Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Mengenal ASPD – Gangguan Kepribadian yang Membuat Pelaku Kekerasan Sulit Berempati.
Humaniora

Mengenal ASPD – Gangguan Kepribadian yang Membuat Pelaku Kekerasan Sulit Berempati.

Mark Jones Reporter Kamis, 25 Juni 2026 pukul 20:59 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
9cfba93a-abf8-4cd2-93d2-c0e9f4a06ed4-0

Table of Contents

Toggle
  • Mengenal ASPD: Gangguan Kepribadian Penyebab Kekerasan Tidak Berempati
  • Apa Itu ASPD?
    • Ciri-Ciri Utama ASPD
    • Kasus Nyata dalam Kehidupan Sehari-Hari
    • Mekanisme Psikologis Belakang ASPD

Mengenal ASPD: Gangguan Kepribadian Penyebab Kekerasan Tidak Berempati

Mengenal ASPD menjadi penting dalam memahami akar dari kekerasan yang dilakukan seseorang. Gangguan kepribadian ini dikenal dengan istilah Antisocial Personality Disorder (ASPD), yang menunjukkan pola perilaku tidak berempati terhadap orang lain. Menurut Samanta Clara Elsener, S.Psi, M.Psi, Psikolog, ASPD tidak sekadar sifat kejam, melainkan kondisi mental yang mengubah cara seseorang merasakan dan memproses emosi. Kondisi ini sering kali muncul dalam kasus kekerasan berulang, yang bisa menyebabkan korban menderita secara fisik dan psikologis.

Apa Itu ASPD?

ASPD termasuk dalam kategori gangguan kepribadian yang diakui oleh WHO dalam DSM-5. Gangguan ini berbeda dari kondisi seperti depresi atau gangguan kecemasan karena fokus utamanya pada kekurangan empati dan kesulitan merasakan rasa bersalah. Orang dengan ASPD cenderung mengabaikan nilai-nilai sosial, menganggap korban sebagai objek yang bisa diubah sesuai keinginan mereka. Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia mengatakan, “ASPD tidak hanya tentang kebiasaan buruk, tetapi struktur mental yang mendasar berubah, membuat individu sulit memahami dampak tindakan mereka.”

Ciri-Ciri Utama ASPD

Karakteristik utama ASPD meliputi pola berpikir yang menekankan keuntungan diri sendiri, penolakan terhadap aturan sosial, dan kurangnya rasa hormat terhadap orang lain. Individu dengan gangguan ini sering menunjukkan sikap impulsif, mudah terprovokasi, dan tidak peduli dengan konsekuensi tindakan mereka. Menurut Samanta, “ASPD membuat pelaku kekerasan melihat korban sebagai bagian dari sistem yang bisa dikuasai, bukan sebagai makhluk yang berharga.” Ciri-ciri ini sering muncul sejak masa remaja dan memperparah pola perilaku saat dewasa.

Kasus Nyata dalam Kehidupan Sehari-Hari

Satu contoh nyata adalah kasus seorang wanita berusia 29 tahun dari Kabupaten Bandung, yang menjadi korban penganiayaan selama tiga tahun oleh kekasihnya. Sejak 2023, korban kehilangan kontak dengan keluarga dan dipindahkan ke berbagai tempat kos di Cileunyi untuk menghindari kecurigaan warga. Penyebab kekerasan ini tidak hanya karena sifat galak, tetapi juga karena pelaku memiliki gangguan kepribadian yang membuatnya sulit merasakan empati. “Mereka menganggap korban sebagai ‘bahan bakar’ untuk memenuhi kebutuhan pribadi, seperti rasa puas atau dominasi,” terang psikolog tersebut.

ASPD juga terlihat dalam kasus kekerasan domestik atau lingkungan kerja, di mana pelaku mengabaikan rasa sakit korban. Kondisi ini sering dikaitkan dengan riwayat gangguan perilaku di masa kecil, seperti kecanduan obat, atau pengalaman trauma yang berat. “Jika tidak dikenali sejak dini, ASPD bisa mengarah pada kekerasan yang berulang dan berdampak fatal,” tambahnya.

Mekanisme Psikologis Belakang ASPD

Dalam mekanisme psikologis, ASPD berkaitan dengan gangguan pada struktur emosional dan kepercayaan diri. Individu dengan gangguan ini cenderung merasa lebih kuat daripada orang lain dan meremehkan perasaan korban. Samanta menjelaskan, “ASPD mengubah cara seseorang merespons kejadian sehari-hari, seperti ketidakpuasan atau keinginan untuk menang.” Kondisi ini juga memengaruhi kemampuan untuk membangun hubungan yang sehat, sehingga pelaku sering merasa tidak cocok dengan lingkungan sosial biasa.

Penanganan ASPD memerlukan pendekatan yang menyeluruh, termasuk psikoterapi, evaluasi berkelanjutan, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Meski begitu, sebagian pelaku mempertahankan sikap tidak berempati hingga dewasa, membuat kasus kekerasan sulit diatasi. “Mengenal ASPD adalah langkah awal untuk memahami mengapa seseorang bisa memperlakukan orang lain dengan cara yang mengabaikan nilai-nilai moral,” tegas psikolog tersebut.

Menurut Samanta, pentingnya mengenal ASPD adalah untuk mencegah kesalahpahaman tentang kekerasan. Banyak orang memandang pelaku sebagai ‘pembuat masalah’, padahal mereka mungkin mengalami kondisi psikologis yang kompleks. “ASPD bukan alasan untuk melakukan kekerasan, tetapi penjelasan mengapa seseorang sulit merasakan empati,” tambahnya. Dengan memahami gangguan ini, masyarakat bisa lebih sensitif dalam menghadapi kasus kekerasan dan memberikan dukungan yang tepat kepada korban serta pelaku.

Pengenalan lebih dini terhadap ASPD bisa membantu memutus siklus kekerasan. Seorang pelaku yang diberi kesadaran tentang kondisi mentalnya bisa berubah perilaku jika diberikan intervensi yang tepat. Namun, tanpa pengenalan, ASPD tetap berdampak buruk pada korban. “Mengenal ASPD adalah bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih empatik dan mengerti,” kata psikolog tersebut. Dengan informasi yang akurat, kita bisa membantu korban dan mencegah terulangnya kekerasan.

Bagikan:

Berita Terkait

55aac335-2929-4d54-8a36-7e4e0700bde6-0

Special Plan: 13 Taman Nasional Ditargetkan Mandiri dalam Urusan Pendanaan pada 2030

26 Jun 2026
d324d0c8-8fb8-4f8b-9c9a-75051d1c034f-0

Mengagumkan! Karang Hitam Raksasa Berusia 400 Tahun Ditemukan di Selandia Baru

26 Jun 2026
464883ef-a30d-4ccc-a7e4-c02ce2b2e644-0

Key Discussion: Kapan Harus Berhenti Bayi Tabung? Dilema Berat Pasien IVF yang Jarang Terungkap

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

28 menit yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

31 menit yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

33 menit yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

36 menit yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

38 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.