Wamensos: New Policy Sekolah Rakyat Fokus pada Pemberdayaan Keluarga Siswa
New Policy – Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengungkapkan bahwa new policy Sekolah Rakyat bertujuan menciptakan perubahan mendalam dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga menjadi strategi untuk memutus transmisi kemiskinan secara keseluruhan. Dengan new policy ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa anak-anak yang lahir dari kondisi ekonomi rendah memiliki peluang yang setara untuk berkembang secara maksimal.
“Dengan new policy Sekolah Rakyat, kita mencoba mengubah paradigma pendidikan dari sekadar sekolah ke sektor yang lebih menyeluruh. Tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih baik bagi seluruh keluarga,” kata Agus Jabo saat memberikan pernyataan di Jakarta, Jumat (22/5).
Struktur Program dan Pendekatan Berbasis Asrama
Dalam pelaksanaan new policy, Sekolah Rakyat menggunakan model asrama sebagai pendekatan utama. Sistem ini memungkinkan pengawasan yang intensif terhadap siswa, mulai dari proses belajar hingga aspek kehidupan sehari-hari. Agus Jabo menjelaskan bahwa model asrama dipilih karena memberikan lingkungan belajar yang optimal, termasuk pengaturan gizi, kebersihan, dan pembinaan keterampilan hidup yang terpadu. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya diberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga lingkungan yang mendukung pertumbuhan fisik dan mental mereka.
Program new policy ini juga mencakup layanan pendukung seperti pemberian seragam, laptop, dan makanan tiga kali sehari. Tujuannya adalah memastikan anak-anak dari keluarga miskin tidak terganggu oleh faktor ekonomi dalam proses belajar. “Sekolah Rakyat merupakan solusi untuk memastikan bahwa anak-anak tidak hanya diberi pendidikan, tetapi juga fasilitas yang memadai,” tambah Agus Jabo. Hal ini menjadi bagian dari strategi new policy yang mencoba menyatukan aspek pendidikan dan pemberdayaan sosial.
Empowerment Keluarga dan Peran Orangtua
Salah satu aspek penting dari new policy Sekolah Rakyat adalah fokus pada pemberdayaan orangtua. Agus Jabo menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menjangkau anak, tetapi juga memberikan pelatihan keterampilan, bantuan pendanaan usaha, serta rehabilitasi rumah layak huni kepada keluarga siswa. “Kami percaya bahwa jika anak disekolahkan, orangtuanya harus diberdayakan agar mereka bisa mendukung keberhasilan pendidikan tersebut,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, new policy sekolah rakyat bertujuan membangun kesadaran orangtua dalam peran pendidikan, sekaligus mengurangi beban ekonomi yang menghambat proses belajar.
Proses seleksi siswa juga dijalankan secara transparan melalui verifikasi langsung di lingkungan keluarga. “Tim kami mengecek kondisi rumah, kebutuhan nutrisi, dan tingkat pendidikan orangtua secara mendalam,” katanya. Metode ini membantu memastikan bahwa bantuan pendidikan tepat sasaran, sehingga new policy Sekolah Rakyat bisa berdampak optimal. Selain itu, orangtua juga diberikan pelatihan agar mampu mengambil peran aktif dalam pengembangan kemampuan anak.
New policy Sekolah Rakyat kini telah mencapai target awal, yaitu pembukaan 166 sekolah di berbagai daerah. Jumlah ini lebih dari rencana pertama yang hanya menyasar 100 sekolah. Meski secara sementara menggunakan fasilitas pemerintah, seperti gedung Kementerian Sosial dan lembaga lainnya, pemerintah berkomitmen untuk membangun infrastruktur sekolah tetap yang lebih permanen. “Ini adalah langkah awal dalam new policy yang berkesinambungan,” tegas Agus Jabo. Proses ini melibatkan kolaborasi antarlembaga dan pemerintah daerah untuk memastikan akses pendidikan yang merata.
Dalam jangka panjang, new policy Sekolah Rakyat diharapkan bisa menjadi model pendidikan inklusif yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya mengurangi risiko kemiskinan generasi berikutnya, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga melalui pengembangan keterampilan. Agus Jabo menegaskan bahwa new policy ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang lebih luas, yaitu mengubah pola pikir masyarakat tentang pendidikan sebagai alat peningkatan kesejahteraan. “Pendidikan adalah kunci. Dengan new policy ini, kita memastikan bahwa tidak ada anak yang terabaikan,” pungkasnya.
