Pemikiran Ahmad Syafii Maarif Dihadirkan Lewat Seni
New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keadaban dan kebangsaan melalui seni, MAARIF Institute menghadirkan pertunjukan kolaboratif bertajuk “Bertutur tentang Guru Bangsa: Kaba Kebangsaan dari Minangkabau” pada Minggu (31 Mei 2026). Acara ini diadakan di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, ISI Padang Panjang, sebagai bagian dari perayaan “Bulan Buya” yang mengupas lebih dalam pemikiran almarhum Ahmad Syafii Maarif. New Policy ini dirancang untuk menjembatani generasi muda dengan warisan intelektual dan budaya sang tokoh melalui bentuk seni yang inovatif dan relevan.
Implementasi New Policy dalam Pertunjukan Budaya
Pertunjukan budaya “Bulan Buya” tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud dari New Policy yang mengangkat seni sebagai alat komunikasi pemikiran filosofis. Rangkaian acara ini diadakan di tiga lokasi—Yogyakarta, Padang Panjang, dan Jakarta—sebagai upaya mengembangkan strategi seni yang mampu menyampaikan konsep keadaban luhur Buya Syafii Maarif. Di Padang Panjang, acara ini menjadi titik fokus karena kaitannya erat dengan budaya dan sejarah Minangkabau, yang merupakan bagian dari warisan pemikiran Buya Syafii Maarif.
Kolaborasi antara MAARIF Institute dan ISI Padang Panjang melahirkan konsep seni yang menekankan kejernihan gagasan. Seperti yang diungkapkan oleh Febri Yulika, Rektor ISI Padang Panjang, pertunjukan ini tidak hanya memperkenalkan kembali kuliah umum Buya Syafii Maarif, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menyadari peran seni dalam merefleksikan ide-ide pemikiran luhur. New Policy ini diharapkan menjadi pola untuk memperluas pengaruh pemikiran Buya Syafii Maarif ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan yang tidak terbiasa dengan diskursus akademis.
“New Policy ini adalah bentuk kehadiran pemikiran Buya Syafii Maarif dalam ruang seni, yang dirancang untuk memudahkan penerimaan generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan dan keadaban,” ujarnya dalam keterangan, Senin (1/6/2026).
Pertunjukan tersebut menampilkan beberapa bagian yang memadukan narasi teatrikal, musik, dan visual. Salah satu bagian yang paling berkesan adalah pembacaan kembali kuliah umum Buya Syafii Maarif yang disampaikannya di ISI Padang Panjang pada 16 Maret 2015. Dr. Dede Pramayoza, yang menjadi pembaca, menyampaikan gagasan-gagasan tersebut dengan gaya yang modern namun tetap mempertahankan inti pesan Buya Syafii Maarif. New Policy ini berusaha menyeimbangkan antara konten yang mendalam dan bentuk ekspresi yang mudah dipahami.
Kolaborasi antara Direktur Artistik Edy Utama dan tim seni lainnya menunjukkan komitmen untuk menerapkan New Policy secara komprehensif. Musik dari Muhammad Halim dan Susandra Jaya, serta performa Komunitas Talago Buni, memperkaya narasi pemikiran Buya Syafii Maarif. Dengan pendekatan multimedia, pesan kebangsaan dan keadaban diharapkan bisa mencapai kalangan yang lebih luas. New Policy ini juga dianggap sebagai langkah awal dalam membangun ruang dialog antara seni dan pemikiran filosofis, sehingga memperkuat peran seni sebagai medium pendidikan.
Setelah sukses di Padang Panjang, acara “Bulan Buya” akan berlanjut ke Jakarta pada pertengahan Juni 2026. New Policy ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang berkelanjutan, dengan harapan menyemangati kreativitas dan intelektualitas masyarakat dalam membangun identitas kebangsaan. MAARIF Institute menekankan bahwa seni tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengingatkan nilai-nilai yang mungkin terlupakan di tengah dinamika kehidupan kontemporer.
