Kemenhut Berlakukan Special Plan untuk Jinakkan Karhutla di Sumatra
Special Plan – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan Strategi Khusus (Special Plan) guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra. Kebijakan ini fokus pada penguatan kekuatan personel Manggala Agni di area rentan seperti Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Dengan pendekatan terpusat, Kemenhut berharap mampu meminimalkan risiko penyebaran api yang memicu kekacauan lingkungan dan ancaman krisis iklim. Dwi Januanto Nugroho, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, menyatakan bahwa keberhasilan penanganan karhutla bergantung pada kombinasi antara upaya pemadaman langsung dan pencegahan melalui kebersamaan masyarakat.
Tiga Fokus Utama dalam Special Plan
Strategi Khusus Kemenhut ini diperinci menjadi tiga arah utama: pemadaman dini, pendinginan daerah rawan, serta patroli pencegahan intensif. Selama musim kemarau, tim Manggala Agni ditempatkan di titik api yang terdeteksi sejak awal untuk mencegah pembakaran berantai. Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, menegaskan bahwa penguatan personel bertujuan mengurangi beban operasional tim di lapangan. “Special Plan ini memastikan respons cepat terhadap titik panas, terutama di lahan gambut yang rentan membesar,” jelasnya.
Dalam rangka meningkatkan koordinasi, Kemenhut mengerahkan tenaga dari seluruh Daops (Dinas Pengendalian Kebakaran Hutan) Wilayah Sumatra. Upaya ini melibatkan TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat. “Masyarakat menjadi bagian penting dalam monitoring kebakaran, karena mereka lebih mengenal kondisi lahan,” tambah Dwi Januanto Nugroho. Strategi ini juga menekankan penggunaan teknologi pemantauan real-time, seperti drone dan sensor kelembapan, untuk mengidentifikasi titik rawan sejak dini.
Kondisi Karhutla dan Respons Regional
Kondisi karhutla di Sumatra kembali memburuk pada awal Juni, terutama di Aceh dan Riau. Di Aceh, kebakaran terjadi di Desa Kayee Unou dan Desa Babah Lueng, Kabupaten Nagan Raya, dengan intensitas api yang cukup tinggi. Personel Manggala Agni Daops Sumatera I Sibolangit diturunkan untuk melakukan pemadaman di lahan gambut yang sulit dikendalikan. Sementara itu, Riau menghadapi penyebaran api ke empat lokasi, termasuk Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis. Balai Dalkarhut Sumatera mengirimkan tenaga dari Pekanbaru, Kota Jambi, dan Muara Tebo untuk mempercepat operasi di wilayah tersebut.
Di Jambi, tim berhasil menutup api di Desa Durian Luncuk pada Selasa (2/6). Sementara di Sumatra Selatan, Manggala Agni Daops XIV Banyuasin dengan bantuan helikopter water bombing sukses mengendalikan kebakaran di Ogan Ilir. Meski capaian positif tercatat, Kemenhut tetap mengingatkan bahwa keberhasilan Special Plan tidak terlepas dari komitmen masyarakat dan pelaku usaha. “Jika masyarakat terus membuka lahan dengan api, karhutla akan kembali menyebar,” kata Ferdian Krisnanto.
Kebijakan Special Plan juga menekankan pentingnya pendidikan lingkungan dan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran. Kemenhut mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam upaya jinakkan karhutla. Dengan meningkatkan kekuatan operasional dan melibatkan sektor masyarakat, Kemenhut optimis bisa mengurangi dampak karhutla di musim kemarau yang sedang berlangsung.
