Prof. Elfahmi Jadi Rektor Itera 2026–2030 dalam Program Special Plan
Special Plan – Dalam rangkaian program Special Plan, Prof. Dr. apt. Elfahmi, seorang Guru Besar di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), telah resmi diangkat sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) untuk periode 2026–2030. Pemilihan beliau dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat konsistensi dan visi Itera dalam mengembangkan riset serta inovasi di bidang kesehatan nasional, sejalan dengan Special Plan yang bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan dan penelitian berkualitas tinggi.
Profil dan Kontribusi Akademik Prof. Elfahmi
Prof. Elfahmi memiliki latar belakang pendidikan yang meliputi Sarjana (S1) di Universitas Andalas, Padang, serta Magister dan Doktor (S2 dan S3) dari Institut Teknologi Bandung dan University of Groningen, Belanda. Selama lebih dari dua dekade, ia aktif mengembangkan riset dalam bidang farmasi bahan alam, nutrasetikal, dan inovasi obat herbal. Kontribusinya dalam Special Plan dinyatakan sangat berpengaruh, karena membantu memperluas akses ke teknologi dan pengetahuan untuk pengembangan industri kesehatan berbasis bahan lokal.
Elfahmi menekankan bahwa biodiversitas Indonesia adalah sumber daya strategis yang perlu diintegrasikan dalam Special Plan untuk mencapai kemandirian dan kompetitivitas produk kesehatan nasional. Kolaborasi antara lembaga penelitian, pemerintah, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sebagai Direktur Riset dan Inovasi ITB, Elfahmi telah memimpin proyek penelitian yang mendapat dukungan dari Program RISPRO LPDP. Hasil risetnya tidak hanya menghasilkan senyawa marker untuk standardisasi produk herbal, tetapi juga mempercepat proses hilirisasi inovasi, termasuk spin-off produk bernama MarkHerb. Inisiatif ini dianggap sebagai contoh nyata implementasi Special Plan dalam menciptakan solusi berbasis penelitian yang berdampak luas.
Visi dan Strategi dalam Special Plan
Sebagai Rektor Itera, Elfahmi berkomitmen untuk mengembangkan institusi tersebut menjadi pusat keunggulan teknologi yang kolaboratif. Visi ini sejalan dengan tujuan Special Plan, yaitu membangun jaringan riset nasional dan internasional yang berfokus pada inovasi kesehatan. Dengan pengalaman di ITB, ia diharapkan mampu memimpin Itera dalam menciptakan keterlibatan aktif dengan masyarakat dan sektor industri, serta meningkatkan kapasitas lokal di bidang farmasi.
Dalam wawancara dengan media, Elfahmi menyatakan bahwa Special Plan bukan hanya tentang peningkatan kualitas akademik, tetapi juga tentang mendorong penerapan riset ke berbagai sektor. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas bidang, termasuk keterlibatan regulator, untuk memastikan keberlanjutan program. Kontribusi beliau selama ini telah mendapatkan pengakuan, seperti penghargaan dari Kementerian Kesehatan Indonesia dalam Festival Inovasi Kesehatan (Hai Fest) 2024.
Elfahmi juga didapuk sebagai pendiri PT EBM Saintifik dan Teknologi (EBM Scitech), perusahaan yang memproduksi produk fitokimia dan kosmetik herbal. Langkah ini menggambarkan bagaimana Special Plan berperan dalam mengubah riset akademik menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kepemimpinan Elfahmi, Itera diharapkan menjadi pelaku utama dalam Special Plan, menghasilkan inovasi yang bisa bersaing di tingkat global.
