Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Main Agenda: Walhi Temukan Kandungan Merkuri di Air hingga Darah Penambang Emas Ilegal Sumbar
Humaniora

Main Agenda: Walhi Temukan Kandungan Merkuri di Air hingga Darah Penambang Emas Ilegal Sumbar

Mark Jones Reporter Jumat, 12 Juni 2026 pukul 17:05 WIB 2 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
Hulu Sungai Geupo Di Hutan Lindung Ulu Masen Aceh Kian Parah AkibatTambang Emas Ilegal
KAWASAN hutan lindung, lereng gunung dan tepi pantai sepanjang aliran Sungai Krueng Geupo, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, terjadi kerusakan sangat mengkhawatirkan. Pasalnya sudah dua tahun terakhir atau sejak Januari 2022 di kawasan hutan lindung Ulu Masen itu terjadi aktivitas penambangan emas ilegal. Akibatnya, ratusan hektare (ha) hutan lindung nan rimbun, lereng bukit dan tebing sungai sepanjang Sungai Krueng Geupo, kini telah gundul. Cukup banyak bertaburan lubang besar sisa galian alat berat becho (eskavator) di bekas pencarian biji emas. Sesuai penelusuran Media Indonesia, sejak sepuluh hari terakhir, tidak terhitung jumlah kayu kwalitas meranti dan hutan rotan hancur akibat aktivitas tambang liar pencari biji logam mulia itu. Belum lagi rusaknya habitat hewan liar seperti gajah, harimau orangutan, rusa dan lainnya. Bahkan puluhan ekor gajah yang terusik di lokasi tambang, sekarang sering turun ke perkampungan warga Kecamatan Mane dan Geumpang. Padahal jarak lokasi tambang ditengah hutan lindung itu sekitar 17 km dari permukiman warga Mane. Lalu tercemarnya biota sungai sehingga terancam punah ikan keureuling, ikan jurung, belut dan lainnya. Sebelumnya kekayaan sungai itu dikenal sebagai sumber ekonomi untuk menafkahi keluarga masyakat sekitar. "Karena air sungai terus-menerus keruh terkontaminasi sisa lumpur dan limbah pengolah biji emas. Populasi berbagai jenis ikan harga tinggi itu terancam punah. Ini sama dengan membunuh sumber nafkah nelayan sungai di sini. Limbah kimia seperti mercury yang dibuang ke sungai, lalu masuk ke tubuh ikan. Terus ikan itu dikonsumsi manusia, ini sangat berbahaya kesehatannya" tutur Abdullah, tokoh masyarakat Kecamatan Mane, kepada Media Indonesia, Minggu (10/12). Dikatakan Abdullah, sedikitnya ada 8 unit alat berat jenis becho beroperasi di daerah aliran Sungai Krueng Geupo. Gajah-gajah besi ini dengan leluasanya mengeruk lereng bukit dan tebing sungai. Sepak terjang para perusak alam pencari biji emas itu seperti kebal sanksi atau laksana di negeri krisis penegak hukum. Sebagian toke pemodal dan pemilik becho itu adalah dari luar Kecamatan Mane. Mereka diduga pengusaha yang memiliki jaringan kuat dengan pihak tertentu. Hanya saja bekerja sama dengan beberapa orang lokal dan mempekerjakan warga sekitar sebagai buruh kasar. Lebih parah lagi adalah praktik dilakukan oleh para mafia yang seolah resmi atau berpura-pura legal. Mereka adalah sekelompok tertentu yang menamakan diri panitia tambang. Kelompok orang ini disebut-sebut dari pihak terstruktur memiliki jaringan kuat. Panitia inilah pemberi ini kepada pengusaha pemodal untuk bisa masuk beroperasi di hutan lindung daerah aliran Sungai Krueng Geupo. Untuk mendapatkan izin bodong itu pengusaha penambang harus membayar setoran setiap bulan sebesar Rp 27 juta per alat berat becho melalui panitia. Alasannya uang iuran haram tersebut digunakan sebagai keperluan sosial, untuk keamanan dan disetor berjenjang. "Banyak cara sudah kami tempuh supaya aktivitas tambang yang merupakan itu terhenti. Puluhan warga Desa Mane dan masyakat Desa Tutur Cut sudah pernah melakukan patroli atau penyisiran ke lokasi guna mengusir penambang, ternyata beberapa hari setelah itu mereka kembali lagi seperti ada yang di belakangnya. Bahkan pernah ada pihak tertentu mendatangi kami untuk merestui dengan iming bagi hasil. Kami saja tidak bersedia karena lebih memperhatikan kerusakan lingkungan dan bencana banjir" tutur seorang tokoh lainnya. (MR/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE) TEKS PHOTO: Photo udara tampak kerusakan hutan lindung akibat aksi tambang emas ilegal di kawasan Kecamatan Geumpang dan Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE TEKS PHOTO: Tampak kerusakan hutan lindung dan aliran Sungai Krueng Geupo, akibat aksi tambang emas ilegal di kawasan Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Table of Contents

Toggle
  • Walhi Temukan Kandungan Merkuri di Air hingga Darah Penambang Emas Ilegal Sumbar
    • Temuan Merkuri di Air dan Darah Penambang
    • Penolakan Komunitas Lokal

Walhi Temukan Kandungan Merkuri di Air hingga Darah Penambang Emas Ilegal Sumbar

Main Agenda – Ada yang istimewa tentang aktivitas penambangan emas ilegal di Sumatra Barat, yang menjadi fokus Main Agenda. Menurut Tommy Adam, Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar, keberlanjutan lingkungan terancam bukan hanya karena kerusakan hutan dan sungai, tetapi juga karena dampak kesehatan pada penambang dan warga sekitar. Ini menegaskan pentingnya memantau efek jangka panjang dari operasi tambang yang tidak teratur.

Temuan Merkuri di Air dan Darah Penambang

Hasil riset Walhi mengungkapkan adanya kadar merkuri yang melebihi ambang batas di daerah aliran sungai (DAS) Batang Hari. Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/6), Tommy Adam menjelaskan bahwa polusi ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan manusia. “Kadar merkuri di air DAS Batang Hari yang mengalir ke Jambi mencapai lebih dari 5,1 miligram per liter, yang melebihi ambang batas hingga 5.000 kali,” tegas Tommy. Main Agenda menyoroti bahwa kontaminasi ini bisa menyebabkan penyakit kronis pada masyarakat setempat.

“PETI bukan hanya merusak hutan di daerah hulu, tetapi juga mencemari aliran sungai. Dari penelitian kami, kadar merkuri di air DAS Batang Hari yang mengalir ke Jambi mencapai lebih dari 5,1 miligram per liter, melebihi ambang batas 5.000 kali,” ujar Tommy dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/6).

Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa merkuri tidak hanya terdeteksi di air, tetapi juga berada dalam darah dan kuku penambang emas ilegal. Ini mengisyaratkan paparan berulang yang bisa menyebabkan keracunan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. Main Agenda menekankan bahwa polusi merkuri merupakan ancaman serius bagi ekosistem dan kesehatan manusia, yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Penolakan Komunitas Lokal

Sementara itu, masyarakat Nagari Kasang menunjukkan penolakan terhadap penambangan batu andesit yang dilakukan di wilayah mereka. Bayu Permana Datuak Tan Marajo, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kasang, mengatakan bahwa keberlanjutan lingkungan terganggu akibat aktivitas tambang. “Kami khawatir lingkungan rusak akibat aktivitas tambang, sehingga menolak tegas usaha pertambangan di Nagari Kasang,” tambah Bayu. Main Agenda memperkuat bahwa kesadaran masyarakat akan dampak lingkungan harus menjadi prioritas dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Masyarakat saat ini masih mengandalkan air dari DAS Indragiri dan Batang Hari, tetapi ini bisa menyebabkan penyakit dan membahayakan generasi mendatang,” tambah Tommy.

Kebocoran merkuri dari aktivitas tambang emas ilegal juga menyebabkan kerusakan pada ekosistem sungai dan laut. Penelitian Walhi menyebutkan bahwa polutan ini bisa menumpuk dalam jaringan makanan, berdampak pada ikan dan organisme lainnya yang menjadi sumber makanan utama masyarakat. Main Agenda mengingatkan bahwa ekosistem yang rusak tidak hanya memengaruhi lingkungan, tetapi juga merusak kesejahteraan hidup warga sekitar.

Komunitas setempat juga mengeluhkan trauma akibat kerusakan lingkungan yang terus terjadi. Selain itu, biaya penambangan yang tidak teratur sering kali mengabaikan standar keamanan lingkungan. Main Agenda menyoroti pentingnya regulasi yang ketat dan pengawasan berkelanjutan untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Bagikan:

Berita Terkait

55aac335-2929-4d54-8a36-7e4e0700bde6-0

Special Plan: 13 Taman Nasional Ditargetkan Mandiri dalam Urusan Pendanaan pada 2030

26 Jun 2026
d324d0c8-8fb8-4f8b-9c9a-75051d1c034f-0

Mengagumkan! Karang Hitam Raksasa Berusia 400 Tahun Ditemukan di Selandia Baru

26 Jun 2026
464883ef-a30d-4ccc-a7e4-c02ce2b2e644-0

Key Discussion: Kapan Harus Berhenti Bayi Tabung? Dilema Berat Pasien IVF yang Jarang Terungkap

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

5 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

5 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

5 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

5 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

5 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.