Ahli Gizi Sebut Special Plan Penting untuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak
Special Plan – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi strategi krusial dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah, menurut Dewi Marfuah, perwakilan Bidang Ilmiah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PAGI) di Surakarta. Dalam wawancara di Jakarta, Kamis (15/5/2026), ia menegaskan bahwa MBG tidak hanya memberikan makanan, tetapi berperan sebagai kebijakan yang mengatasi masalah gizi kronis di kalangan kelompok rentan.
MBG Jadi Solusi untuk Anak yang Tidak Sarapan
Dewi menjelaskan bahwa program ini bertujuan menggantikan waktu makan yang sering terlewat, terutama sarapan. “Harapan kami adalah Special Plan ini bisa menjamin kebutuhan nutrisi anak sejak pagi hari, yang sangat penting untuk mengoptimalkan konsentrasi belajar dan kesehatan fisik,” katanya. Menurut data yang ia terima, sekitar 40% anak sekolah terlantar nutrisi karena keterbatasan ekonomi keluarga, sehingga MBG dianggap sebagai solusi langsung.
“Program MBG ini merupakan bagian dari Special Plan yang diharapkan mampu memperbaiki kondisi gizi anak-anak secara bertahap,” ujar Dewi. Ia juga menyoroti bahwa penerapan MBG di sekolah-sekolah perlu didukung oleh kebijakan yang konsisten.
Menu MBG Dirancang untuk Nutrisi Seimbang
Dalam praktiknya, Dewi menemukan bahwa keberhasilan MBG bergantung pada komposisi menu yang bervariasi. Ia menjelaskan bahwa menu mengandung nutrisi esensial seperti karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, serta serat dari sayuran dan buah. “Special Plan ini dirancang untuk memenuhi sekitar 25-33% kebutuhan gizi harian anak, terutama untuk memastikan asupan zat besi dan vitamin yang cukup,” tambahnya.
“Kita tidak ingin melihat lagi anak-anak yang kekurangan energi karena makanan yang tidak seimbang,” kata Dewi. Menurutnya, keberlanjutan program ini juga memerlukan evaluasi berkala terhadap menu yang diberikan.
Dukungan Masyarakat untuk Kebijakan Special Plan
Data Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan bahwa 81% keluarga rentan mendukung penerapan Special Plan karena manfaatnya yang nyata. Salah satu orang tua siswa, Adriana Hedmunrewa, mengatakan bahwa anaknya mengalami perbaikan kinerja belajar setelah mengikuti MBG. “Nilai akademik anak meningkat signifikan, dan kehadiran Special Plan memberikan kepastian tentang kualitas makanan yang diterima,” katanya.
Special Plan untuk Kelompok Rentan Lain
Dewi menambahkan bahwa MBG tidak hanya fokus pada anak usia sekolah, tetapi juga mendukung kelompok rentan lain seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ia menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menekan angka stunting. “Special Plan ini membantu memastikan setiap individu yang membutuhkan nutrisi mendapatkan asupan yang tepat,” kata ahli gizi itu.
“Dengan menerapkan Special Plan secara terpadu, kita bisa membangun pola makan yang sehat untuk seluruh keluarga,” ujar Dewi. Ia juga mengingatkan bahwa partisipasi orang tua dan guru sangat penting dalam memantau efektivitas program ini.
Keamanan Pangan dalam Special Plan
Untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan, Dewi menegaskan bahwa setiap unit Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) wajib memiliki ahli gizi yang mengawasi proses pengolahan dan distribusi makanan. “Special Plan ini memastikan makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi,” kata perwakilan PAGI tersebut. Standar operasional ketat diterapkan, termasuk pengemasan makanan dalam waktu ketat untuk mencegah kerusakan akibat suhu tinggi.
Dewi juga menyebutkan bahwa guru berperan sebagai penguji kualitas makanan sebelum dibagikan. “Keterlibatan mereka membantu memastikan menu tidak hanya diminati siswa, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan nutrisi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Special Plan harus berkelanjutan dengan sistem evaluasi yang terstruktur.
Menurut Dewi, keberhasilan Special Plan memerlukan kolaborasi aktif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. “Kita harus bersama-sama memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan kompetitif di masa depan,” pungkasnya. Dengan adanya MBG sebagai bagian dari Special Plan, harapan terus diharapkan untuk mengurangi kesenjangan gizi secara sistematis.
