukungan UNEP. Pemerintah menyambut baik inisiatif tersebut dalam membantu pengelolaan karbon di sektor FOLU (Forests, Other Land Use). Dukungan UNEP melalui Program UN-REDD juga dinilai memberikan contoh baik, seperti Green for Riau, yang diharapkan menjadi model implementasi pendekatan Jurisdictional REDD+ di wilayah lain.
Harapan Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli Antoni menyoroti pentingnya meningkatkan representasi negara-negara hutan tropis di UNEP. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terluas di dunia, ingin menempatkan lebih banyak profesional dalam organisasi tersebut untuk memperkuat agenda lingkungan dan kehutanan global. Pertemuan ditutup dengan peneguhan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama strategis dengan UNEP, demi menciptakan kolaborasi yang konkret, inovatif, dan berkontribusi pada pengelolaan hutan berkelanjutan serta aksi iklim internasional.
